
Episode 36 : Aku ingin hadiah.
.
.
.
Tidak bisa dimengerti oleh Akram bagaimana dia begitu bergairah kepada Anna, Akram adalah lelaki yang matang, sangat kaya, tampan dan berwibawa, tentu saja walau dia sudah menikah dengan Natalie, tetap sangat banyak gadis yang mengejar nya dan rela jika hanya tidur bersama Akram.
Tetapi sejauh ini, Akram tidak pernah tergoda, padahal yang menggoda Akram adalah gadis-gadis yang sangat cantik, tetapi karena Akram tahu rasanya memiliki keluarga broken home, Akram sebisanya menghargai pernikahan nya dengan Natalie.
Walau pada akhirnya, dia menikah lagi secara terpaksa.
"Hadiah? hadiah apa Tuan? aku tidak memiliki uang, nanti aku akan belikan hadiah jika aku sudah kuliah sembari bekerja paruh waktu, aku akan belikan sesuatu ..."
Balas Anna sudah menatap ke arah Akram sekarang, matanya yang polos itu selalu saja menggoda Akram, wajah cantik yang sudah menggodanya sejak pertama kali bertemu sudah membuat nya gila.
Akram tersenyum menyeringai nakal, dia kemudian melangkah ke kursi kebesarannya, dia duduk di sana dan memutar kursinya agar mengarah ke arah Anna.
"Kemarilah kucing kecil ..." seru Akram membuat Anna bingung, mata Anna melebar tetapi tidak ada kecurigaan apapun yang ia rasakan.
Sampai ketika ...
🦋
__ADS_1
🦋
"Srak!"
Akram menarik tangan Anna sampai terjerembab ke kursi kebesaran itu, Anna tanpa sengaja duduk di paha Akram.
"Ha!" Anna menahan nafasnya dan matanya melebar ketika tubuhnya terlempar di pelukan suaminya dan sekarang di peluk dengan sangat erat.
"Tu ... Tuan apa ini? tadi kan hanya meminta hadiah? kenapa menarik aku?" tanya Anna masih bingung, dia ingin melepaskan dirinya namun ditahan oleh Akram.
"Polos nya dirimu An, tetapi itulah yang membuat ini menarik dan memanas ..." bisik Akram tersenyum sangat amat nakal.
"Tu ... Tuan, maksudnya?" seru Anna masih bingung.
"Aku ingin semua yang aku berikan di balas dengan hadiah, untuk yang ini aku ingin ciuman!" seru Akram tanpa malu-malu.
Anna menunduk karena terlalu malu, dia ingin mendorong Akram menjauh tetapi dia seolah kehilangan tenaganya.
'Anna, apakah kau sudah gila? kenapa kau diam saja ketika dia memeluk mu? apakah karena dia sudah menjadi suami mu? apa ini?'
'Aku bingung, ciuman? aku bahkan belum pernah berciuman?'
Teriak Anna dalam dirinya, dia merasa frustasi bagaimana Akram terlihat sangat menggodanya.
Akram menyeringai tajam, lalu dia meraih rambut Anna agar tangan kokohnya berada di tengkuk istrinya.
__ADS_1
"Aku janji tidak akan melakukan hal lain? aku hanya ingin ciuman? itu saja ..."
"Lagian kita sudah menikah, seharusnya tidak masalah melakukan sejauh itu ..." bisik Akram menatap wajah Anna dari jarak yang sangat dekat.
Nafas mereka terasa bersatu, terasa hangat di wajah masing-masing.
Anna merasa pusing sekarang, karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
'Sial, sangat cantik ... cantik sekali sampai aku ingin langsung menghabisinya sekarang juga! tapi sabar Akram, pelan pelan ... jangan terburu-buru!'
Akram merasa dia akan meledak sebentar lagi, belum pernah ada seorang wanita membuatnya sampai seperti ini gila nya.
"An ... mana hadiah ku?" bisik Akram semakin terdengar nakal, senyumannya sangat nakal, dan wajahnya semakin nakal.
Wajah Akram semakin mendekat dimana Anna mencoba menjauh tetapi di tahan oleh tangan suaminya.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
__ADS_1
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy