Istri Muda Tuan Arogan

Istri Muda Tuan Arogan
Episode 52 : Bukan mimpi buruk.


__ADS_3

Episode 52 : Bukan mimpi buruk.


.


.


Saat Akram sudah selesai mandi air dingin, Akram sama sekali tidak memiliki keinginan untuk membuka ponselnya.


Natalie sudah berkali-kali mencoba menghubungi Akram, tetapi sama sekali tidak diangkat.


"Ahhh! dasar brengsek! aku tidak Sudi meminta maaf pada Nenek bau tanah itu, ini semua karena gadis muda itu, dia datang menghancurkan rumah tangga ku, akan ku berikan kau pelajaran gadis muda sialan!"


Natalie sudah benar-benar kehilangan kesabaran nya, dia akan menyingkirkan Anna dengan tangannya sendiri karena telah merenggut semua perhatian suaminya.


.


.


Di villa,


"Ah, kenapa aku selalu saja ketagihan, aku mau lagi tetapi aku tidak tega menghabisi nya lagi,"


"Salah mu sendiri kenapa terlihat menggoda di mataku dan membuat ku tidak bisa memikirkan mu!"


Akram mengomel lagi dan lagi, dia memejamkan matanya dan mengintip sedikit agar bisa mengusap tubuh istrinya dengan air hangat.


Karena jika dia menatap nya secara gamblang maka sisi buas dalam dirinya akan segera mengambil alih dan dia akan menghabisi Anna lagi.


Setelah beberapa saat ...

__ADS_1


"Haah! akhirnya selesai juga! aku bisa tidur!" seru Akram sudah mengusap tubuh istrinya dan mengambil beberapa stok bajunya yang ada di mobil untuk istrinya.


Saat melihat Anna hanya mengenakan kemeja putih, kecantikan nya malah semakin terpancar.


"DEG ... DEG ... DEG!"


Jantung Akram berdegup terlalu kencang, dia segera menepuk kedua pipinya lagi.


"Plak!"


"Sadar Akram, jangan menjadi bejat! aku tahu ini salah dia karena terlalu menggoda, tetapi sebagai lelaki paling sabar dan tampan di dunia kau harus menahan diri sebentar lagi!"


Seru Akram mengepal tangannya dan menyerukan semangat nya.


Dia segera membuka selimut dan berbaring di sisi istrinya.


"Terimakasih sayang, kencan tadi sangat bermakna untuk ku," bisik Akram kemudian hanya dalam beberapa saat sudah terlelap begitu saja.


.


.


"Kenapa tubuhku terasa berat, perih dan pegal di sana-sini apakah aku sedang tidur di atas duri?"


Keluh Anna saat ia bangun jam 12 siang.


Anna mencoba membuka matanya dan betapa terkejutnya ia saat menemukan lengan kokoh melingkar di tubuhnya dan nafas hangat seseorang tepat di dadanya.


Tadi saat tidur, sisi buas Akram nampaknya mengambil alih, jadi saat Akram memejamkan matanya, tangannya tetap membuka kancing baju Anna dan dia menaruh wajahnya tepat di buah dada istrinya yang menjadi tempat favorit nya sekarang.

__ADS_1


Begitulah cerita singkat mengapa penampilan Anna sekarang mengenakan kemeja putih tetap kancing nya terbuka semua.


"AAAAAAA!"


Anna berteriak dan menutup wajahnya saat menemukan tanda biru di sana sini, bahkan di tangannya.


Akram yang mendengar teriakan itu tentu saja terperanjat.


"Ada apa? ada apa? apakah kau bermimpi buruk sayang?" Seru Akram dengan sigap langsung bangun dan saat ini menemukan Anna menutupi dirinya di dalam selimut.


"Iya aku bermimpi buruk, dimana kau menggigit ku di sana sini, sekarang aku seperti kehilangan tenaga ku untuk berdiri! apa yang sudah kau lakukan?" seru Anna berbicara dari dalam selimut.


Akram yang menyadari istrinya baik-baik saja segera menghela nafasnya lega.


"Tadi malam bukan mimpi buruk, aku sedang menanam benihku, yang nantinya akan menjadi bayi!"


"Jika benih itu jadi bayi, betapa sedih nya dia saat kau mengatakan kejadian itu mimpi buruk, ohhh ... calon bayi, maafkan Mama mu ini,"


Akram mengerjai Anna lagi, hal itu membuat Anna langsung syok dan merasa bersalah.


"Ma ... maksud ku bukan begitu," seru Anna membuka selimut hanya di bagian wajahnya saja.


Saat itu penampilan Anna sangat menggemaskan, lalu Akram tertawa lepas.


"Ha ha, istriku yang sangat menggemaskan ini, kenapa kau imut sekali!" seru Akram langsung menjatuhkan dirinya di atas kasur dan memeluk istrinya yang membungkus dirinya dengan selimut itu.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2