
Episode 49 : Merasa sangat aneh.
.
.
.
"Bibir mu manis sekali, seperti rasa buah Cherry yang ada di atas kue, sangat dinanti dan lezat ..." bisik Akram mulai mencium Anna dengan lembut kemudian ciuman itu semakin kuat setiap waktu.
Tangannya juga sudah mulai membuka kancing baju Anna secara perlahan.
Saat Anna sibuk dengan pelajaran ciumannya, Akram juga sibuk membuka pakaian Anna sampai tertanggal dan hanya tersisa pakaian dalam saja.
Saat merasakan rasa dingin, Anna membuka matanya dan dia terperanjat saat menemukan jika dia sudah tidak memiliki pakaian.
"Ha!" Matanya melebar dan dia menutupi tubuhnya dengan kedua tangan mungilnya.
"A ... aku malu sekali, jangan lihat aku!" seru Anna menoleh ke samping, hal itu membuat leher jenjangnya terlihat sangat indah dan bahkan membuat Akram semakin berkeinginan kuat dalam hal ini.
Akram duduk sebentar, dia membuka jam tangannya dan pakaian atasnya, lalu ia meletakkan tangannya di belakang leher istrinya.
Dia menundukkan wajahnya agar bisa dekat lagi dengan Anna.
"Sayang, kau cantik sekali, terlalu cantik sampai aku tidak ingin malam ini usia, percaya saja padaku ... dan semuanya akan baik-baik saja, tidak perlu malu," bisik Akram mulai mencium dahi Anna, lalu ke pipi turun ke bibir lalu ke leher.
Akram mencium nya sejenak lalu setelah nya memberikan tanda kepemilikan sampai Anna merasa perih dan mencoba mendorong Akram.
__ADS_1
Tetapi tangan Akram dengan sigap langsung menangkap tangan Anna dan mendorong tangan Anna sampai terjerat di ranjang.
"Sa ... sakit," seru Anna dengan mata yang sayu, wajahnya merah sekali.
Akram yang mendengar itu tersenyum lembut lalu wajahnya naik lagi, mencium semua sudut wajah Anna.
"Sayang, kau membuat ku seperti sedang mabuk, kau benar-benar penyihir kecil, datang tiba-tiba dan membuat ku tidak bisa tidak memikirkan mu!" bisik Akram sekarang salah satu tangannya sudah berada di punggung Anna.
Lalu ...
Hanya dalam satu kali percobaan, tali bra Anna langsung terlepas dan bra itu segera disingkap dan dilempar ke lantai.
Akram dibuat terdiam saat si kembar itu tertantang di hadapan wajahnya, pipinya merah sekali dan jantung nya serasa mau meledak.
"DEG ... DEG ... DEG!"
Jantung Akram berpacu dengan sangat kencang, dia merasa seperti tengah tersengat listrik dan ini adalah kali pertama dia merasakan sensasi gila seperti ini.
'Ah, kenapa aku merasa sangat aneh, setiap kali dia menyentuh dan mencium ku, aku seperti tersengat listrik dan kepala ku pusing, tubuhku juga jadi sangat panas, apakah aku sudah gila?'
Anna merasa sangat aneh dengan dirinya sendiri, hal ini adalah kali pertama dia kebingungan dengan reaksi tubuhnya sendiri.
.
.
"Glek!"
__ADS_1
Akram sepertinya sudah cukup memandangi buah dada itu, tangannya segera berselancar dan betapa di atas gundukan itu.
Jantungnya semakin berseru kencang hanya karena itu.
"Hanya dengan ini saja sudah membuat aku pusing, aku pasti sudah gila!" geram Akram saat menyadari dia merasa terlalu bersemangat sekarang.
Wajahnya semakin dekat ke arah gunung kembar itu, lalu dia mulai merasakan nya.
Saat itu lah Anna terperanjat dan matanya terbuka, dia melihat wajah Akram sudah berada di atas buah dadanya, melakukan sesuatu yang membuat Anna tegang dan syok sekali.
"A ... apa yang kau lakukan?" seru Anna mencoba mendorong.
Namun semakin di dorong oleh Anna semakin Akram melingkarkan tangannya semakin kencang di tubuh Anna.
"Hehe, malam ini kau tidak akan lepas, ini terlalu menyenangkan!" bisik Akram menyeringai sembari masih memainkan buah dada istrinya.
.
.
.
Author : Halo maaf ya kemarin ga update, aku terlalu sibuk dan kecapean guys. selanjutnya akan aku usahakan update setiap hari ya.
Btw untuk Mba Lhady Uriyama yang ngatain saya oon, Kalau saya oon saya ga bisa buat novel loh mba..
Kedepannya tolong lebih bijaksana dalam menggunakan platform online ya :)
__ADS_1