ISTRI KEDUA DOSENKU

ISTRI KEDUA DOSENKU
Bab 56


__ADS_3

"Kau apakan istriku mah?"


Yudha datang dengan mata memerah menatap Kinayu dengan luka di ujung bibir dan bekas telapak tangan di pipi. Yudha mengepalkan tangannya menatap tajam sang mamah dengan tatapan tidak terima.


Dia melangkah mendekati Kinayu yang berada di samping Gea dengan wajah yang masih basah. Tangannya meraih pipi yang mulai membengkak dan mengecupnya dengan lembut.


"Nanti akan aku obati.." bisiknya kemudian kembali menatap mamah yang geram melihat keharmonisan hubungan keduanya.


"Sudah puas setelah menampar istriku? silahkan pulang jika hatimu sudah lega Mah!" ucapnya datar, sebenarnya ia sudah tak tahan dengan semua aturan yang di berikan mamahnya. Semua yang diinginkan bahkan sudah Yudha turuti tetapi tidak ada satupun yang membuat mamahnya puas akan itu.


Bahkan di saat ia memiliki istri lagi untuk menuruti keinginan mamahnya yang selalu meminta cucu sudah ia turuti. Dan sekarang sang mamah justru tak terima dengan kehadiran Kinayu yang sudah memberikan kebahagiaan yang selama ini tak ia dapatkan dari siapapun. Salahkah jika anak membangkang di saat mengerti jika yang di lakukan orangtuanya itu salah...


"Kenapa kamu menjadi kasar seperti ini Yudha ? ini pasti karena wanita begundal itu kan! iya kan! kamu toxic di keluargaku!"


"Stop menyalahkan istriku Mah! mamah tidak tau yang sebenarnya dan mamah hanya tau dari tampak luar. Jangan pernah menilai sesuatu sebelah mata! Dia yang membuatku bahagia bukan Silvi ataupun mamah!"


"Yudha..." lirih mamah mendengar ucapan sang anak yang sedikit menyentil hatinya.


"Pernah Yudha melangkah dengan pilihan Yudha sendiri? pernah Yudha membangkang mamah? pernah Yudha mengeluh saat mamah meminta? Semua yang Yudha lakukan demi mamah. Jangan mamah lupakan niat awal aku menikahi Kinayu, itu demi mamah! Tapi di dirinya aku mendapatkan apa yang selama ini tidak aku dapatkan. Aku mendapatkan cinta yang tulus dan istri yang penurut! Dan itu pilihanku bukan pilihan mamah!"


"Dan sekarang mamah menyakiti menantu mamah sendiri, wanita yang akan memberikan mamah cucu? dimana hati nurani mamah sebagai seorang ibu? mamah mengusirnya? memintanya berpisah denganku? apa mamah ingin memisahkan anak dengan ayahnya? istriku sedang hamil mah! dan mamah tega menyakiti nya!"

__ADS_1


Mamah terhenyak mendapatkan fakta jika Kinayu tengah mengandung anak dari putranya. Dia tak menyangka secepat itu ia akan memiliki cucu sedangkan Silvi, bertahun-tahun Yudha menikah tak kunjung di karuniai keturunan.


"Kinayu hamil anakku dan aku tidak akan pernah melepasnya karena aku mencintai ibu dari anakku. Dia yang pantas mendampingiku sampai tua bukan wanita yang hanya memikirkan karirnya tapi menelantarkan suaminya."


"Tapi dia bukan dari keluarga yang...."


"Ya, dia dari keluarga yang miskin, keluarga yang sedang tertimpa masalah ekonomi, keluarga biasa yang aku beli dengan menebus hutang keluarganya. Dia bukan dari kasta kita, jauh dari yang mamah inginkan. Tapi aku mencintainya, maaf mah....apakah mamah lupa siapa mamah dan siapa papah?"


deg


Jantung mamah seperti tertikam pedang, ucapan putranya mengingatkan dia akan masa lalunya yang di tolak oleh keluarga suaminya karena berasal dari keluarga miskin. Beliau seakan lupa dari mana ia berasal hingga sang suami mempertahankan hingga harus keluar dari rumah dan menjauh dari keluarga. Hanya demi dia anak pedagang sayur yang tak memiliki apa-apa.


