
Episode 43 : Kencan pertama?
.
.
.
Seperti keinginan dari Akram, mereka makan siang di sebuah restoran paling mahal di kota itu, Anna selalu saja dibuat syok dengan kemegahan kota yang selama ini tidak pernah ia bayangkan akan menjadi tempat tinggalnya.
Makanan enak, udara yang bersih dan kota megah menjadi pemandangan yang ia lihat hari ini.
"Tuan ..." Anna membisik sembari memajukan badannya agar dia bisa mendekat ke arah Akram yang duduk di hadapannya.
Melihat Anna terlihat sangat menggemaskan dengan mata bulat nya, dan memajukan tubuhnya agar bisa mendekat benar-benar mendebarkan bagi Akram.
"Glek!"
Akram sampai menelan salivanya dengan kasar karena merasa tiba-tiba gugup sekali.
"Makanan nya enak sekali, aku boleh minta tambah kah? aku malu kalau mau pesan lagi ... tolong aku," bisik Anna benar-benar polos sekali.
Sejak tadi Anna bingung karena dia ingin menambah makanan nya, tapi dia malu sekali.
Anna melihat restoran ini sangat fancy dan megah, pasti akan memalukan baginya jika minta tambahan makanan di piring nya.
__ADS_1
"Pfft ..." Akram benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan keimutan dan kepolosan Anna ini.
'Aku kerjai saja ah, dia terlalu menggemaskan sampai aku ingin membuat nya hanya jadi milikku!'
Sisi jahil Akram membara dan dia mulai menatap tajam ke arah Anna.
"Aku akan membantu ku tapi berjanjilah kau akan melakukan sesuatu untukku ..." bisik Akram juga memajukan badannya agar dia bisa dekat dengan Anna dengan cara yang sama.
Dahi Anna mengernyit dan dia mendengarkan dengan serius, karena sungguh dia ingin menambah makanan yang ada di piring nya.
"Baiklah, akan aku lakukan yang penting bukan untuk kejahatan kan?" balas Anna benar-benar serius, dia menelan salivanya dan matanya secara tidak sadar mengikuti langkah kaki pelayan yang membawa makanan pesanan orang lain yang melewati nya.
'Ho ho, kepolosan ini membuat ku gila!'
"Nanti akan aku beritahu, pokoknya kau berhutang padaku ... aku akan pesan kan makanan untuk mu lagi, hari ini katakan saja apa yang ingin kau lakukan, aku akan menemani mu." seru Akram segera memencet tombol di mejanya agar pelayan datang ke meja mereka.
"Benarkah Tuan? kalau begitu akan aku pikirkan nanti, aku akan makan dulu ..." seru Anna bersemangat sekali, memikirkan apa yang ingin ia lakukan hari ini.
Setelah beberapa saat ...
Makanan yang diinginkan oleh Anna akhirnya datang dan dia habiskan sampai ia kenyang, dia tersenyum puas dan dunia terlihat indah di matanya saat ia kenyang bahagia.
"Tuan, tidakkah kau merasa ini seperti kencan? ha ha, aku belum pernah kencan sebelum nya, jadi aku benar-benar penasaran bagaimana rasanya, mungkin rasanya seperti ini,"
"Dulu senior ku di sekolah pernah mengajak aku kencan di kota, tapi aku menolak karena harus menjaga Nenek, saat itu aku benar-benar menyesal karena aku penasaran sekali bagaimana rasa kencan itu ..."
__ADS_1
Anna seperti biasa bercerita banyak hal, saat ia sudah kenyang, energinya kembali sepenuhnya.
"Ke ... kencan?"
"Kita kencan? benar juga! kita kan sedang berkencan?!"
Seru Akram menyadari apa yang sedang mereka lakukan ini.
'Astaga ... ada apa dengan ku? kenapa aku seperti anak remaja yang malu-malu? ini tidak bisa dibiarkan!'
Benak Akram dimana miliknya kembali mengembang seperti kembang tahu di bawah sana.
Wajah Akram menjadi merah lagi dan dia mencengkeram tangannya untuk menutupi gairahnya yang memuncak itu.
.
.
.
Author : sumpah, novel ini ringan banget sampai aku bingung cara nulisnya gimana 🥺 aku lanjutkan apa enggak ya novel ini? wkwkwkw
Karna terbiasa menulis novel dark romance penuh plot twist aku jadi bingung menulis nulis ringan ini. ðŸ˜
Huhu berikan aku saran guys, aku butuh kalian 🥺ðŸ˜
__ADS_1
Atau menurut kalian ini udah pas belum? atau terlalu ringan kah 🥺