ISTRI KEDUA DOSENKU

ISTRI KEDUA DOSENKU
Bab 55


__ADS_3

Kinayu menahan rasa malu saat kedua sahabat melihat jelas dirinya saling melumaaat dengan dosennya. Rasanya Kinayu ingin berlari sejauh mungkin dan masuk kedalam karung untuk menghindari tatapan mata dan senyuman penuh ledekan dari kedua sahabatnya.


"Kalo begitu kami pamit Pak, Kinayu.. emmm balik ya," pamit Novi dan Arum.


"I..iya."


Kinayu kembali duduk di sofa dengan kaki yang melemas, efek mual muntah saja masih terasa di tambah efek ketahuan oleh sahabat. Kali pertama dan tak akan ia ulangi lagi karena malunya seumur hidup.


"Kenapa?"


"Kesel!"


Yudha meletakkan tas Kinayu di meja kemudian mendekatinya. Mengusap pipi yang memerah dengan tatapan teduh penuh kasih sayang. "Kesel kenapa?"


"Kalo mau begitu kenapa tidak di rumah! aku malu pada kedua sahabatku!" Kinayu merengut mengalihkan pandangannya dari Yudha, ntah mengapa ia menjadi kesal dengan pria yang ada di hadapannya saat ini.


"Ngambek, hmm? Ya sudah ayo kita pulang! kita teruskan di rumah."


"Bee!"


"Apa lagi sayang?"


"Kamu kok berubah nyebelin gini sich! bukan gitu maksud aku, maksudnya tuh kalo mau...."


"Mau apa?" Yudha memajukan wajahnya hingga hidung keduanya hampir bertemu jika Kinayu tak cepat memundurkan tubuhnya.


"Kamu sungguh meresahkan Bee..." ucap Kinayu dengan dada naik turun, jantungnya seakan ingin keluar dan bergerak bebas karena sudah tak tahan terus di buat berdetak cepat oleh Yudha.


Keduanya tampak anteng di ruangan tanpa mereka sadar kabar di area kampus tentang kedekatan keduanya semakin menyebar luas. Bahkan ada yang berkesimpulan jika penyebab putusnya Satria dan Kinayu adalah orang ketiga. Kinayu berselingkuh dan lebih memilih menjadi peliharaan dosennya.


Satria pun menghindar dari para mahasiswa yang beralih profesi menjadi wartawan dadakan. Sudah cukup sakit hatinya saat ini dan tak ingin lagi menyinggung tentang hubungan Kinayu dan Yudha lagi.


"Kamu hati-hati ya, aku usahakan pulang cepat. Jangan banyak pikiran sayang, istirahat di rumah dan tunggu aku pulang." Yudha tak dapat ikut mengantar Kinayu karena jam mengajarnya masih ada satu kelas lagi.


"Iya, aku pulang ya."

__ADS_1


Yudha menganggukkan kepala dan memberikan kecupan di kening dan bibir setelahnya mengusak rambut Kinayu dengan gemas.


Menginjakkan kakinya di lantai satu sudah seperti keluar dari penjara, ia di serbu tatapan tajam dengan mulut pedes. Banyak juga yang sengaja menghampiri hanya untuk menjulidi tapi Kinayu berusaha tak menanggapi dan memilih cepat pergi.


Taksi yang di tumpangi Kinayu sudah sampai di depan rumah Yudha, Kinayu turun dengan hati yang entah. Terlalu banyak masalah membuat rasa mual kembali hadir. Bagaimana pun ia manusia yang akan terusik walaupun hatinya mencoba tak perduli.


Kinayu menghentikan langkahnya kala mendapat sambutan tak bersahabat dari ibu mertua. Dia tak tau jika kedua mertuanya datang mengunjungi. Mencoba sopan dan tetap ramah walaupun tatapan tajam menyorot dirinya.


"Mah..." sang mamah menepis tangan Kinayu dan cukup membuat dada Kinayu kembali sesak, tapi sekuat mungkin ia menerima dan beralih ke Papah mertua.


Cukup baik respon dari Papah, beliau mau menyambut dan membiarkan punggung tangannya di cium oleh menantunya.


Kinayu sempat melihat ke sekitar tetapi tak menemukan Gea di sana. Entah kemana wanita itu, tapi saat ini Kinayu benar-benar merasa takut dan seperti terintimidasi sendirian.


"Puas kamu membuat onar di kampus?"


deg


"Jadi beritanya secepat itu terdengar hingga ke telinga mertuaku."