"Bee...."


Kinayu tak tega melihat mamah mertuanya mengeluarkan air mata, sedangkan sang papah hanya mampu menundukkan kepala, diam dan tak membela.


"Maafkan aku jika ucapanku menyakiti hati mamah. Tapi aku tak terima jika istriku selalu mendapatkan hinaanmu. Mamah boleh tak menganggap dia menantu mamah tapi mamah tidak boleh mengusirnya dari rumah ini. Karena ini rumahku, aku yang berhak menentukan siapa yang boleh tinggal disini."


"Jika mamah hanya datang untuk melampiaskan amarah, maaf aku tidak bisa terima. Sekali ini saja biar aku menentukan pilihanku sendiri. Biar aku menentukan kemana kakiku berpijak. Dan untuk masalah Silvi, jika suatu saat aku tidak mampu lagi mempertahankan. Aku mohon pada mamah, jangan mamah salahkan lagi Kinayu atas masalah rumah tanggaku dengannya. Karena sebelum dia datang hubunganku dan Silvi sudah tidak baik-baik saja."


Yudha menatap Kinayu yang kini berdiri menatapnya dengan wajah sendu, meraih tubuh lemah penuh beban hinaan yang semua bermula darinya.

__ADS_1


"Masalah berita yang ada, aku minta maaf telah membuat onar dan mengotori nama keluarga. Jika mamah tak terima, marahlah padaku bukan pada Kinayu karena semua ini berawal dariku. Dia tidak tau apa-apa bahkan dia tidak tau jika akan menjadi istri kedua. Maaf Pah, jika nantinya aku membuatmu merugi."


Yudha tau konsekuensinya, semua pasti akan terbongkar. Hal yang akan mempengaruhi pada perusahaan dan usaha yang selama ini di miliki keluarga. Dan ia siap berusaha mengembalikan kembali asal Kinayu tetap ada di sisi.


"Pah ayo kita pulang!" mamah menyusut air matanya dan pergi dari rumah Yudha. Beliau butuh menenangkan pikiran. Semua yang di katakan Yudha benar tapi entah mengapa masih sulit untuk menerima.


Papah tak berucap apapun, ia hanya mendekati Yudha dan menepuk pundaknya sebelum melangkah keluar rumah.


Yudha tersenyum melihat Kinayu, memeluknya erat dengan mengecup keningnya. "Maafkan mamahku..." ucapnya dengan hati yang entah. Tak pernah terpikir akan ada perdebatan seperti ini. Tapi ia berharap setelah ini semua menjadi lebih baik dari sebelumnya dan mamah mau menerima Kinayu. Setidaknya tak lagi mengganggu.


Kinayu menganggukkan kepala, ia sudah memaafkan apapun yang di ucapkan mertuanya. Kinayu sadar seorang ibu hanya ingin kebaikan untuk anaknya hanya saja caranya yang salah.


"Aku kompres ya..." lirih Yudha dan mengajaknya duduk di sofa.


"Aku nggak mas?" tanya Gea yang sejak tadi memperhatikan keromantisan pasangan bucin di depannya.


"Memang apa yang mau aku kompres?"


"Hati aku! mamahmu terlalu julid! untung orang tua kalo bukan sudah aku jambak-jambak rambutnya hingga botak!" sewot Gea dengan meremaas tangannya.


"Hey itu mamahku yang mau kamu botakin!" Yudha mengehala nafas berat, dia juga harus membereskan masalah Gea dan bertemu dengan pria yang menghamilinya.

__ADS_1


__ADS_2