ISTRI KEDUA DOSENKU

ISTRI KEDUA DOSENKU
Bab 62


__ADS_3

Kinayu tampak gelisah, hingga siang hari Yudha tak kunjung menampakkan dirinya. Janji pagi akan menjemput tetapi sampai sesiang ini tak ada kabar. Bahkan nomornya pun tak dapat di hubungi. Terlebih lagi Kinayu cukup terkejut dengan adanya Vidio viral di media sosial dan akun gosip serta berita dari televisi.


Vidio fulgar berdurasi 5 menit cukup menghebohkan jagad dunia maya, pertelevisian dan mengundang kekepoan bagi siapa saja yang melihat berita tersebut.


Nama Silvia Agatha kembali viral dan di perbincangkan oleh khalayak ramai.


Sumber berita belum di temukan karena semua akses akun sudah lenyap tanpa jejak. Hanya meninggalkan Vidio dan beberapa foto keduanya. Tak hanya itu, foto Silvi dengan Gilang pun semakin banyak di temukan oleh orang yang tak sengaja bertemu mereka di bandara, apartemen dan tempat-tempat yang tak sengaja mereka singgahi.


Fakta semakin terungkap, dan semua menyudutkan Silvi. Apa lagi berita yang beredar baru-baru ini tentang suaminya yang menikah lagi justru menjadi bahan hujatan dan cemoohan untuk menyerang Silvi.


Kinayu menarik nafas dalam, ia tak menyangka jika semua akan serumit ini. Lalu bagaimana dengan Yudha saat ini. Pasti dia begitu terpuruk mengetahui Silvi yang ketahuan selingkuh.


Kinayu sejak tadi ingin menemui Yudha tetapi Bapak dan Ibu melarang karena takut terjadi sesuatu dengannya. Mengingat siapa suami dan madunya. Kinayu yang tak tau apa-apa bisa saja di serang wartawan yang saat ini sedang gencar-gencarnya mencari keberadaan Silvi dan Yudha untuk di mintai keterangan lebih lanjut.


Kinayu meringkuk di atas ranjang dengan mengusap perutnya. Kegelisahan memberikan efek buruk pada kandungannya. Ia merasakan perutnya begitu sakit, hingga Kinayu merintih tak tertahan.


Sedangkan di rumah tak ada orang, Bapak ke gudang sedangkan Ibu menyusul mengantarkan makan siang. Ingin turun dari ranjang pun rasanya tak kuat bergerak. Hingga ia pasrah dan hanya bisa menahan hingga menunggu Ibu pulang.


Bugh


Bugh


Bugh


"Stop mas!" Gea sekuat tenaga menarik baju Yudha untuk menghentikan pukulannya pada Gilang.


Entah mendapat informasi dari mana, Yudha datang ke apartemennya dan menyerang Gilang yang baru saja selesai makan siang. Semalam pria itu pulang setelah Silvi pun pergi menemui Yudha.


Gilang sejak semalam hanya diam hingga pagi tadi di kejutkan dengan berita tentang dirinya yang sedang viral. Malunya lagi Vidio itu betul-betul menampakkan wajahnya.

__ADS_1


Gea yang mengetahui itu pun hanya diam tak menanggapi, ia tau jika Gilang dan Silvi ada hubungan. Sejak awal memang keduanya tak saling cinta. Hanya hati lembut Gea lambat laun menerima dan mencintai ayah dari anak yang ia kandung. Mencintai sendiri tanpa ada balasan karena sejak awal ia tau hati Gilang berlabuh kemana.


Hubungan keduanya hanya hubungan yang tak di sengaja, berawal di club' saat acara ulang tahun temannya dan berujung di kamar dengan menyerahkan keperawanannya. Beruntung Gilang pria baik yang mau bertanggung jawab menikahi setelah tau jika Gea hamil.


"Maaf Yudha, maaf kalo gue udah buat rumah tangga loe berantakan. Gue tulus cinta sama Silvi dan meminta dia mengakhiri hubungan kalian tapi dia nggak mau karna dia cintanya sama loe!"


"Sorry, kalo gue udah nyakitin perasaan loe! sorry kalo gue udah mengkhianati persahabatan kita. Tapi asal loe tau, gue cinta sama Silvi sebelum kalian menikah."


"Brengs3k! berani loe ngomong begitu di depan bini loe! otak loe cetek Gilang. Gue masih terima loe ngekhianati gue. Tapi gue nggak terima kalo Gea loe sakitin juga! Pergi loe dari sini dan jangan temui adik gue lagi! loe nggak pantes di sini!" usir Yudha.


