
Episode 15 : Aku matang dan sangat tampan!
.
.
.
"Tapi Nek, aku belum tanya Natalie, jikapun pernikahan ini terjadi tetap saja harus ada persetujuan Natalie ..."
Sebelum Akram melanjutkan ucapannya, Deanny langsung marah dan wajahnya menjadi merah.
"Natalie! Natalie! jangan pernah sebut nama itu lagi, lihatlah ketika Nenek mu sakit, apakah dia ada di sini sekarang?"
"Dia itu bukan wanita baik-baik! dia itu terlalu egois dan hanya mengambil keuntungan darimu!"
"Jika dia mencintai mu maka pasti dia juga akan berusaha mencintai keluarga mu! tapi lihatlah dia? bahkan tidak pernah mau berjumpa dengan ku!"
Deanny sudah kehabisan kesabarannya.
Natalie memang tidak pernah mau bertemu dengan Deanny atau bahkan mencoba menanyakan kabar saja tidak pernah.
Alasan Natalie adalah karena takut pada Deanny, sungguh alasan yang tidak masuk akal, ketika Deanny saja dekat dengan semua pelayan nya.
Yang artinya Deanny itu tidak sombong, malahan sangat ramah.
'Benar juga, tadi aku sudah menghubungi Natalie saat ke rumah sakit tapi dia malah tidak datang sama sekali, apa ini sebenarnya?'
'Nat, kau membuat ku tidak memiliki pilihan lain!'
Akram terdiam, semua yang dikatakan Neneknya benar adanya, Natalie tidak pernah terlihat mau mendekat ke Neneknya.
Dan pastinya ada sesuatu yang membuat Deanny yakin jika Natalie itu bukan wanita baik-baik, mengingat Deanny adalah wanita berpendidikan yang berpikiran luas.
__ADS_1
Deanny tidak akan mau menghujat orang lain tanpa alasan, pasti ada alasan yang pasti, namun Deanny menutupi nya dari Akram.
"Tok ... Tok ... Tok!"
Tiba-tiba saja percakapan itu di interupsi oleh ketukan dari dokter pribadi Deanny.
"Mohon Maaf Tuan Akram, Nona Anna, Madam Deanny masih butuh istirahat lebih banyak ... jadi sebaiknya perbincangan nya di tunda dulu ya ..." seru dokter itu sopan dan penuh hormat.
"Hmmm ... sebelum itu panggilkan kepala pelayan ku ke sini dulu dok, ada yang ingin aku perintahkan sebelum aku tidur ..."
"Dan kalian berdua keluar lah dulu!"
"Oh ya Anna, terimakasih ya Nak ..."
Deanny berbicara lembut hanya kepada Anna saja.
"Baik Nek, istirahat yang banyak ya ..." seru Anna memeluk Deanny dengan sangat lembut.
.
.
Di luar ruangan rumah sakit ...
"Kenapa kau setuju?" gerutu Akram pada Anna yang masih sesenggukan itu duduk di luar ruangan pasien.
Anna langsung menatap tajam ke arah Akram, saat ini mata Anna sudah memerah karena menangis sejak tadi.
"Jadi maksud Tuan aku harus menolak? siapa juga yang mau menikah dengan lelaki tua seperti mu? aku masih muda!"
"Tapi Nenek Deanny sangat berarti untukku, aku tidak bisa menolak!" gerutu Anna benar-benar jujur sekali.
"Tu ... tua? jangan salah sangka ya gadis penyihir! aku ini dewasa bukan tua, aku ini matang dan sangat tampan, banyak orang jatuh cinta padaku!" Akram langsung kesal, dia bahkan memicingkan matanya.
__ADS_1
"Huhu ... kau masih saja memarahi ku, kalau ada seseorang menangis harusnya di tenangin bukan di marahi." Anna masih sesenggukan.
Kejadian ini sangat traumatis baginya, alasan mengapa Anna tidak bisa berhenti menangis adalah karena Anna jadi ingat Neneknya yang telah tiada.
"Cih! kau yang melawan ku duluan, dasar cecunguk!" seru Akram mengambil sapu tangan di kantung jasnya dan memberikan nya pada Anna.
"Nih, ambil! cengeng!" gerutu Akram meminta Anna mengambil sapu tangan.
"Cih!" Anna masih kesal namun ia segera mengambil sapu tangan itu dan melap ingusnya tanpa malu.
*Ada suara ingus terdengar di lorong rumah sakit*
Akram sampai menoleh dan melihat sapu tangannya sudah kotor.
"Gadis ini tidak anggun sekali!" Akram meraih dagu Anna dan mengambil sapu tangan itu lagi dan mengusap hidung Anna dengan benar.
Anna masih sesenggukan saat itu.
Ketika itulah Akram melihat ada luka di kaki Anna, bahkan darahnya sampai mengering.
Sepertinya tadi pecahan minuman yang ia bawa tak sengaja diinjak oleh Anna.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy
__ADS_1