ISTRI KEDUA DOSENKU

ISTRI KEDUA DOSENKU
Bab 77


__ADS_3

Kinayu pulang di sambut dengan putra sulungnya yang sudah rapi duduk di kursi teras dipangku oleh Gilang. Selama Kinayu dan Yudha di rumah sakit, Gilang memutuskan untuk menginap di sana menemani Tama. Bahkan memilih cuti kerja agar bisa terus merawat Tama yang terkadang di temani juga oleh Mamah Yudha.


Kinayu segera meraih Tama dan menghujaninya dengan ciuman. Ia sangat rindu, terakhir bertemu Tama setelah berhasil menidurkannya kemudian tiga hari tak jumpa. Kinayu membawa masuk Tama, sedangkan baby Calia di gendong oleh Oma yang ikut menjemput. Ibu sudah sejak tadi ada di rumahnya membantu Bibi memasak untuk menyambut kepulangan Kinayu dan baby Calia.


"Hati-hati jalannya sayang!"


"Iya Bee..." jawab Kinayu dengan mengulas senyum.


Setelah menidurkan Calia dan memberikan susu formula pada Tama, mereka makan siang bersama. Papah dan Bapak pun ikut hadir, bahkan sudah sejak tadi menunggu di meja makan seraya menyeruput kopi.


"Duduk sini sayang!" Yudha menarik salah satu kursi dan mempersilahkan Kinayu untuk duduk di susul Yudha memposisikan diri di sebelah sang istri. Pasangan yang harmonis dan membuat para orang tua ikut bahagia merasakan keromantisan keduanya.


"Makasih Bee..."


Semua makan dengan khidmat, di selingi dengan obrolan ringan, canda dan tawa. Hingga sore semua hari kedua nenek dan kakek memutuskan untuk pulang . Kinayu pun di bantu dengan baby sister yang baru saja tiba dari kampung mengurus kedua buah hatinya yang masih kecil-kecil.


"Gue balik, jagain jodoh gue yang bener!"


"Siapa?" tanya Kinayu yang belum tau siapa orang yang di maksud Gilang.


"Calia camer..." jawabnya santai tetapi segara mendapat sikutan dari Yudha, sedangkan Kinayu tercengang tetapi setelahnya segera membawa Calia masuk kamar menyusul Tama yang siap di mandikan.


"Jangan kasar-kasar calon bapak mertua!" sindir Gilang, kemudian segera berlalu begitu saja. Gilang suka meledek Yudha, karena dia begitu sensitif jika di singgung masalah itu. Berbeda dengan Kinayu yang tampak santai dan melengos tak mengambil pusing.


"Nggak usah ngadi-ngadi loe! bahkan anak gue manggil loe Daddy. Dasar gila!" umpat Yudha kesal dan hanya di tanggapi dengan seringai jahil dari Gilang lalu dia tertawa setelah masuk ke dalam mobil.


"Lagi siapa yang mau sama bocil! gila aja bapaknya.."


Selama kepulangan Kinayu dan baby Calia dari rumah sakit, Yudha ikut membantu menjaga kedua buah hatinya. Apa lagi jika malam hari dan suster sudah beristirahat. Yudha turun tangan membantu, jika Tama yang terbangun ia membuatkan susu formula tanpa membangunkan Kinayu. Sedangkan jika Calia yang terbangun, Yudha membiarkan Kinayu yang turun tangan karena anak perempuannya butuh asi ekslusif dari sang bunda.

__ADS_1


Kasih sayang yang tercurahkan begitu tulus untuk kedua buah hati mereka Hingga Kinayu dan Yudha bisa menjadi orang tua yang baik dan saling mendukung satu sama lain. Hingga tak terasa keduanya sudah tumbuh besar menjadi anak yang tampan dan cantik.


"Mau nambah tidak sayang?"


"No, aku kenyang Bee...."


"Bukan itu, nambah anak maksudnya. Mereka sepertinya sudah cukup umur untuk di buatkan adik. Dan rumah ini sudah siap mendapatkan personil baru."


"Bilang saja kamu lagi mau ngajak berantakin kasur Bee, aku tau isi kepala kamu!"


