
Melihat Yudha dan Kinayu tampak berbahagia, Silvi memundurkan kursi rodanya. Air mata penyesalan sudah sejak tadi membasahi pipi. Ia datang bukan untuk menjadi pedang yang menyakiti sepasang suami istri itu.
Tapi ia datang ingin meminta maaf setelah apa yang ia lakukan. Tetapi hatinya tak sekuat yang ia kira, ia malu bahkan tak berani menampakkan diri. Dengan fisik yang tak lagi sempurna dan kesakitan di tubuhnya yang membuat tambah penderitaan, ia memilih untuk menyingkir sebelum di usir.
Dia semakin sadar jika apa yang ia perbuat merugikan orang banyak, bahkan Gea harus meninggal karena dirinya yang bermain api dengan Gilang. Secara tidak langsung ia telah menyakiti hati Gea dan menambah beban hidupnya.
Silvi memutar roda hingga kini ia telah memasuki ruangan Gilang. Pria yang mencintai dengan tulus tetapi ia hanya memanfaatkan tanpa membalas kasih. "Memang sejak awal aku yang salah..." lirihnya, Silvi kembali menangis melihat keadaan Gilang belum sadarkan diri, perbanpun masih melingkar di kepalanya.
"Maafkan aku Gilang, aku pun telah menghancurkan hidupmu. Membuat istrimu tiada dan anakmu kini di asuh oleh Mas Yudha. Maaf.....hiks....hiks...semoga kamu sembuh dan bisa kembali bangkit dari keterpurukan ini. Aku akan pergi dan tidak akan lagi muncul di hadapanmu dan semuanya. Sekali lagi maafkan aku Gilang."
Silvi memilih pergi dari semua orang-orang yang mengenalnya. Ia pergi ke suatu tempat yang jauh dan memilih memulai hidup baru dalam penyesalan yang tak akan pernah usai. Melihat Yudha bahagia sudah membuatnya lega. Dan ia pun mengikhlaskan semuanya. Dan mencoba berdamai dengan keadaan walaupun begitu perih terasa.
"Bee...ini!"
"Apa sayang?" tanya Yudha mendekat saat mereka sudah kembali masuk keruangan Kinayu. Melihat secarik surat dalam genggaman tangan istri dan mulai ikut membacanya.
^^^Teruntuk Mas Yudha dan Kinayu^^^
Mas maafkan aku jika selama menjadi istrimu aku belum bisa menjadi istri idaman bagimu. Aku lalai menjalankan peranku dan aku telah menyiakan suami sebaik kamu. Dan maaf karena telah mengkhianati kamu mas, mencurangi kamu dengan bermain gila di belakangmu.
Aku pun ingin meminta maaf padamu jika aku telah membohongimu, memberi bukti palsu jika selama ini aku mandul. Hanya demi karir aku tidak menurutimu, melawan kodratku sebagai istri yang seharusnya bisa memberikanmu banyak keturunan.
Tapi kini aku telah mendapatkan ganjaran dari semua yang telah aku perbuat, aku benar-benar tidak memiliki anak dan sampai kapanpun aku akan menjadi wanita mandul. Ucapanku menjadi doa untukku yang di ijabah Tuhan.
Terima kasih kamu telah sabar menjadi suamiku, terimakasih kamu sempat memberi kebahagiaan untukku dan terimakasih untuk cinta yang sempat kamu beri. Selamanya aku tak akan lupa, tapi aku mendoakan kamu selalu bahagia dengan keluarga barumu.
__ADS_1
Dan untuk Kinayu, maafkan aku telah menyakitimu dan berbuat kasar padamu. Selalu menyalahkan kamu dan hampir membunuh kamu dan bayi yang ada dikandunganmu. Maaf...semua salahku, mas Yudha menikah lagi pun karena kesalahan aku tetapi aku sembunyi tangan dan terus menyalahkan orang yang sama sekali tak tau apa-apa.
Maaf kan aku juga karena aku, Mamah membencimu, karena hasutanku kamu pun harus mendapat perlakuan kasar dari Mamah. Berulang kali aku membuatmu masuk rumah sakit, membuatmu terluka. Aku menyesal Kinayu.....aku mohon maafkan aku.
Dan terima kasih telah memberi kebahagiaan yang tidak pernah aku kasih untuk mas Yudha. Kamu wanita baik, kamu pantas mendapatkan pria yang baik pula. Semoga kamu lekas sembuh dan kandunganmu pun bisa kembali sehat.