"Pernikahan kalian membuat keluargaku malu! apa lagi seluruh penghuni kampus sudah tau dan setelah ini para wartawan pemburu berita pasti tidak bisa tinggal diam. Dan ini semua gara-gara kamu!"


Kinayu hanya bisa menundukkan kepala dengan air mata yang sudah menganak dan siap runtuh dengan sekali kedipan mata. Berulang kali ia menarik nafas dalam untuk menenangkan hatinya agar mampu berdiri dengan segala hinaan.


"Sekarang kamu bisa apa hah! kamu hanya menjadi benalu yang mencoreng nama keluargaku. Tinggalkan Yudha! karena aku tidak sudi memiliki menantu sepertimu! wanita murahan!"


"Mah!"


"Biarkan Pah, biarkan dia tau siapa dirinya sebenarnya. Biarkan dia membuka mata jika dirinya bukankah apa-apa. Hanya debu yang mengotori muka kita. Mau bagaimanapun mamah tak akan terima dia sebagai menantu mamah Pah!"


"Jangan menjadi bodoh hanya karena di perbudak oleh uang! aku akan memberi pilihan untuk kamu, menjauh dari anakku dengan terhormat dan aku kan beri bekal penghidupan untukmu atau terusir seperti binatang dan tak dapat apa-apa! kamu pilih sekarang!"


Kinayu terhenyak mendengar ucapan menyayat hati dari ibu mertua. Hatinya tak sekuat yang ia kira, air matanya pun tak dapat terbendung lagi. Ia memiliki suami yang sangat menyayangi tapi mertua yang sangat membenci. Belum lagi istri pertama yang seperti ancaman baginya.


"Maaf Bu, tapi saya tidak akan keluar dari rumah ini jika bukan suami saya yang menghendaki."

__ADS_1


"Berani kamu membantahku!"


Plaaak


"Ibu.... Bapak....."


"Mamah!" Papah mertua segera beranjak dari duduknya dan menghampiri istrinya untuk melerai. Tamparan yang begitu kuat meninggalkan bekas di pipi Kinayu hingga ujung bibirnya terasa perih.


Wanita di balik pintu dengan geram mengepalkan kedua tangannya menyaksikan apa yang terjadi di depannya. Andai dia tak hamil mungkin sudah keluar dan mendorong tubuh bibinya dengan keras hingga terjungkal.


Gea segera menghubungi Yudha tapi tak mendapat jawaban dari pria itu. "Bodoh kamu mas! istrimu menjadi bulan-bulanan mamahmu dan kamu tidak tau!"


"Lepas Pah! mamah akan memberi pelajaran untuk dia agar dia jera dan pergi dari kehidupan anakku!"


"Mah cukup! tadi kamu bilang apa? hanya ingin menasihati dan memberikan solusi dari semua yang sudah terjadi tapi mengapa berubah? jangan menambah masalah karena Yudha tak akan terima istrinya kamu aniaya!"


"Stop bela dia Pah! wanita murah seperti dia akan selalu membuat malu keluarga kita! Pergi atau aku yang akan menendangmu sendiri dari hidup anakku!"


Mamah mertua begitu membabi buta menyerang hingga suaminya kewalahan. Kinayu hanya bisa mundur menghindar, tapi seseorang yang sudah di selimuti kebencian akan melakukan apapun demi melumpuhkan musuhnya. Hingga Kinayu harus mendapati tarikan di rambutnya hingga air matanya kembali menetes sempurna.


"Pergi kamu! pergi dari kehidupan anakku!" sentaknya.


"Ampun Bu ... sakit ...hiks hiks"


"Stop Tante! jangan keterlaluan dengan kakak ipar!"


Mamah melepas cengkeraman di rambut Kinayu dengan beralih memandang Gea dengan wajah terkejut.


"Gea kamu..."


"Ya Gea di sini Tante!"


"Kamu hamil?" tanya mamah tak percaya sedangkan Gea dengan cepat meraih tubuh Kinayu dan membawanya mundur menghindar.


"Iya dan bukan urusan Tante aku hamil atau tidak, yang harus Tante tau. Mas Yudha tulus mencintai Kinayu dan stop membela Silvi, karena Tante akan menyesal jika tau kelakuan dia sebenarnya!"

__ADS_1


"Jaga bicara kamu Gea! justru Tante yang tak mengira dengan kelakuan kamu yang membuahkan hasil seperti ini! Bagaimana jika orang tuamu tau, kamu sama saja seperti dia! hanya mencoreng nama keluarga!"


"Setidaknya aku bisa menghasilkan anak tak seperti menantu kesayanganmu itu! dan orang tuaku tidak akan tau jika bukan Tante yang mengadu!"


__ADS_2