ISTRI KEDUA DOSENKU

ISTRI KEDUA DOSENKU
Bab 45


__ADS_3

"Bagaimana kondisinya?"


"Sudah lebih baik, tapi masih harus bed rest." jawab Dokter Damar kemudian beliau menatap wajah Kinayu, " jika butuh sesuatu atau mau kemanapun jangan ragu meminta bantuan pada suami anda ya cantik, jangan biarkan dia mau enak buatnya saja tapi tidak mau ikut merasakan sulit saat menjaganya," ledek Dokter Damar dengan wajah jumawa.


Kinayu mengerutkan kening cukup heran dengan ucapan dokter tersebut kemudian ia melirik wajah Yudha yang nampak datar saja menanggapinya.


"Kalau sudah selesai anda bisa keluar Dokter Damar! dan satu lagi, jangan memanggil istri saya dengan sebutan cantik. Itu tidak berlaku bagi anda!"


Dokter Damar tersenyum tipis , " suami anda kalo sudah cinta begitu, jadi anda harus sabar ya jika sifat posesifnya keluar!" ucapnya kemudian dia segera kabur saat Yudha sudah ingin melayangkan pukulan ke wajahnya.


"Loe masih utang penjelasan sama gue dan yang lain, liatin aja kalo sampe nggak ngadain meeting ma kita-kita, gue doain anak loe kembar Lima!"


"Berisik loe! keluar!" seru Yudha dengan wajah jengah.


Kinayu sejak tadi hanya memperhatikan, setelah melihat Dokter Damar keluar kini ia memandang wajah Yudha yang masih kesal.


"Dia siapa? sepertinya akrab?" lirihnya.


"Sahabatku, tidak usah di pikirkan!" Yudha kembali duduk di samping ranjang Kinayu yang kini kembali diam.


"Mau makan sesuatu?"


Kinayu menggelengkan kepala, dia memang sedang tak ingin apa-apa. Hanya ingin beristirahat banyak-banyak agar cepat pulang dan bisa kembali beraktivitas.


Yudha benar-benar menjadi suami siaga, selama tiga hari ini dia terus menjaga Kinayu hingga benar-benar pulih kembali. Bahkan Kinayu mulai terbiasa dekat dengan yudha dan seperti kehilangan saat Yudha pergi bekerja.


Yudha pun tak lengah dalam mengurus Kinayu, sekalipun dia bekerja tapi Yudha meminta Bibi untuk datang ke rumah sakit menggantikannya hingga pekerjaannya selesai dan datang kembali ke rumah sakit.


Dan sore ini Kinayu sudah bisa pulang, Yudha tak membiarkan dia berjalan menaiki tangga. Yudha dengan sigap mengangkat tubuh Kinayu hingga masuk ke dalam kamar dan menurunkannya di ranjang.


"Aku ambilkan minum ya!"


Yudha segera melangkah keluar kamar, tapi sebelum Yudha benar-benar keluar, Kinayu segera memanggilnya dan menghentikan langkah Yudha.


"Bee..."


"Iya sayang..."

__ADS_1


"Makasih ya."


Yudha tersenyum tipis kemudian kembali melangkah keluar kamar untuk mengambilkan Kinayu minum dan beberapa cemilan agar lebih mudah saat ia merasa lapar.


Malam ini Yudha tidur di kamar Kinayu, setelah makan malam keduanya sudah kembali ke kamar dan sudah sama-sama berbaring di pembaringan.


Kinayu diam menatap langit-langit kamar, keadaannya sudah jauh lebih baik bahkan besok ia berniat untuk masuk kampus dan kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa.


"Kenapa belum tidur?"


"Kamu juga!" jawab Kinayu tanpa menoleh, keduanya sama-sama menatap langit kamar dengan jantung Kinayu yang tiba-tiba berdebar. Ini adalah malam pertama tidur dengan Yudha setelah hubungan keduanya berangsur membaik.


"Mau sesuatu?" tanya Yudha lagi, dia pun entah mengapa mendadak canggung dan merasakan hatinya seperti ada yang menggelitik.


"Nggak ada, aku sudah kenyang."


Yudha melirik wajah Kinayu yang tampak tegang tanpa berani menoleh ke arahnya. Yudha menggeser tubuhnya mengikis jarak, ntah mengapa malam ini ia sangat ingin tapi takut menyakiti anak mereka yang baru saja membaik. Pria itu memiringkan tubuhnya agar lebih leluasa menatap wajah Kinayu.