Semoga kalian bahagia dengan dikelilingi suara anak-anak yang akan menjadi pelengkap dalam hidup kalian. Aku pun mendoakan agar Kinayu dan kandungannya selalu sehat dan bisa lahir dengan lancar.
Ucapkan salamku untuk Mamah dan Papah, maaf jika selama ini belum bisa menjadi menantu yang baik dan maaf telah mengecewakan. Maaf telah menyakiti Gea, sejujurnya aku tidak tau jika Gilang telah menikah.
Selamat tinggal, aku akan pergi dan semoga kalian semua bahagia.
...Silvi...
Tapi tak ada yang harus ia sesali karena jalan Tuhan membawanya pada Kinayu yang begitu ia cintai. Dan membawanya pada kebahagiaan sesungguhnya bersama wanita baik, ibu untuk anak-anaknya.
"Semoga ia banyak belajar dari apa yang telah terjadi dan bisa kembali menata hidupnya menjadi manusia yang lebih baik. Aku sudah memaafkannya, bagaimana denganmu sayang?" Yudha meraih kertas itu dan melipatnya kemudian meletakkan di atas meja.
"Aku pun telah memaafkan semua kesalahan mbak Silvi, karena sejak awal aku paham kenapa mbak Silvi memperlakukanku dengan kasar."
Yudha memeluk tubuh sang istri, bersyukur memiliki istri berhati mulia dan tak ada sedikitpun dendam. Andai tak ada Kinayu, entah bagaimana hidupnya saat ini. Yudha mengecup bibir Kinayu dan menatapnya dengan tatapan hangat penuh cinta.
Setelah di perbolehkan untuk pulang, kini Kinayu membawa serta baby Tama untuk pulang kerumah setelah dinyatakan kondisinya membaik dan organnya sudah berfungsi dengan baik. Bahkan kini baby Tama tampak lebih kuat walaupun berat badannya masih sangat kecil.
"Kita pulang ya nak, ikut bunda pulang ke rumah ayah Yudha." Kinayu menggendong anak pertamanya dan mengecup dengan sayang. "Lihat Bee, tampan sekali ya?"
__ADS_1
"Iya sayang, kita bawa pulang ya. Oh ya besok aku akan mendatangkan baby sitter untuk anak-anak kita, kamu juga kan harus kuliah dan berkegiatan di luar rumah. Dan aku tidak mau kamu kerepotan lalu kelelahan." Yudha mengambil alih Tama dan menggendongnya dengan tangan kanan menggenggam jemari kinayu melangkah menuju mobil.
"Sayang kamu masuk dulu!" Yudha membukakan pintu mobil untuk Kinayu dan setelahnya memberikan Tama untuk dipangku olehnya.
Mereka tampak bahagia dengan Tama sebagai pelengkap keluarga. Bahkan Mamah hampir setiap hari datang untuk ikut merawat Tama dan memperhatikan Kinayu serta kandungannya.
"Cucu Oma, Oma bawakan susu untuk kamu dan dedek di dalam perut bunda," mamah datang dan segera mengeluarkan belanjaan yang ia beli sebelum sampai di rumah Yudha.
"Makasih Oma.." ucap Kinayu dengan memperagakan suara anak kecil.
"Ini untuk kamu nak!" ucap Mamah memberikan susu hamil untuk Kinayu. Dengan ragu Kinayu menerima dan menatap mamah dengan wajah yang sedikit berbeda.
"Kenapa sayang?" tanya mamah yang mengerti perubahan Kinayu.
"Kinayu tidak suka susu hamil mah, rasanya selalu mual setelah meminumnya. Maaf Mah.." ucapnya dengan wajah tidak enak. Tapi Mamah justru tersenyum melihatnya.
"Coba minta Yudha yang membuatkan, dulu juga mamah seperti itu saat hamil Yudha, mungkin ini akan seperti ayahnya."
"Iya Mah, nanti Kinayu coba ya."
Dan benar saja ucapan Mamah, setelah makan malam Yudha membuatkan Kinayu susu hamil pemberian Mamah tadi, Kinayu meminumnya tanpa ada rasa mual bahkan tiba-tiba sangat menyukainya. Bumil itu meminum hingga tak tersisa dan tersenyum setelah merasa sangat kenyang.
"Makasih Bee, enak sekali susunya."
"Sama-sama sayang, dan sekarang giliran aku yang meminta jatah susu padamu!" ucapnya dan segera menyerang Kinayu dengan lembut dan menuntut.
__ADS_1