
Episode 37 : Ciuman pertama.
.
.
.
"An ... mana hadiah ku?" bisik Akram semakin terdengar nakal, senyumannya sangat nakal, dan wajahnya semakin nakal.
Wajah Akram semakin mendekat dimana Anna mencoba menjauh tetapi di tahan oleh tangan suaminya.
"Tu ... tunggu dulu, Tuan ... kenapa jadi seperti ini?" seru Anna syok sekali, dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, yang ia tahu sekarang hanyalah dia merasa tegang dan jantungnya berdegup kencang sekali.
"Hehe ... apakah kau sudah pernah berciuman sebelumnya?" bisik Akram mencium pipi Anna pertama-tama.
Ketika ciuman di pipi itu mendarat, mata Anna melebar dia mencengkeram tangannya sekaligus menahan nafasnya.
Anna menggelengkan kepalanya dan dia benar-benar syok sekali atas kenakalan Akram ini.
"Belum pernah, Tuan bagaimana jika ada orang masuk dan memergoki kita? astaga, aku tidak bisa membayangkan nya, pasti akan sangat memalukan!" seru Anna masih mencoba mendorong Akram sekuat tenaga nya.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Akram berdegup kencang sekali, dia membuka matanya dan melihat kecantikan Anna yang berada dekat sekali di depan wajahnya.
"Jadi, ini akan menjadi yang pertama untuk mu, baiklah ... ini akan sangat mendebarkan! aku yang pertama!" bisik Akram tekan memberikan kesempatan untuk Anna merespon.
Kedua tangan Anna segala di tahan dengan mendekap Anna dengan sangat erat, salah satu tangan Akram juga meraih dagu Anna agar bibirnya bisa mencium Anna lebih leluasa.
"Cup!"
__ADS_1
Akram mencium Anna dengan posisi yang cukup nakal sekarang ini.
"Uhmmm ..."
Ketika bibir mereka bersentuhan satu sama lain, ada perasaan yang aneh dirasakan oleh Akram, tentu saja ini bukanlah ciuman pertama untuk Akram.
Bahkan ciuman bagi Akram terasa seperti hal biasa saja, namun ada yang aneh, bibir istri mudanya ini terasa sangat manis dan memabukkan, dia merasa sentuhan lembut ini membuatnya meleleh dan tak bisa berpikir dengan jernih.
"Bibir mu manis sekali, ingin kau esap sampai aku puas!" bisik Akram meletakkan kedua tangannya di sekitar leher Anna dan menciumnya dengan semakin menuntut.
Pagi itu, dia atas kursi yang biasanya digunakan oleh Akram bekerja, dia mencium seorang wanita yang memberikan sensasi aneh pada dirinya.
Berbeda dengan Akram yang menikmati ciuman itu dan tidak melepaskan Anna, Anna malah merasa bingung dan nafasnya tersengal-sengal karena tidak tahu caranya berciuman dengan benar.
'Uhmmm ... nafas ku habis, ini terasa menggelikan, aku bisa merasakan Saliva nya, aaaaa ... apa yang harus aku lakukan? apakah aku akan mati kehabisan nafas karena berciuman?'
Teriak Anna panik dalam dirinya sendiri, dia merasa panik, dia semakin mendorong Akram namun semakin ia dorong semakin erat pelukan nya.
"Tu ... Tuan, bukan itu, aku ... aku kehabisan nafas ..." keluh Anna mencoba menjelaskan pada Akram jika saat ini dia sedang kehabisan nafas.
Mata Akram langsung melebar saat itu, dia menatap wajah Anna dengan mata yang melebar.
"Kau benar-benar tidak tahu cara berciuman? bagaimana mungkin kau menahan nafas mu? kau mau mati?" Akram langsung merepet dan mencubit pipi Anna pelan karena merasa sangat kesal.
Bagaimana mungkin Anna menahan nafasnya selagi dia mencium nya.
"Tuan tidak jelaskan padaku caranya, aku mana tahu?" balas Anna sedang menarik nafasnya dan mencoba mengatur pernafasannya agar kembali teratur.
Saat itu dadanya naik dan turun dimana saat ini dia masih berada dalam pelukan suaminya.
Akram yang menyadari ada dua gunung kenyal menyentuh dadanya melihat ke bawah dimana buah dada yang ia sentuh tadi malam sedang berhimpitan dengannya.
__ADS_1
"Duar!"
Di dalam kepala Akram, seperti ada bom yang meledak, menandakan dia telah kehilangan kewarasannya.
*Blush*
Pipinya juga memerah dan matanya terkunci ke arah buah dada istrinya.
Sedangkan Anna merasa senang aneh juga, dia merasa ada sesuatu yang mengeras dan membesar di pahanya, dahi Anna mengernyit dan bingung.
"Tu ... Tuan, ada yang ..." belum sempat Anna menjelaskan apa yang ingin ia tanyakan, dia menemukan suaminya terlihat sangat malu dengan pipi yang memerah menatap ke arah buah dadanya.
"TUAAAANNN MESUM! LEPASKAN AKU!" Teriak Anna langsung mendorong Akram agar dia bisa lepas dari pelukan itu.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy
Masih ada 3 episode lagi nyusul ditunggu yaa 😍
__ADS_1