
Episode 54 : Percakapan suami dan Isteri.
.
.
Akram menyuapi Anna dengan lembut, Anna benar-benar terlihat lemah dan kehabisan tenaga nya.
Akram terlalu berlebihan tadi malam, melakukan itu sampai jam 3 pagi padahal malam itu adalah kali pertama untuk Anna.
"Oh ya, aku mau bertanya boleh tidak?"
Anna berbicara saat ia sudah selesai makan dan mendapatkan energi untuk berbincang-bincang.
"Hmmm? tanya saja, apa sih yang tidak untuk mu," balas Akram malah bercanda dan duduk di sisi istrinya bersandar di ujung ranjang.
"Bagaimana jika aku hamil dan aku sudah masuk kuliah? apakah aku harus berhenti kuliah dulu?" Anna sudah berpikir mengenai hal itu.
Padahal dia baru melakukan itu sekali.
"Jika ingin hamil tidak semudah itu, butuh berkali-kali percobaan, juga aku tidak ingin karena aku impian mu jadi terhambat, aku ingin kau memutuskan nya sendiri,"
__ADS_1
Balas Akram sungguh tidak ingin mengekang istrinya, dia ingin Anna tetap hidup sesuai yang dia inginkan.
Jika ingin kuliah maka Akram pasti akan mengijinkan, Akram tidak ingin karena keegoisan nya yang ingin memiliki anak malah akan meredupkan mimpi Anna.
Saat Anna mendengar itu, Anna tersenyum lalu bersandar di bahu suaminya.
"Ummm, lalu bagaimana dengan Nona Natalie? bagaimana jika dia tidak suka dengan ku? walau bagaimanapun, aku adalah istri kedua ... mau tidak mau aku memang secara tiba-tiba datang di antara kalian berdua, aku melihat kalian bertengkar saat lalu, aku jadi berpikir apakah itu karena aku,"
Anna bersandar dan memejamkan matanya, dia jadi berpikir lebih banyak sejak ia melakukan hal itu dengan Akram.
Entah mengapa ada berbagai pertanyaan yang mengganjal di hatinya.
Akram menghela nafasnya sejenak, lalu dia merangkul bahu istrinya.
"Jangan terlalu terbebani oleh semua ini, lakukan saja apa yang kau suka dan inginkan, apapun yang terjadi di kemudian hari akan menjadi yang terbaik untuk kita semua,"
"Tetapi aku akan beritahu sebuah rahasia kecil, kau mungkin tidak akan mempercayai aku, tetapi selama hidupku, baru pertama kali aku berkencan di pasar malam, seperti anak muda pada umumnya,"
"Terimakasih untuk itu," bisik Akram memejamkan matanya, dia ingin Anna tahu jika Anna telah memberikan warna baru, sebuah kesederhanaan yang membuat Akram merasa tenang dan bahagia.
"Aku lelah, aku mau tidur, peluk aku dan usap rambut ku!" Anna membaringkan tubuhnya, dia ingin tidur lagi tetapi dia ingin suaminya memeluknya.
__ADS_1
"Pffttt ... kau manja sekali, aku baru tahu si cerewet dan si suka menangis ini sangat manja!" balas Akram ikut merebahkan dirinya dan mensejajarkan tubuhnya dengan Anna.
Akram segera memeluk Anna dengan sangat nyaman sembari mengusap rambutnya.
Lagi-lagi Akram seperti pindah dunia, semua pemikiran mengenai pekerjaan yang menumpuk, hubungan rumit dengan Natalie seolah terlupakan begitu saja.
.
.
.
Time skip,
Hanya dalam waktu singkat, hubungan antara Akram dan Anna semakin dekat, mereka menemukan sesuatu yang lain dari sebuah pernikahan yang tiba-tiba itu.
Hati mereka seperti memanggil satu sama lain.
"Sayang, aku hari ini sampai di bandara, aku akan sangat senang jika kau berada di sana, jangan lupakan aku karena sekarang kau sudah memiliki gadis muda yang cantik di sisimu,"
Natalie membuat dirinya sangat menyedihkan, dia mengirimkan pesan agar Akram kasihan kepadanya.
__ADS_1
Ya, hari ini adalah hari dimana Natalie pulang.