Istri Muda Tuan Arogan

Istri Muda Tuan Arogan
Episode 51 : Rakun pencuri makanan.


__ADS_3

Episode 51 : Rakun pencuri makanan.


.


.


.


"Le ... lepas? bagaimana bisa? kita sudah akan mulai," bisik Akram sedang dalam perasaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


"Sudah akan mulai? jadi maksudnya belum di mulai? tapi rasanya sakit! lepaskan!" seru Anna dengan mata yang melebar, dia merasa sangat tegang dan takut saat merasakan rasa perih itu.


Akram yang sadar istri nya ketakutan dan tegang segera meletakkan kedua tangannya di sekitar leher istrinya dan berbisik dekat sekali.


"Ssstttt ... tenanglah, jika kau tenang maka rasanya tidak akan sakit ..."


Bisik Akram menempelkan dahinya dan dahi istrinya, dia memejamkan matanya dan menghentikan aksinya sebentar.


"Bagaimana aku bisa tenang, apa yang harus aku lakukan?" seru Anna masih mencoba menutupi dirinya dan berusaha keras untuk tenang seperti yang dikatakan oleh suaminya.


"Tarik nafas lalu buang, lakukan pelan-pelan," bisik Akram lagi segera diikuti oleh Anna.


"Hmmm, baiklah." Anna menganggukkan wajahnya, lalu ia menarik nafasnya pelan-pelan lalu membuang nafasnya secara teratur.


Lambat laun dia menjadi lebih rileks, Akram nampaknya tahu akan hal itu, lalu ia menyeringai tajam.

__ADS_1


"Baiklah, sudah bisa di mulai ..." bisik Akram dengan amat lembut segera mendekap tubuh istrinya dan mengecup bibirnya berkali-kali.


Dia melakukan penyatuan itu secara menyeluruh, saat ia melakukan hal itu rasanya terlalu luar biasa sampai Akram tidak tahu lagi caranya untuk berhenti.


"Hah! ini aneh ... aku seperti mau pingsan," Anna merasa aneh sekali, ini rasanya sangat aneh sampai dia mau pingsan saja.


Malam itu, Akram tidak membuang kesempatan, dia meninggalkan banyak sekali bekas disana-sini, dia seperti menandai Anna dan menekankan jika Anna adalah miliknya.


"Sayang ... rasanya sangat luar biasa, aku ingin lagi," bisik Akram tidak tahu waktu, sekarang sudah jam 3 pagi, dia memulai kegiatan itu sejak jam 11 malam.


Yang artinya dia menghabisi Anna sampai 3 jam lamanya, tentu saja Anna kelelahan dan langsung tertidur begitu saja.


"Sayang, kenapa tidak jawab aku? aku ingin lagi, jika tidak jawab maka aku akan lakukan!" seru Akram benar-benar tidak bisa membendung hal ini.


"Sayang ... aku mulai ya ..." bisik Akram membalik bahu Anna yang tadi dalam mode samping, lalu mata Akram saat itu segera melebar.


Bagaimana tidak, sekarang ini Anna sudah memejamkan matanya dan terdengar suara igauan kecil dari bibir manisnya.


"Nyam ... Nyam!"


"Jangan ambil makanan ku, dasar rakun rakus!" gerutu Anna di dalam mimpinya.


Dimana dia bermimpi jika Akram adalah seekor rakun di sana, dan terus saja mencuri makanan yang ia makan.


Bahkan di dalam mimpi pun, Akram selalu saja menjahili Anna.

__ADS_1


"Pfftt ..." Akram terkekeh kecil, dia kemudian mengurungkan niatnya untuk melakukan itu lagi.


Melainkan di berpangku tangan dan menatap Anna dengan sangat lekat, senyuman di wajahnya bisa membuktikan bagaimana Akram merasa sangat nyaman berada dekat dengan Anna.


"Cantik sekali, kau terlalu cantik sayang ..." bisik Akram mengecup bibir istri muda nya itu lagi, dia segera menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya.


Sedangkan dia akan mandi air dingin dulu karena miliknya yang di bawah sana belum bisa tenang karena selalu menginginkan Anna.


"Tenanglah, kita bisa mulai besok lagi! ini pertama kali untuknya jadi kau harus sabar!" gerutu Akram seperti berbicara dengan tongkat baseball nya yang ada di bawah sana.


"Glek!"


Akram segera menelan salivanya saat ia menoleh sedikit ke arah Anna yang tertidur dan Anna terlihat semakin menggoda saja.


"Mandilah! dasar mesum!" gerutu Akram pada dirinya sendiri dan segera mandi air dingin.


Setelah ini, tantangan terbesarnya akan di mulai, dimana dia harus mengusap tubuh istrinya menggunakan air hangat agar besok istrinya tidak sakit.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2