"Loe nggak ada wewenang buat ngusir gue dari sini, ini tempat istri dan anak gue. Dan loe hanya saudara yang nggak ada hak lebih buat ngatur gue sebagai suaminya!" ucap Gilang tak terima.


"Suami? suami macam apa yang selingkuh dan tega berbicara di depan istrinya kalo loe mencintai wanita lain! Gue sebagai saudara nggak terima loe seenaknya nyakitin Gea, kalo loe serius sama dia seharusnya sejak awal loe nikahin dia secara sah, bukan nikah sirih kayak gini! Bahkan tanpa restu kedua orangtuanya."


"Loe harusnya berterima kasih sama gue karena sudah menikahi dia dan nggak lari dari tanggungjawab! Bukan menghakimi tanpa loe tau kejadian yang sebenarnya!" Gilang menyeringai dan menatap yudha dengan tatapan meremehkan.


"Asal loe tau, Gea melemparkan tubuhnya saat dia sedang party bersama teman-temannya!"


"Auwwhhh......"


"Gea!" Yudha segera meraih tubuh Gea yang tiba-tiba lemas karena merasakan sakit di perutnya tetapi tangan Yudha di tepis oleh Gilang. Pria itu segera mengangkat tubuh Gea lalu membawanya keluar apartemen.


Yudha tak tinggal diam, dia segera berlari mendahului dan menyiapkan mobil untuk membawa Gea ke rumah sakit. Gilang pun tak menolak karena Gea yang terus kesakitan.


Yudha segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit sedangkan Gilang menenangkan Gea yang terus merintih dengan air mata yang tak terbendung lagi.


"Sabar....tenang ya sebentar lagi sampai!" ucapnya lembut dengan mengusap perut Gea. Gea mencengkeram kuat tangan Gilang saat rasa sakit semakin tak tertahan hingga akhirnya Gea tak sadarkan diri karena sakit yang semakin menjadi.


"Gea...Gea...."

__ADS_1


"Gea bangun Gea!"


"Bangun!"


"Yud lebih kencang lagi, Gea pingsan Yudha!" teriak Gilang dengan kekhawatiran yang memuncak. Entah mengapa, melihat Gea tak berdaya membuatnya cemas. Terlebih lagi darah segar keluar dari bagian bawah tubuh Gea membuat Gilang semakin ketakutan.


Kini Yudha dan Gilang tengah menunggu kabar tentang kondisi Gea. Sudah hampir satu jam dokter tak kunjung keluar membuat kedua pria yang sejak tadi sibuk dengan pikiran mereka di buat semakin gelisah.


Ceklek


Keduanya segera berlari menghampiri, menanyakan perihal keadaan Gea saat ini.


"Bagaimana kondisi istri saya Dok?" tanya Gilang yang sudah tidak sabar.


"Kondisi pasien sudah semakin stabil, tapi mohon maaf..."


"Kenapa dok?" desak Gilang.


"Detak jantung bayi yang ada di dalam kandungan melemah. Dan saya ingin meminta persetujuan dari pihak keluarga khususnya suami pasien, untuk segera menandatangani tindakan operasi agar bayi bisa segera di selamatkan. Karena pendarahan masih terus terjadi."


"Tapi kandungannya belum cukup umur untuk dilahirkan dok?"


"Ya, bayi akan lahir prematur, insyaAllah masih bisa bertahan. Mohon doanya agar semua berjalan lancar, Ibu dan bayi selamat."


"Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya Dok!" tegas Gilang dan itu sedikit membuat Yudha terharu melihatnya.


Gea sudah di bawa masuk ke ruang operasi dan Gilang sejak tadi hanya diam menundukkan kepala tanpa niat berbicara. Entah ada apa dengan dirinya, tetapi mendapatkan cobaan bertubi-tubi seperti ini merupakan sentilan tersendiri bagi Gilang. Dan keadaan dua orang yang ada di dalam sukses membuat Gilang dilingkupi rasa cemas yang berlebihan.


Yudha mendekati Gilang dan menepuk pundaknya lalu pergi memberikan ruang untuk Gilang menyesali apa yang di perbuat.

__ADS_1


Sedangkan di salah satu unit apartemen ada seorang wanita yang tengah menangis meratapi kebodohannya dan menyambut kehancuran yang datang secara mendadak.


__ADS_2