"Ya kan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui sayang. Iseng-iseng berhadiah, siapa tau dapet lagi kan?"


"Ngeles aja bapak! sok atuh lah.....udah siap nich!" Kinayu memposisikan diri membuka kaki siap menerima umpan.


"Langsung? tanpa pemanasan? encok loh sayang!" Yudha menarik kembali Kinayu agar terduduk dan menghadapnya. Kinayu mengulum senyum dan mengalungkan tangannya di leher Yudha.


"Aku pikir setelah menikah bertahun-tahun, sudah tidak mau mesra-mesraan lagi. Tapi ternyata bapak dosen masih sangat hangat ya."


.


.


.


Kinayu dan Yudha bekerja sama mengurus kedua buah hatinya. Memberikan pembelajaran yang baik untuk keduanya hingga mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, pandai dan sayang orang tua.


Hingga sekarang di umur Tama yang sudah memasuki tahun ke sepuluh, ia begitu menyayangi adiknya, menjaga Calia, dan menjadi kakak yang baik untuk gadis itu. Kinayu dan Yudha pun tidak menutupi siapa ayah kandung Tama. Mereka terbuka dan saling memberi pengertian.


Yudha dan Gilang saling support dalam hal mengurus anak. Meskipun sampai saat ini Gilang belum kembali menikah, tapi ia cukup pandai menyikapi anaknya, bahkan terkadang ia harus ikut di pusingkan dengan sikap Calia yang manja dan iri jika Tama menginap di rumahnya.

__ADS_1


"Kenapa Calia tidak boleh ikut Abang ke rumah Daddy Bun?" protes Calia, padahal Tama hanya menginap sehari selama weekend saja. Karena Gilang ingin mengajaknya joging bersama esok pagi tetapi harus tertahan karena Calia yang ingin ikut.


Melihat Calia yang rewel, Kinayu pun diam tak menanggapi karena sejak tadi lelah membujuk. Apa lagi Ayahnya yang sedang tidak ada di rumah, sudah pasti Calia akan semakin manja dan tak bisa di cegah kemauannya.


"Calia sayang...Daddy tidak akan melarang Calia ikut jika Calia sudah bisa mengurus diri Calia sendiri. Bagaimana jika sekarang Calia ikut sedangkan di sana hanya ada Daddy dan Bang Tama. Apa Calia lupa, jika mandi saja Calia masih di temani Bunda, hhm? Mengertilah sayang...besok sore Daddy jemput dan kita ke mall bersama, oke!"


Calia dengan wajah imut dan bibir mengerucut membuat bapak dan anak itu semakin gemas melihatnya. Bahkan Gilang sudah menggendong Calia karena tidak tega melihat matanya yang sudah berkaca-kaca.


"Oke, tapi Daddy janji besok sore jemput Calia?" Calia mengulurkan jemari kelingkingnya ke hadapan Gilang.


"Hhmm Daddy janji!" Gilang pun mengaitkan jari kelingking Calia dan segara pulang sebelum Calia berubah pikiran.


Manjanya Calia tidak hanya pada Yudha dan Kinayu tetapi dengan Gilang dan Tama pun begitu. Calia segera mendekati Bundanya dan mengecup kedua pipi Bunda membuat Kinayu tersenyum gemas.


"Maaf Bunda...." ucapnya dengan puppy eyes.


"Jangan seperti itu lagi ya, jika Calia ikut Abang terus Bunda sama siapa? Ayah kan sedang keluar kota, nanti Bunda sendirian di rumah."


Keduanya saling berpelukan, Kinayu pun mengecup pipi gadisnya dengan sayang dan mengajak ia segara masuk dan beristirahat.


" Bunda sama Calia terus dong! Calia sayang Bunda..."


"Bunda sayang Calia..."


"Calia sayang Ayah, Daddy dan Abang."


"Harus! karena Calia anak pintar!"


Mereka segera masuk masuk kamar karena hari sudah malam. Kinayu melupakan ponselnya dan mengabaikan panggilan dari Yudha yang rutin di lakukan sebelum mereka tidur selama sedang bekerja di luar kota.

__ADS_1


"Kamu kemana sich sayang, bikin cemas aja. Nggak bisa begini nich, gue harus cepat pulang."


__ADS_2