Istri Muda Tuan Arogan

Istri Muda Tuan Arogan
Episode 24 : Akram sakit?


__ADS_3

Episode 24 : Akram sakit?


.


.


.


Di dalam mobil pengantin,


Hening dan sunyi, Akram dan Anna tenggelam dalam pikiran mereka sendiri.


'Apakah kuliah ku akan terganggu jika aku sudah menjadi seorang istri?'


'Menyedihkan sekali, sebenarnya aku tidak ingin menikah muda, hanya saja Nenek Deanny sangat baik jadi aku tidak bisa menolak ...'


'Apa yang akan terjadi padaku selanjutnya, belum lagi istri pertama Tuan Akram yang kelihatan jahat itu, aku masih harus bertahan hidup dalam terjangan rasa sakit sepertinya ...'


Saat menikah tadi, Anna tidak merasakan apapun, tetapi ketika ia di dalam mobil menuju rumah suaminya, Anna merasakan rasa sakit yang aneh di hatinya.


Anna ingin menangis tetapi dia tidak ingin diledek oleh Akram jika dia menangis, pasti Akram akan merepet dan memarahi nya seperti guru SD memarahi muridnya.


Jadi Anna menahan air matanya sebisa mungkin, dia akan menangis nanti jika dia di dalam kamar mandi saja.


'Tahan air mata, kita menangis nanti saja ya ...' seru Anna mencengkeram tangannya untuk menahan air matanya.


Sedangkan Akram, dia juga terdiam, nafasnya panas karena merasa kepalanya sangat pusing.


Sepertinya dia terlalu lelah, bukan saja karena banyak pekerjaan, akan tetapi dia tidak bisa tidur karena pernikahan dadakan dan Neneknya tiba-tiba sakit.


.


.


Hanya dalam waktu singkat keduanya sudah sampai di kediaman Akram.


"ASTAGA NAGA!"

__ADS_1


Mulut Anna menganga dan matanya juga ikut membulat, dia mengangkat gaun besar nya agar dia bisa berjalan.


"Selamat datang Tuan Akram, selamat datang Nyonya Anna ..."


Semua pelayan langsung menundukkan kepala mereka menyambut Anna dan Akram.


Anna masih saja terpana melihat betapa megah dan besarnya kediaman pribadi Akram, kediaman ini bahkan jauh lebih besar dari kediaman Nenek Deanny.


"Ternyata rumah mu jauh lebih besar Tuan, apakah ini bukan pemborosan? ini terlalu besar dan mewah! astaga ..."


Anna berbisik-bisik sembari ikut tersenyum kaku menundukkan kepalanya juga kepada semua pelayan yang berjejer menyambut dirinya dan suaminya.


Ketika Anna mengikuti Akram dari belakang dan membisik-bisik, Akram kelihatan diam saja dan tak menggubris.


'Ada apa lagi dengan lelaki ini? dia bahkan tidak menjawab aku! apakah dia dalam suasana hati yang buruk!'


Anna menggerutu dengan dirinya sendiri, tetapi kakinya tetapi berlari kecil mengikuti langkah kaki Akram.


"Tuan ... dimana kamar ku?"


"Kau berisik sekali dari tadi, diamlah!" seru Akram membuat Anna terkejut dan terdiam sebentar.


"Ting!"


Lift terbuka ke lantai dua dimana kamar pribadi Akram berada.


Anna yang tadi juga masih kesal dan tidak terima dengan pernikahan ini langsung menangis dan mengejar Akram.


"Buk!"


Anna memukul pundak Akram dengan tangan lemah nya.


"Dasar kejam, kau memarahi ku bahkan ketika ini adalah hari pertama kita menikah, kejam!"


"Aku juga sedih, aku juga ingin menangis sejak tadi karena tiba-tiba menikah di usia muda, tapi aku menahannya karena aku menghargai mu!"


"Huhu jahat!"

__ADS_1


Seru Anna menangis dan hendak pergi, tetapi dia tidak tahu dimana kamarnya.


"Dimana kamar ku? aku mau pergi dan tidur!" seru Anna berbalik badan lagi, dia kesal sekali.


Namun ketika ia berbalik badan.


"Buk!"


Akram terjatuh lemah di pelukan Anna.


"Haaah!"


"Kepalaku sakit sekali, bahkan maksud ku marah padamu, hanya saja kepalaku sakit sekali sejak tadi ..."


Keluh Akram yang sudah lemah itu.


Anna yang merasakan berat dan terkejut langsung terdiam.


Air matanya berhenti sesaat.


"Astaga Tuan, suhu tubuh mu panas sekali! aku harus panggil dokter," seru Anna hendak pergi memanggil Dokter.


"Tidak perlu An, minum obat sedikit juga pasti sudah sembuh, jika kau memanggil dokter, pasti Nenek tahu, dan Nenek akan semakin panik ... bawa aku ke kamar ku saja ..." keluh Akram mencoba berdiri dengan dibantu oleh Anna.


"Ba ... baik Tuan, aduh ... berat," Anna dengan kepolosan dan tingkah berterus-terang nya selalu saja menghibur, bahkan ketika Akram sakit, Akram hampir saja tertawa karena Anna mengeluh dan mengatakan berat ketika Anna membantu Akram berjalan.


.


.


.


Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.


Jangan lupa follow Instagram author juga di :


@Anak_Kost_Joy

__ADS_1


__ADS_2