Istri Muda Tuan Arogan

Istri Muda Tuan Arogan
Episode 45 : Bagian ice cream ku?


__ADS_3

Episode 45 : Bagian ice cream ku?


.


.


.


Akram yang sedang menahan debaran jantungnya tersenyum merekah tanpa bisa ia bendung.


Dia menatap Anna dengan mata yang penuh dengan rasa bahagia.


"Ice cream nya enak sekali ... aku mau merasakan punya Tuan boleh tidak?" Anna dan Akram sedang duduk di sebuah kursi panjang dengan pohon di tengah kota.


Mereka menikmati udara yang sejuk saat itu, dan melihat pemandangan yang indah namun sibuk.


"Aku akan berikan jika hari ini kau memanggilku dengan sebutan sayang, bukan Tuan! orang-orang akan menganggap aneh diriku jika kau berteriak memanggil ku Tuan!" seru Akram sedikit gugup dan pipinya memerah.


Anna yang memang suka makanan itu menatap penuh selidik, namun ia segera tersenyum lagi.


"Benar juga, baiklah akan aku revisi ..."


"Sayang, boleh tidak aku minta ice cream mu?" seru Anna tersenyum dan menatap Akram dengan sangat manis.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Akram berdegup kencang sekali, rambutnya yang terkena angin dan sinar matahari yang mengintip dari dedaunan pohon.


Akram seperti mendapatkan kembali masa muda nya yang telah hilang dan begitu suram.


Pipinya memerah dan kali ini daun telinga nya juga ikut memerah.


"Ehem ..."

__ADS_1


Akram mengalihkan pandangannya lagi ke arah berlawanan dari Anna, tapi dia menyodorkan tangannya yang menggenggam ice cream.


"Nih, buat mu saja!" seru Akram tersenyum manis, dia seolah lupa jika dirinya adalah seorang CEO yang sangat berkuasa, dia lupa dengan segala pekerjaan nya, juga lupa dengan bagaimana dia sudah terlalu dewasa untuk kencan seperti anak remaja seperti yang ia rasakan ini.


Dahulu Akram tidak pernah berpacaran, dia memiliki hidup yang suram karena ayah dan ibunya selalu bertengkar dan akhirnya bercerai.


Hal itu membuat Akram tidak pernah membuka hati dan melewatkan masa remajanya begitu saja.


Karena itulah saat ini, Akram merasa sangat damai dan hatinya tenang, kencan ini bukan hanya pertama bagi Anna, tetapi juga pertama bagi Akram.


"Wuah, benarkah? baiklah aku akan makan semuanya!" seru Anna riang sekali.


Dia segera melahap ice cream yang ada di tangan suaminya.


"Hmmm, rasanya lebih enak ... terimakasih sudah diberikan padaku," seru Anna sudah menghabiskan ice cream itu dalam sekejap.


Akram yang tadi melihat ke arah berlawanan segera melihat ke arah Anna, dia menatap Anna yang tersenyum karena perutnya kenyang.


Akram menelan salivanya saat melihat di pinggiran bibir Anna banyak sisa ice cream tadi.


Dengan tanpa sadar ...


"Syuuuu ..."


Seperti hembusan angin yang lembut, Akram meraih dagu Anna dan dia menunduk dengan sangat cepat.


Dia menjulurkan lidahnya dan menyesap semua ice cream yang ada di pinggiran bibir Anna.


Anna terkejut sekali sampai ia tidak mampu lagi berkata-kata, dia syok sampai matanya melebar.


Akram kemudian membuka matanya, lalu mata nya yang tajam itu menatap lekat ke arah Anna.


"Ice cream bagian ku ada di bibir mu, jadi aku mau makan," bisik Akram kemudian menarik pinggang Anna agar berhimpitan dengannya dan mencium Anna dengan benar kali ini.

__ADS_1


Mata mereka terpejam begitu saja, angin lembut yang menyapa seolah membuat adegan itu layaknya berada di sebuah film romantis yang sangat manis.


'Ada apa ini? apakah aku juga telah terhipnotis dengan kencan pertama ku ini? rasanya aku sedang melayang di udara penuh awan, apakah ciuman memang seindah ini?'


'Ciuman ini berbeda dari yang sebelumnya, yang ini rasanya seperti ice cream lembut yang membuat ku ketagihan!'


Anna tidak bisa memahami mengapa dia memejamkan matanya dan mengikut ciuman yang diberikan Akram.


Akram yang menyadari istrinya tidak memberikan penolakan menyeringai tajam, dia menghentikan ciuman nya namun bibir mereka masih sangat dekat.


Sehingga saat Akram berbicara hangat nafasnya bisa terasa di wajah Anna.


"Sayang, kau nakal sekali, bahkan sudah meminta ciuman dariku, padahal di sini banyak orang, kau memang wanita yang sangat nakal ..." bisik Akram saat itu membuat Anna sadar.


Anna membuka matanya yang bulat itu dan pipinya langsung merah semerah tomat matang.


"Ahhh!" Anna langsung mundur dan dia malu sekali.


"Pffttt ... kenapa malu? hari ini masih panjang, kencan kita masih berlanjut, jadi ayo pegang tangan ku!" seru Akram sudah berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Anna yang sudah malu setengah mati itu.


.


.


.


Author : Guys makasih ya komen kalian kemarin membuat ku menyadari jika setiap novel pasti memiliki daya tariknya tersendiri hehe


Aku mungkin memang syok karena takut novel ini jadi membosankan karena konflik nya ringan banget.


Makasih ya udah setia baca karya aku.


Lope you sekebon jeruk semuanya 🍊🤍

__ADS_1


__ADS_2