Istri Muda Tuan Arogan

Istri Muda Tuan Arogan
Episode 10 : Tunjukkan wajah aslimu.


__ADS_3

Episode 10 : Tunjukkan wajah aslimu.


***


'Ini masakan gadis penyihir itu? pasti rasanya tidak enak! tampilan nya saja sudah seperti makanan murah yang tidak meyakinkan! aku makan ini hanya karena menghargai Nenek saja!'


Gerutu Akram hendak mencoba masakan yang dibuatkan oleh Anna.


Akram sudah bersiap-siap untuk memanggil kepala pelayan untuk mengganti makanan, tetapi demi menghargai Neneknya, Akram memaksakan dirinya untuk memakan satu sendok.


"Hap!"


Akram memakan satu suapan dan ...


*Duar*


Ada ledakan rasa yang tidak bisa dijelaskan oleh Akram, ketika ia memasukkan makanan ke dalam mulutnya, rasa yang luar biasa segera memenuhi mulutnya.


"Enak sekali Nak, cocok sekali untuk Nenek, rasanya ringan tapi sangat enak ... dari mana kau belajar ini?"


"Selain cantik, baik ternyata kamu pintar memasak juga," seru Deanny berbinar-binar.


Hatinya yang dongkol dan kesal tadi malam pada cucunya seolah mencair karena makanan yang enak di dalam mulutnya.


Tampilan makanan yang dimasak oleh Anna memang terlihat begitu sederhana namun rasanya luar biasa.


'Brengsek!'


'Brengsek!'


'Bahkan makanan yang ia buat terlalu enak, aku ingin makan terus!'


'Penyihir!'


Akram terlihat kesal sekali, dia mengunyah makanannya dengan amarah yang meledak-ledak.


Pipi Akram penuh dan setiap satu suapan habis maka Akram akan lanjut menyuap makanan lagi.


Bahkan semua perlahan dibuat syok dan terkejut.


'Ini adalah pertama kalinya Tuan Muda makan dengan sangat lahap, ini hal yang belum pernah terjadi!'


'Sepertinya kita harus belajar dari Nona muda Anna ...'

__ADS_1


Kepala pelayan, kepala koki dan pelayan saling berbisik Bagaimana mereka mungkin harus mulai belajar memasak makanan yang dimakan oleh Anna.


*Glek!*


Anna menelan salivanya dengan gugup, dia bahkan sulit untuk menelan makanan karena mata Akram menatap ke arahnya terus menerus sembari makan.


Seolah tatapan Akram bisa membunuhnya hidup-hidup.


'Kenapa melihat ku sambil makan seperti itu? apa aku melakukan kesalahan? kata Nenek Deanny enak kok, kenapa dia seolah akan membunuh aku hidup-hidup!'


Anna mencoba mengalihkan perhatiannya, dia tidak ingin terlalu tegang dan terlihat takut.


Walau nyatanya siapa yang tidak takut jika di tatap dengan tatapan mematikan seperti itu.


.


.


Setelah beberapa, mereka sudah usai memakan masakan Anna, perut mereka kenyang dan hati mereka bahagia.


"Terimakasih ya Nak sudah memasak untuk pagi ini, makanan yang kau buat sangat enak dan pas ..."


"Adakah yang kau inginkan sebagai imbalan? katakan saja, Nenek pasti bisa memberikan nya,"


Mungkin barang mewah atau hal yang berharga lainnya.


"Ummm ... Nek, aku sebenarnya memiliki permintaan, tapi aku merasa tidak pantas, tapi,"


Anna menelan salivanya sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.


'Cih pasti dia meminta barang-barang mewah dan hal lain, ayo tunjukkan wajah asli mu, kau pasti memanfaatkan Nenek ku kan?'


'Kau pasti sama saja seperti gadis yang lain!'


Akram yakin sekali jika Anna pasti akan meminta sesuatu yang keterlaluan untuk menunjukkan wajah aslinya.


Akram melipat tangannya dan benar-benar menunggu Anna menunjukkan wajah aslinya.


"Aku ingin sekali melanjutkan kuliah ku, aku sudah mencari tahu tadi malam, dua hari lagi akan ada ujian masuk universitas, tenang saja Nek, aku ujian jalur beasiswa jadi tidak akan ada biaya apapun,"


"Aku juga akan mencari pekerjaan paruh waktu agar tidak membebani Nenek,"


"Apakah boleh Nek? aku ijin pergi ujian? ku mohon ..."

__ADS_1


Anna berbicara dengan sangat lembut, matanya yang polos dan tulus itu, dia menggenggam tangan Nenek Deanny dengan erat.


"Pffft ... ha ha ha, Nak, kau memang sangat spesial, tentu saja boleh, Nenek sangat senang kau memiliki pikiran untuk melanjutkan pendidikan mu,"


"Tetaplah seperti ini ya Nak, tetap rendah hati dan menjadi dirimu sendiri, kau selalu mengejutkan Nenek dengan sikap tulus mu,"


Deanny senang sekali.


Bukannya Deanny tidak akan mengabulkan jika Anna meminta barang-barang mewah akan tetapi permintaan tulus Anna yang baru saja diberitahukan sangat menyentuh hatinya.


Menunjukkan bagaimana Anna sangat tulus dan polos, bukan hanya wajah nya yang cantik tetapi juga hatinya.


'Cih! hanya itu? gadis ini apakah dia masih berpura-pura? kenapa semua hal dalam dirinya sangat tulus! sialan!'


Akram yang mendengar itu merasa tidak terima jika Anna memang benar-benar tulus dan sedang tidak bersandiwara.


"Nek! aku pergi bekerja dulu, seperti kata Nenek aku akan tinggal di sini beberapa saat,"


"Dan kau gadis kecil!"


"Aku akan tetap mengawasi mu!" seru Akram menatap tajam sembari menunjuk mata Anna dengan kedua jarinya dari arah ia berdiri.


*Glek!*


Anna menelan salivanya gugup dan menundukkan tubuhnya sebagai pertanda setuju.


"Baik Tuan," seru Anna tetap tersenyum.


"Aku pergi dulu ya Nek," seru Akram memeluk Neneknya sebentar lalu pergi ke luar.


.


.


.


.


Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.


Jangan lupa follow Instagram author juga di :


@Anak_Kost_Joy

__ADS_1


__ADS_2