Istri Muda Tuan Arogan

Istri Muda Tuan Arogan
Episode 6 : Penyakit Deanny kambuh.


__ADS_3

Episode 6 : Penyakit Deanny kambuh.


***


Malam itu Akram memakan makan malamnya dengan perasaan yang gugup, entah mengapa dia menjadi gugup dan tidak tenang.


Dia bahkan menjadi tegang dan tak mampu melihat ataupun melirik ke arah Anna.


“Akram … kau tinggal lah di sini sementara waktu, Nenek tahu jika wanita itu sedang melakukan latihan modeling nya yang tidak penting itu kan?”


“Istrimu bahkan akan meninggalkan mu untuk paris apalah itu namanya, daripada kau kesepian di rumah mu lebih baik temani Nenek dan Anna saja di sini!”


Seru Deanny yang sudah menyelesaikan makan nya.


Akram juga sudah selesai makan, tetapi saat itu Anna masih menikmati makan malamnya.


Akram terdiam dan melihat Anna yang makan dengan sangat lahap dan menikmati, seolah Anna berada di dunia yang berbeda.


Akram menatap dengan sangat tajam seolah meminta untuk segera pergi dari tempat ini karena pembicaraan nya dengan Neneknya adalah privasi.


.


.


‘Makanan jenis apa ini? kenapa enak sekali, berbeda sekali dengan daging yang selama ini aku makan!’

__ADS_1


‘Aku harus belajar membuatnya!’


Anna mengunyah daging itu sampai mulutnya penuh, matanya akan terpejam mencoba mengenali bahan-bahan yang ada di dalam rasa daging yang ia kunyah.


Ketika mendengar percakapan Nenek Deanny dengan Akram, Anna segera membuka matanya dan mengunyah dengan pelan, dia tidak ingin mendengar percakapan ini akan tetapi mau bagaimanapun dia sudah terlanjur mendengarnya.


Saat itu, Anna akhirnya tahu jika Akram Dominic sudah menikah.


‘Ternyata dia sudah menikah ..’


Anna merasa perbincangan antara Nenek Deanny dan Akram merupakan privasi, sehingga Anna segera menyelesaikan makanan nya.


“Maaf Nek, Tuan Akram, sepertinya aku harus segera kembali … abaikan saja aku dan lanjutkan saja pembicaraannya.” Seru Anna dengan polosnya mengangkut piring dan alat makanan yang tadi ia gunakan.


Pelayan yang ada di tempat itu tentu saja langsung gugup, “No … Nona biarkan saja piringnya, biarkan saya yang membereskan …” seru pelayan langsung meminta Anna untuk meletakkan piringnya itu.


Anna segera menelan salivanya dengan kasar dan meletakkan piringnya, saat itu mata Akram mengikut tingkah Anna, tatapannya benar-benar tidak bisa lepas dari gadis muda yang terlihat terlalu polos dan apa adanya itu.


Anna segera melangkah dengan sangat sopan pergi ke ruangan pribadinya.


“Nek, berhentilah menyelidiki aku dan istriku terus menerus? Aku dan dia juga butuh privasi … tolonglah Nek,” Akram memohon kepada Neneknya agar segera menghentikan tindakannya Neneknya yang memata-matai dirinya dan istrinya.


“Akram, bagaimana Nenek tidak melakukan itu, sejak bersama istrimu kau jadi lebih sering berada di perusahaan mu, jarang pulang dan kau kelihatan sangat stress, Nenek harus tetap mengawasi cucu Nenek!”


“Lagian sejak awal Nenek tidak setuju dengan pernikahan mu dengan wanita itu, dia bukan wanita baik-baik untukmu,” Deanny sedikit terbawa perasaan.

__ADS_1


Sehingga dia sedikit berteriak karena Akram sungguh tidak bisa diberikan komentar sedikitpun.


“Ha!”


Hal itu membuat dada Deanny sesak, Deanny sudah tua sehingga dia memiliki beberapa penyakit saat usia tua, salah satu yang sangat berbahaya adalah penyakit jantung nya.


“Jantungku … sesak, berikan aku bantuan oksigen …” Deanny merasa sesak dan gemetaran.


Akram langsung panik, dia segera menggendong neneknya ke ruangan pribadi Deanny, segera saat itu para pelayan bergegas meminta perawat dan dokter pribadi yang berjaga 24 jam di kediaman Deanny untuk segera memberikan oksigen bantuan kepada Deanny.


“Nek, bertahanlah … semuanya akan baik-baik saja, ini semua pasti karena Nenek terlalu lelah, aku kan sudah bilang kalau tidak perlu ke desa itu …” Akram menggerutu dan kesal.


Seolah tidak memiliki hal yang bisa dia salahkan, dia malah menyalahkan gadis muda yang dibawa oleh neneknya itu ke kediaman ini.


.


.


.


.


Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.


Jangan lupa follow Instagram author juga di :

__ADS_1


@Anak_Kost_Joy


__ADS_2