Istri Muda Tuan Arogan

Istri Muda Tuan Arogan
Episode 19 : Anna mendengar semuanya.


__ADS_3

Episode 19 : Anna mendengar semuanya.


.


.


.


Masih di rumah sakit,


Flashback on,


Kaki Anna sudah selesai diobati, kakinya harus diberikan perban tetapi karena luka nya tidak dalam makan Anna tidak perlu membutuhkan alat bantu jalan.


Luka nya juga akan sembuh dengan cepat, jadi Anna segera menuju ruangan Nenek Deanny saja.


Sama seperti Akram, Anna juga ingin menunggu Nenek Deanny sedikit lebih lama.


"Ah, ternyata kaki ku terluka karena menjatuhkan minuman sehat untuk Nenek!" seru Anna sudah ingat asal dari luka nya ini.


Tetapi saat ia merenung sendiri dia tanpa sadar berada di tengah-tengah pertengkaran suami dan istri, yang mana sang suami adalah Akram Dominic.


Anna bisa mendengar semuanya.


🦋


🦋


Flashback off,


"Apa yang kau lakukan disana berdiri seperti patung? bagaimana dengan kakimu?"


"Anna! kenapa kau diam saja?"


Akram langsung menghampiri Anna tanpa ada sedikitpun ketahuan, Akram ingin melihat dengan jelas perban yang ada di kaki Anna apakah dalam kondisi baik atau tidak.


"Anna?"

__ADS_1


Natalie berucap dan melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana suaminya berjalan ke arah gadis lain.


"Dia Anna yang akan dinikahi Akram besok?"


"Dia pelakor itu? bajingan!"


Natalie marah besar melihat Anna, apalagi ketika menyadari bagaimana Anna terlihat sangat cantik dan murni.


Natalie langsung melangkah dengan cepat melewati Akram, dia berdiri di hadapan Anna yang kebingungan itu.


"Anna! sampai mati pun aku tidak akan pernah menerima mu! aku akan mengutuk mu setiap hari!"


Natalie segera menoleh ke belakang juga ...


"Dan Akram, aku tahu aku salah tapi tidak seharusnya kau langsung menikah besok, kau menyakiti ku!"


Natalie menangis dengan hebat berlari pergi, berharap Akram akan mengejar nya.


Namun, mungkin Akram juga sudah lelah dengan sikap istrinya yang bahkan tidak mau mendengar apa yang dia katakan.


Matanya melebar dan tangannya mencengkeram karena terlalu gugup.


Akram yang melihat itu segera menatap Anna dan menyadarkan Anna.


"Hei, kenapa kau diam seperti batu? aku kan tadi bertanya bagaimana dengan kaki mu? apakah perban nya bagus? atau kah ada keluhan lain?"


"Ditanya kok malah diam?!"


Seru Akram berjongkok sendiri memeriksa perban Anna.


"Tuan, baru saja aku menahan nafas, yang tadi istri mu ya Tuan?"


"Dia menangis begitu kenapa tidak dikejar saja?"


Anna yang polos dan baik hati itu bahkan masih berpikir agar Akram mengejar Natalie yang pergi sembari menangis itu.


"Berisik! itu urusan dewasa! tidak usah ikut campur!" balas Akram sudah selesai memeriksa perban di kaki Anna, dan memang kondisinya baik dan tidak ada celah.

__ADS_1


Tidak suka dipanggil belum dewasa, Anna melipat tangannya dan berbicara ketus.


"Walau menurut Tuan aku belum dewasa, tapi besok kita akan menikah! aku akan menjadi seorang istri!"


"Jadi jangan remehkan kedewasaan ku!" seru Anna melipat tangan dan melihat ke bawah dimana Akram tadi memeriksa perban di kakinya.


"Deg ... Deg ... Deg!"


'Benar juga, besok kami akan menikah secara tiba-tiba, kenapa aku bisa berdebar seperti ini! tidak boleh!'


Gerutu Akram dalam dirinya, mencoba mendongakkan wajahnya agar menatap Anna dengan tajam.


Namun saat ia menatap ke atas, dia melihat bagaimana Anna masih saja sangat cantik, dan waktu kembali berputar dengan lambat.


Sama seperti saat ia melihat Anna di kediamannya saat makan malam, di pertemuan pertama mereka.


'Aku benar-benar sudah gila!'


Geram Akram langsung berdiri dan melongos pergi begitu saja.


"Aku kan tidak pernah setuju! Nenek yang memaksa jadi jangan terlalu percaya diri!" gerutu Akram langsung pergi begitu saja


Dia mengatakan itu karena merasa aneh dengan jantung nya yang berdegup sangat kencang itu.


.


.


.


.


Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.


Jangan lupa follow Instagram author juga di :


@Anak_Kost_Joy

__ADS_1


__ADS_2