ISTRI KEDUA DOSENKU

ISTRI KEDUA DOSENKU
Bab 78


__ADS_3

"Eugghhhh......" Kinayu menggeliat saat merasakan ada tangan kokoh memeluk dirinya erat dan sesuatu merusuh di wajahnya. Hembusan nafas begitu hangat menerpa wajah hingga ia penasaran siapa pelakunya.


"Bee....kok sudah pulang? bukankah masih nanti siang?" tanyanya setelah melihat jam dinding yang masih menunjukkan pukul 2 dini hari. Yudha pun tak menanggapi, ia terus menghujani sang istri dengan ciuman hingga Kinayu tak sanggup menahan geli. Kinayu segera memeluk dan mengusal di dada bidang Yudha. Mencari tempat aman dan nyama disana.


"Kamu nakal sayang, bagaimana aku tidak pulang cepat jika panggilanku saja kamu abaikan! kemana ponsel kamu hhmm?" tanyanya lembut dengan membalas pelukan Kinayu.


Kinayu memejamkan mata, ia lupa meletakkan dimana ponselnya. Dan karena begitu mengantuk, iapun lupa akan kebiasaan sang suami. "Maaf Bee...aku lupa meletakkan dimana ponselku." Kinayu menatap Yudha dengan menggigit bibir bawahnya.


"Lalu hukuman apa yang pantas untukmu,hhmm?"


"Bee...."


"Apa, hhmm?" tanya Yudha lagi


"Atas atau bawah Bee?" rayu Kinayu dengan mengukir suatu gambar abstrak di dada suaminya.


"Eksekusi baby, kamu tau apa yang aku mau!" bisik Yudha segera mengangkat tubuh Kinayu untuk naik di atas tubuhnya. Membiarkan Kinayu mengekspresikan dirinya dengan gerakan yang menggoda.


Kain yang melekat di tubuh keduanya sudah lolos dan berserakan di lantai. Kinayu tanpa aba-aba sudah lihai menyerang, bahkan tubuh tegap Yudha begitu nyaman ia dekap dengan gerakan pinggul yang menyentak.


Indra perasa keduanya pun semakin dalam dan memburu, membangkitkan gairah yang semakin panas seiring suhu kamar yang mulai memanas setelah suara indah keduanya bergema.


Tak ada kata selain nikmat, cinta pun menyatu dan semakin menggunung. Bersama Kinayu Yudha merasakan kebahagiaan yang utuh. Begitupun sebaliknya, hal yang melenakkan tak akan membosankan ketika cinta dan nafsu menjadi satu. Bahkan bagai candu yang selalu ingin di bersama setiap waktu.


Tubuh Kinayu selalu bergetar hebat saat puncaknya telah sampai, hingga Yudha tak membiarkan ada jeda dan membalikkan tubuh sang istri agar bisa kembali merasakan surga dunia yang sangat mereka rindukan.


Gemericik hujan pun mengiringi pergerakan keduanya yang semakin memanas. Bahkan terasa lebih syahdu saat hujan semakin deras. Hingga tak ada kata sudah dan ingin terus mengulang ketika rasa pelepasan yang tiada duanya kembali mereka rasakan.


Yudha menarik selimut setelah merebahkan tubuh sang istri yang masih polos kembali ke ranjang tempat pertempuran di mulai. Keduanya mengakhiri permainan malam ini di kamar ganti dengan pantulan cermin yang memperlihatkan penyatuan keduanya.


"Makasih sayang, tidurlah...."


Yudha mengecup kening Kinayu dan membiarkan sang istri terlelap karena begitu lelah. Dia pun segera mendekap dan ikut meraih mimpi bersama.


.


.

__ADS_1


.


"Ayah sudah pulang?" Calia berlari mendekati ayahnya saat ia menuruni tangga dan melihat Yudha sedang meminum kopi.


"Hai anak Ayah...." Yudha menyambut pelukan putrinya dan ikut tersenyum menatap sang putri yang sudah semakin besar.


"Abang mana?" Sejak datang memang Yudha belum menanyakan tentang kabar kedua anaknya. Efek terlalu di buat cemas dan berlanjut bahagia dengan sang istri hingga lupa menanyakan tentang anak-anak mereka.


"Abang menginap di rumah Daddy, nanti sore Calia juga di jemput oleh Daddy Yah. Daddy mau mengajak Calia ke mall. Ayah dan Bunda ikut ya!" tanya Calia yang masih bergelayut di leher sang Ayah.


"Nanti tanya Bunda dulu ya sayang..."


Dan benar saja, saat sore hari Gilang datang bersama Tama untuk menjemput Calia. Tentu saja gadis itu begitu senang, bahkan sangat bahagia hingga lupa mengajak kedua orangtuanya. Calia segera masuk ke dalam mobil Gilang.


"Let's go Daddy!" seru Calia membuat Gilang dan Tama tertawa melihat tingkah imutnya.


Gilang mengajak kedua anak itu ke tempat permainan yang berada di salah satu mall besar di ibu kota. Bermain sepuasnya hingga Tama dan Calia merasa lelah. Kemudian Gilang mengajak keduanya ke restoran cepat saji untuk makan malam.


"Sudah puas main, waktunya kita makan!"


"Yeayy....." seru kedua anak itu begitu senang dan lahap.


"Ayo Tama masuk nak! biar Calia Daddy gendong. Kasihan dia lelah..." Tama segera melangkah menuju pintu rumah dan mengetuknya sedangkan Calia segera di pindahkan oleh Gilang setelah Yudha membuka pintu.


Perlahan Gilang merebahkan tubuh Calia di ranjang dan menarik selimut setelah membuka sepatu Calia. Dan membenarkan posisinya agar tidur dengan nyaman.


"Daddy pulang ya Calia..."


cup


Gilang mengecup kening Calia dan segera keluar kamar. Dia segera menyusul ke kamar Tama yang bersebelahan dengan kamar Calia untuk berpamitan.


"Daddy pulang ya sayang, seperti biasa Daddy akan sangat sibuk jika weekday. Baik-baik dengan ayah bunda. Dan jadi anak baik untuk mereka, jangan lupa jaga Calia juga!"


"Siap Daddy, aku pasti sangat merindukanmu!"


Gilang tersenyum dan mengecup kening Tama, semangatnya telah pulih untuk kembali bekerja seperti biasa setelah weekend usai. Dan dia akan datang seminggu kemudian karena memang Gilang sedang sibuk-sibuknya. Setelah ia bisa kembali memulihkan kondisi perusahaannya, kini ia lebih sering pulang malam dan segera beristirahat tanpa ada waktu pergi kemana-mana.

__ADS_1


"Ya sudah, cepat tidur besok kamu sekolah dan Daddy pulang ya. Bye....."


Gilang keluar kamar Tama dan segera turun untuk pulang, di bawah sudah ada Yudha dan Kinayu yang sedang berdiri di dekat pintu utama.


"Balik ya!"


"Hmm...makasih ya!" Yudha menepuk pundak Gilang dengan sedikit memeluk.


"Sama-sama, gue yang harusnya makasih kepada kalian berdua. Kalian sudah mendidik Tama dengan baik, gue salut sama kalian berdua."


Yudha dan Kinayu tersenyum mendengar ucapan Gilang lalu mengantar Gilang sampai teras rumah.


"Hati-hati!"


"Siipp!" Gilang mengacungkan jempolnya dan segera masuk kedalam mobil.


Yudha menghela nafas lega, akhirnya dia bisa menjadikan sahabatnya sebagai saudara. Dan berharap semua yang terjadi di masa lalu menjadi pembelajaran yang penting dan bisa semakin dewasa menyikapi.


Keduanya masih berdiri di sana sampai mobil Gilang tak terlihat. Yudha dan Kinayu saling menatap dengan perasaan bahagia. Meskipun ada saja masalah kecil dalam hidup, tetapi keduanya bangga bisa saling menguatkan dan saling percaya.


"Makasih..." ucap Yudha tulus dengan menggenggam jemari Kinayu.


"Untuk?"


"Untuk semua kebahagiaan yang telah kamu berikan, untuk warna yang telah kamu ciptakan dan untuk kasih sayang yang tak terhingga. Aku mencintai istriku, hari ini, esok dan seterusnya. Semoga sampai Jannah.... Aamiin."


"Aamiin....." Yudha mengecup kening Kinayu begitu dalam, doa dan harap ia panjatkan agar kedepannya selalu di beri kekuatan untuk menghadapi cobaan rumah tangga.


"Dan aku juga berterima kasih sama kamu Bee, telah menjadi dosen dan suami yang membanggakan. Kamu bukan hanya sekedar suami, tetapi dosen sampai nanti...." Kinayu memeluk Yudha dan keduanya saling mendekap.


...-Tamat-...


...****************...


...Alhamdulillah.....untuk ISTRI KEDUA DOSENKU akhirnya bisa selesai. Terima kasih yang sudah support tulisan aku yang receh ini. Dan sudah nyasar kemari, makasih semuanya....😘😘🤗🤗...


...Setelah ini jangan pada kabur ya, di bulan depan akan ada judul baru yang lebih hot sepertinya. Untuk sementara nunggu up jangan lupa baca yang YOU'RE MINE ADIK NAKAL....

__ADS_1


Assalamualaikum teman-teman......🤗🤗


__ADS_2