"Tapi aku ingin sesuatu."


"A..apa?" tanyanya gugup. Keduanya saling memandang dengan tangan Yudha yang mulai membelai rambut Kinayu dengan lembut.


Tubuh Kinayu menegang, wajahnya seketika pucat tapi Yudha paham dengan perubahan itu. Perlakuannya di awal meninggalkan bekas yang masih sulit terlupakan hingga tubuh Kinayu seakan menolak.


"Aku akan melakukannya dengan lembut."


"Itu menyakitkan..." ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Maaf, tapi aku tak sekasar itu. Aku akan menghapus dan menggantikan kesan yang menyakitkan. Dua kali aku kasar padamu, tapi malam ini aku akan menghapus semua kenangan itu."


Kinayu ragu, sedikitnya ia sangat penasaran tapi rasa ngilu di bagian intinya tiba-tiba teringat.


Dengan perlahan Yudha mencium Kinayu dengan lembut, jantung yang bertalu mengiringi pergerakan Yudha yang semakin menuntut. Memperdalam hingga posisinya kini sudah berada di atas Kinayu.


"Nikmati sayang!" bisiknya.


Kinayu mengalungkan tangannya di leher Yudha, memejamkan mata dan merilekskan tubuhnya menerima setiap sentuhan yang Yudha berikan.

__ADS_1


Gerakan Yudha begitu lembut dengan hawa panas yang mulai merasuk di tubuh dan kabut gairah semakin tebal. Ciuman itu mulai turun ke leher dan telinga dengan sesaapan yang menimbulkan bintang bertebaran dimana-mana.


Kinayu mulai hanyut dan mendeesah ketika gerakan Yudha semakin turun dan menemukan bukit permai yang masih begitu kencang. Bermain di sana dengan tangan yang tak diam semakin membuat Kinayu tak bisa menahan suara merdu yang mendesak keluar.


Sepertinya Yudha berhasil merubah ketakutan menjadi rasa yang melenakan, hingga Kinayu tak sadar jika ia mulai membusungkan dada dan menjambak rambut Yudha menimbulkan percikan gairah.


Keduanya saling menatap dengan tatapan sayu berkabut nafsu dengan nafas saling memburu dan dada bergemuruh.


"Aku akan melakukannya dengan perlahan, katakan jika aku menyakitimu dan menyakiti anak kita," bisiknya kemudian mengecup bibir Kinayu dan turun ke perut yang kini sudah polos tak berbalut sehelaipun.


"Sehat-sehat anak Papah, Papah menginginkan mamah, Papah minta kerjasamanya ya sayang..." cup....


Malam ini Kinayu benar-benar terbuai dan merasakan kenikmatan yang luar biasa, bahkan Yudha selalu bertanya dan menatap wajah Kinayu khawatir yang ia lakukan menyakiti kedua orang yang kini berarti di hidupnya.


"Bagaimana sayang? apa aku menyakitimu?" tanyanya lagi dengan lirih tepat di telinga Kinayu, meninggalkan rasa gelitik dan membuat tubuh semakin meremang dan sukses membuat Kinayu kembali mengeluarkan desahaaan berkali-kali.


Dengan wajah memerah kinayu menggelengkan kepala, mengeratkan pelukan dan membiarkan Yudha terus bergerak dengan bulir keringat yang mulai menetes ke tubuh Kinayu.


"Bee......"


"Sebentar lagi sayang..."


Yudha benar-benar di buat menggila, rasa yang selalu membuatnya menginginkan lagi saat berada di dekat Kinayu. Apa lagi sudah lama ia tak melakukannya. Rasanya tak ingin sudah tapi tak tega mendengar Kinayu mulai mengerang tak tertahan.


"Aku mencintaimu sayang...." erangan Yudha tepat di telinga Kinayu bersamaan dengan cairan yang membasahi perut Kinayu.


Pelepasan yang membuat keduanya lemas, rasa yang tak dapat di ungkapkan dengan kata. Begitu membuai hingga keduanya saling memandang penuh cinta.


"Apa di sini sudah ada hati untukku?" Yudha menunjuk dada Kinayu yang berbalut selimut, di dalam dekapan Kinayu menatap wajah pria yang tadi membuatnya merasa di ratukan.


"Otw."


.


.


.

__ADS_1


Gimana nggak cinta neng bang kalo dapetnya dosen model beginian....meleyot hati eneng.


Jangan lupa like, coment, vote, tinggalkan jejak-jejak indah kalian 🤗🤗😘😘😘


__ADS_2