
Episode 18 : Akram akan menikah besok.
.
.
.
Melihat ketegangan antara Deanny dan Natalie membuat Akram harus bijak dan berada di tengah-tengah.
Sekarang ini, suka atau tidak, Natalie masih berstatus sebagai istrinya, jadi Akram tidak boleh bertindak gegabah.
"Nek, tenang dulu ya ... istirahat lah dulu sesuai anjuran dokter, biarkan Akram berbicara dengan Natalie ya Nek,"
Akram berbicara sangat lembut pada Neneknya, dia memeluknya sebentar agar Deanny kembali tenang.
Saat itu wajah Natalie benar-benar terbakar, dan dia marah sekali melihat tingkah suaminya yang sangat membela dan menyayangi Neneknya, sedangkan dirinya harus mengenakan jaket bulu nya sendiri karena pakaiannya basah.
Ketika Natalie menatap tajam kearah Deanny, Deanny tersenyum puas dan menatap balik Natalie.
Setelah itu Deanny kembali beristirahat, dan Akram membawa istrinya ke luar.
🦋
🦋
"Sayang, apa maksud Nenek mengatakan kau akan menikah lagi?"
__ADS_1
"Lalu apa maksud nya kau setuju untuk menikah lagi?"
"Apakah kau membuang aku? apakah karena aku tidak sempurna makanya kau mau menikah lagi dan menceraikan aku?"
"Kau jahat sekali Akram, kenapa kau begitu kejam?"
Natalie menangis tersedu-sedu, mereka berbicara di lorong rumah sakit, Natalie tidak mau pergi sebelum Akram menjelaskan apa tadi maksud dari Nenek Deanny.
"Nat, aku kan sudah katakan padamu, aku ini wajib memiliki anak, kau tidak pernah menerima saran ku untuk mulai serius memiliki anak,"
"Nenek menemukan surat pemeriksaan itu secara pribadi, tidak ada yang bisa aku lakukan, ketika kau bahkan tidak mau bekerjasama denganku, kau tidak mau keluar dari dunia modeling ..."
Salah satu tangan Akram berada di pinggangnya sekarang, dan satu lagi mengusap rambutnya dengan kasar.
"Tapi tega nya kau langsung mau menikah? aku tidak akan setuju Akram, aku tidak mau kau menikah lagi!" keluh Natalie tidak terima
"Baiklah, aku tidak akan menikah, asalkan kau keluar dari dunia modeling mu! bagiamana?"
Akram bertanya dengan wajah yang benar-benar sudah muak, semakin ia pikirkan, semakin ia merasa sudah terlalu banyak mengalah pada Natalie.
Hanya karena janjinya yang ada di masa lalu untuk selalu menjaga Natalie, nampaknya Natalie malah memanfaatkan janji itu.
Natalie yang mendengar itu menangis dan dia mengepal tangannya.
'Tua bangka sialan! ini semua karena si tua bangka itu! kau bahkan membuat Akram membentak aku!'
'Aku tidak akan terima! awas saja!'
__ADS_1
"Akram tolonglah, aku sangat mencintaimu, tapi aku juga mencintai dunia modeling, tolong mengertilah sedikit, bagaimana aku bisa berhenti jadi modeling?!" keluh Natalie masih merengek menangis.
Dia menggenggam tangan Akram dan menunjukkan wajah memelas dan memohon nya.
Akram menggelengkan kepalanya dia menyayangkan jawaban Natalie ini.
"Nat, sudah tiga tahun aku bersabar, ingatlah aku bersabar karena janjiku, dan karena aku seorang lelaki oleh karena itulah aku menjaga ucapan dan janjiku! jangan mengasah kesabaran ku karena kau tahu kau akan menyesal seumur hidup!"
"Jangan bicara soal jangan menikah padaku, jika kau bahkan tidak mau meninggalkan dunia modeling mu itu! mengerti?"
Akram kelihatan marah sekali, dia bahkan memperingati Natalie agar jangan asal bicara dan seolah lupa mengenai hubungan awal mereka.
Akram yang kelelahan itu ingin kembali mencari udara segar sebentar, dia masih ingin menemani Neneknya di rumah sakit.
Saat Akram membalik badannya, dia melihat Anna yang kebingungan berdiri disana dengan sangat kaku.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy
__ADS_1