
Episode 44 : Dipanggil sayang?
.
.
"Tunggu dulu senior mu pernah mengajak mu berkencan? siapa dia? siapa namanya? apakah kalian masih berhubungan hingga sekarang?"
Akram melipat tangannya dan menatap dengan tajam, dia melihat ke arah Anna seperti seorang guru yang hendak menghukum muridnya.
Mata Anna melebar saat itu, dia sedikit bingung dengan respon Akram dengan ceritanya, dimana Akram hanya berfokus kepada kakak seniornya itu.
"Aku sudah tidak berhubungan dengannya lagi Tuan, saat dia lulus dia pindah ke kota ke rumah orangtuanya, jadi aku tidak tahu kabar nya lagi ... memangnya kenapa Tuan?" tanya Anna dengan mata bulat dan rasa penasaran yang tinggi.
"Ehem!"
"Tidak ada apa-apanya, nanti jangan bertemu dia lagi dan jika berpapasan di jalan dengan pernah melihat ke arahnya!" seru Akram langsung berdiri dan melangkah lebih dulu untuk pergi dari restoran.
"Hmmm? memangnya kenapa Tuan? aku tidak se sombong itu untuk mengabaikan nya jika berpapasan di jalan," Anna penasaran, mengapa Akram sangat ingin dia tidak bertemu dengan kakak seniornya yang dulu.
Bahkan jika berpapasan tidak boleh disapa.
Anna mengikuti langkah kaki Akram dengan sedikit berlari.
"Buk!"
Anna sampai menabrak suaminya secara tidak sengaja karena Akram tiba-tiba saja berhenti berjalan.
Akram menatap ke bawah dengan mata tajam nya.
__ADS_1
"Srak!"
Akram langsung meraih tangan Anna dan menggenggam nya dengan sangat erat.
"Dengar saja aku, lelaki itu pasti adalah lelaki nakal yang mau memanfaatkan mu, apalagi dia sudah pindah ke kota, pasti dia sudah ikut pergaulan bebas, jadi jangan dekat-dekat, mengerti?"
Akram kembali seperti seorang lelaki yang menghasut anak kecil sekarang ini.
Anna terdiam sejenak namun ia entah mengapa memahami apa yang sedang dikatakan oleh suaminya.
"Benar juga Tuan, nanti jika berpapasan tidak akan aku sapa." seru Anna dengan sangat yakin.
'Pffffttt ... istri muda ku ini sangat imut sampai aku ingin membawa nya kemana pun aku pergi!'
Akram tertawa dalam dirinya sendiri, dia merasa Anna terlalu imut.
Dimana di sana banyak anak muda menghabiskan waktu bersama, nongkrong dan berkencan seperti Anna dan Akram.
"Waaahhhh ... ayo!" seru Anna bersemangat sekali.
Dia mengikuti langkah kaki Akram dan matanya benar-benar kesana kemari melihat banyak hal menarik.
Di sisi jalan banyak penjual barang-barang imut, lalu ada kafe dan gedung tinggi yang sangat megah.
"Woah, kota memang sangat berbeda dengan desa!" seru Anna dengan mata yang berbinar-binar, apapun yang ia lihat sepanjang ia berjalan membuat jantungnya berdegup dan sangat kagum.
"Tuan ..." Anna memanggil Akram Tuan dan beberapa orang langsung melihat ke arah neraka.
"Ehem ..." Akram yang menyadari itu segera merangkul istrinya dan berbicara agar keras agar orang mendengarkan.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kau masih bermain kata Tuan sih, panggil sayang saja ..." seru Akram menyeringai tajam membuat Anna kebingungan.
Namun saat itu Akram langsung berbisik ke arah Anna.
"Jangan panggil aku Tuan, orang-orang akan salah paham ..." bisik Akram seperti tengah memperingati dengan keras namun dia tetap tersenyum dilihat orang-orang.
"Aaahhhh ..." Anna langsung menyadari karena dia memanggil Akram dengan sebuah Tuan tadi, orang-orang melihat ke arah mereka dan berbisik-bisik.
"Sayang ... maafkan aku, hehe ... aku ingin makan ice cream yang disana, ayo kita kesana ..." seru Anna tersenyum kaku dan menggenggam tangan suaminya hendak mengajak suaminya ke toko ice cream.
'Sayang? dia memanggil ku sayang?'
'Aaaaa ... ini membuat ku gila!'
Di dalam diri Akram dia sedang membantu dan syok sekali mengetahui jika Anna memanggil nya dengan sebutan sayang, padahal dia yang lebih dulu memanggil dengan sebutan itu.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy
__ADS_1