
Episode 16 : Natalie datang menjenguk Nenek.
.
.
.
Anna masih sesenggukan saat itu.
Ketika itulah Akram melihat ada luka di kaki Anna, bahkan darahnya sampai mengering.
Sepertinya tadi pecahan minuman yang ia bawa tak sengaja diinjak oleh Anna.
"Astaga, Anna ... ada apa dengan kaki mu?" Akram kelihatan sangat terkejut, juga khawatir disaat bersamaan.
Bagaimana mungkin gadis muda yang ada sisinya ini sama sekali tidak mengkhawatirkan dirinya sendiri.
"Hmmm? kaki ku?" Anna mengikuti pandangan mata Akram dan melihat keadaan kakinya sendiri.
"Oh tidak, ada apa dengan kakiku?" tetapi bukannya menjawab pertanyaan Akram, Anna malah bertanya balik karena ia juga ikut terkejut oleh luka mengering itu.
"Kau bahkan tidak bisa menjaga dirimu sendiri! menyebalkan!" gerutu Akram langsung pergi menarik tangan Anna menuju dokter agar luka itu segera diobati.
"Aw, kakiku sakit," keluh Anna dengan mengernyitkan dahinya dan melihat kakinya yang terluka.
Tadi Anna tidak merasa sakit sedikitpun, karena ia belum menyadari jika dirinya terluka.
Tetapi ketika ia menyadari nya sendiri, rasa sakit itu seolah berkumpul tiba-tiba.
__ADS_1
"Tadi aku perhatikan kau tidak merasakan sakit sedikitpun! kenapa kau teledor sekali!" Akram tak menunggu lama dia segera menggendong Anna di tangannya.
Akram mengomel sejak tadi, dia merasa Anna terlalu remeh pada semua hal, dan tidak bisa melindungi dirinya sendiri.
'Marah lagi marah lagi, sudah lah diam saja, aku jawab juga percuma!'
Selama satu minggu ini, Anna seolah sudah terbiasa dengan tempramen Akram yang sangat panas, salah sedikit pasti akan dimarahi.
Apalagi selama itu, Akram tidak menemukan sedikitpun kelemahan Anna, membuat Akram entah mengapa tidak menyerah mencari kelemahannya.
"Dok, obati kaki gadis teledor ini, pastikan luka nya tidak akan membekas!"
"Bisa-bisanya dia terluka tetapi dia tidak tahu apa yang menyebabkan luka itu!"
Akram masih saja mengomel, Anna hanya bisa menunduk dan terdiam mendengarkan, dia juga mencoba mengingat-ingat dari mana asal luka ini.
"Baik Tuan Akram, akan saya usahakan," seru dokter yang sebenarnya langsung ditemui oleh Akram ke ruangan pribadinya langsung.
🦋
🦋
"Tring ... Tring ... Tring!"
Ketika pengobatan Anna sedang dilakukan, tiba-tiba saja ada telepon dari Natalie, membuat Akram yang memang tadi sedang marah pada Natalie segera mengangkat panggilan itu.
Dia melongos pergi begitu saja ke luar ruangan meninggalkan dokter dan Anna.
"Halo Nat! kenapa baru menghubungi aku! apakah kau meremehkan aku? aku sudah mengatakan padamu jika Nenek sakit kan?"
__ADS_1
"Dimana kau sekarang?"
Akram langsung marah pada istrinya, entah mengapa Akram sudah terlalu lembut pada Natalie, sampai di titik Akram menjadi muak dan kecewa sekali.
"Sayang, kenapa kau marah-marah begitu, aku baru selesai latihan modeling ku, dan aku sudah ada di rumah sakit,"
"Kenapa kau berteriak padaku seperti aku adalah yang mengakibatkan Nenek mu sakit?"
Natalie tidak suka ketika Akram tiba-tiba saja marah padanya, padahal dia sudah menyempatkan waktunya menjenguk Nenek Deanny demi citra nya.
"Apa maksudmu? kau di rumah sakit? dimana kau sekarang?" seru Akram langsung panik, jika saja Nenek nya dan Natalie bertemu kali ini maka keduanya pasti bertengkar hebat.
"Sayang, kau aneh sekali hari ini, aku sudah berada di depan pintu rawat Nenek, ini sudah akan masuk ..."
Seru Natalie belum juga mendapatkan respon selanjutnya dari Akram, dia sudah langsung membuka pintu seenak jidatnya.
"Nek, aku datang menjenguk Nenek." seru Natalie benar-benar berpura-pura baik dan tulus sekali di depan Deanny, karena saat ini masih melakukan panggilan telepon dengan suaminya.
Tentu saja hal ini wajib dilakukan oleh Natalie agar suaminya terus membela dirinya.
"Oh tidak, ini celaka!" geram Akram langsung berlari ke arah ruangan pasien Neneknya.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
__ADS_1
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy