
Episode 46 : Dermaga di tepi danau.
.
.
.
"Pffttt ... kenapa malu? hari ini masih panjang, kencan kita masih berlanjut, jadi ayo pegang tangan ku!" seru Akram sudah berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Anna yang sudah malu setengah mati itu.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Anna suka ketika Akram mengulurkan tangannya, seolah pertanda jika Akram memang menyambut nya dengan baik, tidak seperti pertama kali, dimana Akram menolak keberadaan nya.
"Baiklah ..." seru Anna meraih tangan itu dan tersenyum.
Dia menggenggam nya erat sekali, seperti mengisi kenangan indah satu sama lain, Akram dan Anna terlihat seperti sepasang kekasih yang baru saja melakukan kencan pertama nya.
"Kali ini kita kemana?" tanya Anna saat mereka sudah memasuki mobil menuju tempat kencan mereka berikutnya.
"Kita akan ke tempat favorit ku, sebentar lagi sore, jika melihat matahari terbenam dari sana pasti sangat menakjubkan," Akram mengemudikan mobilnya.
Sebagai penutup kencan mereka, mereka akan menuju tempat kesukaan Akram, jika Akram ingin menenangkan diri atau ingin melepas penat dia akan kesana.
"Baiklah, aku akan mengikuti mu Tuan, eh ... maksud ku sa ... sayang," seru Anna langsung malu entah karena apa.
Mereka berdua memang memiliki sikap pemalu satu sama lain, tetapi mereka juga sama-sama menggemaskan dengan cara mereka sendiri.
"Woah, aku tidak tahu jika ada tempat seperti ini di sini, suasana nya jauh berbeda dari kota yang sangat megah tadi, di sini suasana seperti di desa ku," seru Anna melihat ada sebuah danau disana, ada dermaga yang seolah mengikuti sinar matahari.
Mata Anna masih terlihat berbinar saat ia keluar dari mobil, Akram yang melihat itu tersenyum, dia menarik tangan istrinya lagi berjalan ke derma danau yang dahulu memang dibuat oleh keluarga kecilnya.
__ADS_1
Dulu, sebelum ayah dan ibunya bercerai, setiap weekend mereka akan ke pinggiran kota ini, Menghabiskan weekend di vila mereka yang ada di sisi danau.
"Ayo ... ikut aku, sebentar lagi matahari nya terbenam," seru Akram semakin bersemangat.
Dia menarik tangan istrinya dan langkah nya diikuti oleh Anna.
.
.
"Berdiri di sini dan lihatlah sebentar lagi," Akram berbicara dengan suara yang tersenyum lembut.
Dan seperti biasa Anna akan mendengar dengan serius dan menunggu apa yang diucapkan oleh suaminya.
Tangan mereka saling menggenggam satu sama lain, seolah lupa dengan dunia luar.
Hanya dalam beberapa saat ...
Mata Anna melebar, jantungnya berdegup sangat kencang dan dia merasa beruntung bisa melihat pemasangan spektakuler ini.
"Indah sekali, ini terlalu indah sampai aku hampir menangis ..." seru Anna tidak bisa mengalihkan pandangannya dari pemandangan indah itu.
Akram yang mendengar itu tersenyum.
"Ya, ini memang indah, sebelum ayah dan ibuku bercerai kami suka ke tempat ini menghabiskan weekend, ini adalah tempat favorit ku," seru Akram memejamkan matanya.
Seolah menikmati kenangan yang telah membuat nya sampai menjadi seperti sekarang ini.
Anna yang mendengar itu terdiam, dia mendekatkan dirinya dan sekarang berdiri sembari menyadarkan kepalanya.
"Saat ini terlalu indah sampai aku lupa segalanya, khusus untuk kencan kali ini, mari kita fokus ke sisi bahagia nya," balas Anna tidak ingin bertanya lebih jauh mengenai keluarganya, karena takut Akram akan tersinggung atau sedih.
__ADS_1
"Deg ... Deg ... Deg!"
Saat mendengar itu, dan melihat tingkah manja Anna di sisinya, sungguh membuat Akram tidak akan menahan dirinya malam ini.
.
.
Di saat yang bersamaan di Paris,
"Aku akan mati, ini berbahaya! bisa-bisanya aku tidur dengan lelaki lain di sini?"
"Apa yang terjadi padaku?"
Natalie panik sekali saat ia bangun, dia bangun bersama lelaki asing yang tidak ia kenali.
Sepertinya karena terlalu marah pada Akram, dia juga ingin membalas Akram dengan tidur bersama lelaki lain.
Akan tetapi dalam hal ini, dia sama sekali tidak boleh melakukan itu, jika dia hamil maka Habislah hidupnya.
"Sialan, aku harus segera melakukan sesuatu!" Natalie panik sekali.
Padahal sebentar lagi ada fashion show yang harus dia lakukan jadi dia harus cepat-cepat bergegas.
Hanya satu harapan dari Natalie, jika kejadian tadi malam tidak akan membuat nya hamil.
"Tadi malam pakai pengaman kan? ah! bodohnya kau Nat, jika Akram tahu ini maka kau akan di bunuh!" gerutu Natalie meninggalkan lelaki asing yang ia temui secara acak di klub tadi malam.
Kehidupan Natalie benar-benar sudah sangat bebas.
.
__ADS_1