
Episode 35 : Ini belum seberapa.
.
.
.
"Woah, apakah ini gedung milik mu Tuan? kenapa besar sekali?'
"Kenapa Tuan bisa sangat kaya?"
Mata Anna melebar dan dia dengan polosnya melihat sembari mendongak ke atas bagaimana gedung pencakar langit itu sangat besar, megah dan luar biasa.
"Ho ho, tentu saja ini milikku, kau tidak tahu saja sehebat apa aku ini! sudah cukup lihat-lihat nya ... ikut aku saja." seru Akram tertawa bangga sembari meraih kepala Anna dan menekannya sedikit agar Anna tidak mendongak.
"Nanti leher mu sakit! pegang tangan ku ... gedung perusahaan ini terlalu luas, takutnya kau akan tersesat." seru Akram mengulurkan tangannya.
Mereka masih ada di lobby perusahaan sekarang, namun Anna sudah merasa terkagum-kagum sejak tadi.
Dia yang dari desa melihat pemandangan modern seperti ini sangatlah luar biasa baginya.
"Hmmm ... baiklah Tuan," seru Anna meraih tangan suaminya dan mengikuti suaminya melangkah ke dalam perusahaan.
"Nanti ingat ya, saat kau dibawa keliling perusahaan oleh sekretaris ku, kau harus hati-hati kepada semua lelaki yang ada di perusahaan ini."
"Jika ada yang mengganggu mu langsung beritahu aku, mengerti?" bisik Akram seperti tengah memberikan hipnotis kepada istrinya agar tidak percaya kepada siapapun kecuali dirinya.
__ADS_1
"Baiklah Tuan, aku bisa menjaga diriku sendiri, jika ada yang mengganggu aku, akan langsung aku lapor ..." seru Anna mengepal tangannya di depan dan menatap ke arah Akram dengan bersungguh-sungguh.
Seolah Anna hendak terjun ke dalam sebuah misi besar.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Merek akhirnya sampai di ruangan kerja milik Akram Dominic, ketika pintu di buka dan Anna masuk ke sana, mata Anna melebar dan jantungnya berpacu dengan sangat kencang.
Dia melihat bagaimana sebagian dinding tepatnya di belakang meja kerja Akram, dinding nya kaca dan menunjukkan pemandangan spektakuler kota metropolitan yang luar biasa.
"Woah, ini terlihat seperti di film film, Tuan, apakah kamu melihat ini setiap hari? ini keren sekali ... waaaaahhhh!"
Anna berlari ke arah dinding kaca itu, dan menempelkan tangannya di sana melihat pemandangan kota dan gedung tinggi yang padat di tempat itu.
Tadi saat menaiki mobil, Anna sudah dibuat terpukau oleh gedung pencakar langit yang mereka lewati, tetapi saat melihat nya dari ketinggian seperti ini rasanya jauh lebih luar biasa.
Tubuhnya mengarah ke arah Anna dan wajahnya yang tampan itu memperlihatkan kebanggan yang tiada Tara.
Anna yang hanya memiliki tinggi 160 cm, sedangkan Akram 185 cm membuat jarak tinggi mereka cukup jauh.
Anna sampai harus mendongak agar bisa melihat Akram.
"Iya Tuan, aku senang sekali ... terimakasih ya sudah mengajak aku ke sini, aku bersyukur bisa melihat semua ini ..." seru Anna dengan sangat polos dan ceria.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Akram berdegup semakin kencang, wajahnya menjadi merah kembali dan dia tak bisa menutupi kegugupannya.
__ADS_1
"Begini saja kau sudah senang, masih banyak lagi yang ingin aku tunjukkan! kau tidak akan menyesal menikah dengan ku, aku berjanji jika kau tidak akan pernah merasa masa muda mu direbut oleh ku!" seru Akram dengan percaya diri.
"Baiklah ... baiklah Tuan, aku juga tidak pernah merasa seperti itu," seru Anna semakin mengenal Akram.
Akram memang kelihatan sangat arogan, suka marah dan tidak mau ditolak, tetapi hatinya lembut seperti Nenek Deanny.
Mungkin ego Akram sangat tinggi akan tetapi sikapnya terhadap Anna tidak pernah melewati batas, malah Akram sebisa mungkin menghargai Anna.
"Ehem ..."
Akram berdiri dengan tegap sekarang, Anna yang kelihatan memandang kota metropolitan itu terlihat sangat cantik dan menggemaskan.
Jantungnya berdegup semakin kencang.
"Aku sudah melakukan ini, aku mau hadiah ku!" seru Akram tersenyum sangat nakal, entah dari mana ini ini berasal tetapi mungkin sejak awal pikiran Akram terhadap Anna hanyalah hal-hal nakal.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
__ADS_1
@Anak_Kost_Joy