
Episode 39 : Memakan Anna?
.
.
.
"Me ... memakan aku? tidaaak ... aku akan duduk dengan baik, Tuan lakukan saja apa yang Tuan inginkan!" seru Anna sudah langsung kabur dengan sangat cepat dan duduk di sofa dengan sangat baik.
Wajahnya terlihat pasi pasti dan dia tersenyum kaku melihat ke arah yang lain, dia tidak ingin melihat kearah Akram yang jelas-jelas akan memakan nya hidup-hidup.
'Apakah dia selapar itu? bahkan akan memakan aku hidup-hidup? menakutkan ...'
Geram Anna merasa takut, karena merasa dia akan dimakan hidup-hidup oleh Akram.
Padahal maksud Akram bukanlah memakan dalam artian memakan makanan, akan tetapi memakan dalam artian melakukan hubungan dewasa.
Saat Akram sudah bergegas pergi ke ruangan rahasia dimana disana ada sebuah ruangan seperti apartemen yang dilengkapi dengan kasur, baju Akram dan bahkan kamar mandi lengkap, Akram segera menuju kamar mandi untuk melakukan pelepasan nya.
"Sialan, padahal dia sudah jadi istriku, seharusnya aku bisa melakukan nya dengan puas, tetapi aku tidak tega ... aaaa!"
"Akram! sejak kapan kau memiliki hati nurani?" teriak Akram pelan sekali sembari menyalakan shower dan melakukan sesuatu yang melupakan satu-satunya cara untuk menenangkan Adik kecilnya.
Sedangkan Anna yang duduk di kursi sofa ruangan itu, melihat di atas meja ada beberapa roti di sana dan minuman juga.
__ADS_1
"Ini kan ada roti? apakah Tuan tidak melihat nya? daripada aku di makan hidup-hidup, lebih baik aku memberikan roti ini saja!" seru Anna segera mengambil satu roti dimana dia akan memberikannya kepada suaminya.
.
.
Setelah beberapa saat ...
"Ah, memalukan, jika di dunia ini ada yang mengetahui seorang Akram melakukan hal ini di kamar mandi, pasti akan sangat memalukan! padahal aku sangat tampan dan berkuasa, aku bisa memiliki segalanya! ini semua karena penyihir kecil itu! dia membuat aku begini!"
"Dia yang membuat aku tidak bisa menahan gairah ku! awas kau ya penyihir kecil!" geram Akram sudah keluar dari kamar mandi.
Menggantikan pakaiannya dan keluar dari ruangan rahasia nya itu.
"Deg ... Deg ... Deg!"
'Kan, dia menggoda aku lagi? dengan senyuman imut dan menggemaskan itu! tidak ... tidak Akram, jangan melonggarkan benteng pertahanan mu, dia itu hanyalah penyihir kecil, jangan membuat nya mengontrol dirimu!'
"Hmmm!"
Seru Akram dalam dirinya sembari datang ke arah Anna dengan wajah angkuh dan arogan nya.
"Tok ... Tok ... Tok!"
Assisten Akram tiba-tiba datang mengetuk pintu ruangan atasannya.
__ADS_1
"Pak Akram, Bapak sudah ditunggu di ruangan meeting ..." seru Fino datang dan mengabarkan Atasannya jika meeting quartal perusahaan nya sudah akan dimulai.
Akram sudah berada di dekat Anna saat itu, Anna yang mendengar ada seseorang langsung berdiri.
"Hmmm, aku akan berbicara dengan mu nanti! sebentar lagi sekretaris ku akan datang dan mengajak mu untuk berkeliling! jangan melakukan hal aneh, mengerti?" seru Akram pada Anna yang menggenggam satu roti di tangannya itu.
"Baik Tuan, aku mengerti." balas Anna menundukkan kepalanya karena dia masih merasa takut karena tadi dia akan dimakan hidup-hidup.
Akram sudah akan langsung pergi bersama Fino, akan tetapi ...
"Tuan ..." Anna memanggil Akram dan melangkah mendekat ke arahnya.
Akram kebingungan, dia melihat ke arah Anna dengan dahi mengernyit dan tetap memperlihatkan wajah angkuhnya itu.
"I ... ini ada roti, dibanding memakan aku hidup-hidup, lebih baik makan roti, pasti lebih enak ..." seru Anna dengan polosnya memberikan roti ke tangan suaminya.
🦋
🦋
🦋
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
__ADS_1
@Anak_Kost_Joy