
Episode 47 : Ayo kita melakukan nya.
.
.
.
Hanya dalam waktu singkat, Akram sudah mengajak Anna memasuki villa yang besar di pinggiran danau.
Villa itu memang milik keluarga Akram, akan tetapi sudah lama tidak dikunjungi.
Walau begitu akan ada beberapa pelayan yang akan bertugas membersihkan villa ini sehingga keadaan nya selalu bersih dan rapih.
"Ini Villa yang dulu sering kami kunjungi jika weekend, kami sering bermalam disini saat aku kecil ..."
"Datang ke tempat ini lagi saat sudah dewasa sedikit memberikan rasa nostalgia yang kuat." Akram melihat villa itu lagi.
Masih tetap sama, bahkan letak-letak barang masih berada di tempat nya, tidak ada yang berubah sama sekali.
"Woah, kau bahkan memiliki villa Tuan, kalian kaya sekali?"
"Bahkan satu kamar ini seluas rumah ku di desa," seru Anna dengan mata berbinar-binar.
Dia memasuki kamar dimana balkon nya benar-benar langsung memperlihatkan pemandangan danau yang sudah gelap.
__ADS_1
Akram terkekeh mendengar ucapan polos Anna, rasanya saat bertemu Anna, Akram kembali melihat masa muda yang hilang itu.
"Sayang ... kemarilah, ada yang ingin aku beritahu padamu ..." bisik Akramsudah duduk di tepian ranjang dan meminta Anna untuk datang mendekat ke arahnya.
Anna barusan hendak pergi ke balkon dan menikmati pemandangan itu.
"Ummm? ada apa?" tanya Anna balik badan dan segera melangkah ke tempat Akramyang sudah tersenyum sangat nakal ke arahnya.
Saat Anna sudah berada di dekatnya ...
"Srak!"
Akram langsung menarik tangan kecil Anna sampai terjerembab ke pangkuan nya.
Mata Anna melebar dan dia syok sekali.
"Tuan? hari belum usai dan kau belum saatnya memanggil ku Tuan, panggil aku sayang ..." bisik Akram menyeringai tajam.
Anna sedikit merinding saat itu, ketika Akram menyeringai tajam dan meraih dagu nya agar mereka bisa saling berhadapan satu sama lain.
"Sa ... sayang, ini ada apa sebenarnya? jangan membuat aku takut ... kenapa kau melihat ku dengan tatapan yang sangat tajam begitu? apakah hari ini aku melakukan kesalahan?" tanya Anna dengan gugup dan sedikit kebingungan.
Saat mendengarkan itu Akram menyeringai tajam, lalu ia mendekat kan wajahnya sampai nafasnya yang hangat terasa di wajah Anna.
"Ada, sejak pagi tadi kau melakukan kesalahan yang sangat fatal ..."
__ADS_1
"Kau membangunkan sesuatu dalam diriku dan aku merasa sangat frustasi karena nya, kau menggodaku tiada henti membuatku tidak bisa berpikir waras lagi ..."
"Kau memiliki banyak salah padaku," bisik Akram mendekap tubuh Anna dan mulai mencium tengkuk Anna.
"Ha!" mata Anna melebar saat Anna merasakan itu, dia merasa bulu kuduknya merinding semua dan dia sampai menahan nafasnya sejenak.
"Aku tidak menggoda mu Tuan, eh ... sayang, hentikan ini, aku benar-benar merasa sangat geli ..." seru Anna masih mencoba berontak dan mendorong.
Akram yang mengetahui itu memeluk Anna semakin kencang, dia memejamkan matanya dan nafasnya menjadi sangat berat.
"Aku ingin menahan ini setidaknya sampai kau berusia 20 tahun, tapi aku benar-benar tidak tahan lagi, bukankah kau sudah berjanji kepada Nenek untuk memberikan anak kepadaku?"
"Malam ini, aku ingin kita melakukan nya ... maafkan aku tapi, aku benar-benar akan gila jika tidak melakukan nya dengan mu ..." bisik Akram tanpa malu-malu meminta melakukan hal itu.
Anna yang mendengar itu syok dan wajahnya menjadi panas dan merah sekali.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
__ADS_1
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy