Istri Muda Tuan Arogan

Istri Muda Tuan Arogan
Episode 7 : Terbayang-bayang Anna.


__ADS_3

Episode 7 : Terbayang-bayang Anna.


.


.


.


Deanny sudah bisa bernafas dengan lega menggunakan bantuan pernafasan, dokter pribadinya juga sudah memastikan jika Deanny baik-baik saja dan ini semua terjadi karena terlalu lelah.


"Ini bukan karena Nenek lelah dan baru melakukan perjalanan panjang, ini semua karena wanita itu!"


"Jika ingin Nenek menerima nya maka berikan aku cicit segera, Nenek tidak akan mati sebelum mendapatkan cicit darimu!" seru Deanny dengan penuh harap.


Dia tidak ingin pergi meninggalkan cucunya yang kelihatan tetap kesepian walau sudah menikah.


Ayah dan Ibu Akram sudah bercerai sejak Akram kecil, bahkan sekarang Ayah dan Ibunya sudah memiliki keluarga masing-masing, jadi Akram memang sudah kesepian sejak dulu.


Mendengar itu Akram terdiam, dia kemudian menghela nafasnya.


'Tidak mungkin aku mengatakan pada Nenek jika Natalie tidak bisa melahirkan, bisa-bisanya Nenek akan semakin terpuruk, bagaimana ini? aku benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana!'


"Itu bisa dipikirkan nanti Nek, sekarang Nenek istirahat lah, aku keluar dulu ..." seru Akram mencoba keluar untuk menghirup udara segar.


.


.


Di balkon kamar Akram,


Akram sudah berada di balkon kamarnya, dia hendak menghubungi Natalie.

__ADS_1


"Tring ... Tring ... Tring!"


"Halo sayang? ada apa sayang menelpon larut begini?" Natalie yang sedang mempersiapkan dirinya untuk fashion show yang menjadi impiannya itu sedang dihubungi oleh Akram, suaminya.


"Ummm? tidak ... bagaimana latihan mu? apakah kau melakukan nya dengan baik?"


Akram tadinya hendak membicarakan mengenai keinginan Neneknya yang menginginkan cicit namun nampaknya Natalie sangat serius dan sibuk sekarang.


Jadi Akram tidak akan membahas nya untuk saat ini.


"Aku melakukan nya dengan sangat baik, aku bahkan mendapatkan pujian tadi ... oh ya sayang sudah dulu ya, aku masih harus melakukan beberapa hal sebelum pulang nanti ..." seru Nat segera mengakhiri panggilan itu.


"Hmmm ..." Akram menyimpan ponsel nya dan menyalakan rokoknya.


Dia bersandar di pegangan balkon dan mengembuskan asap dari rokoknya.


Dia menatap langit malam dari tempat itu, saat ia menatap malam itu ...


'Ini pertama kalinya untukku, jangan usir aku Tuan ...'


Tiba-tiba saja bayangan Anna memenuhi kepalanya, seolah adegan itu tertera di langit malam lebih bintang.


Mata Akram melebar dan dia terkejut sekali.


Akram menggelengkan kepalanya dan mematikan rokoknya.


"Aku pasti sudah gila! apakah aku kurang tidur? ini membuat ku frustasi! kenapa aku mengingat wajah gadis itu? sangat aneh!"


Akram mengatur pernafasannya, lalu ia segera memasuki ruangannya hendak membersihkan diri dan segera tidur.


Dia tidak ingin mengingat-ingat hal aneh seperti wajah gadis polos itu lagi.

__ADS_1


.


.


Sedangkan Anna ...


Anna masih belum tidur, dia sudah mengenakan pakaian tidur polos yang ada di lemari pakaian.


Sepertinya Deanny sudah mempersiapkan segalanya sebelum Anna datang ke kediaman ini.


Bahkan sudah ada komputer belajar lengkap di ruangan itu.


"Mari kita cari program pembelajaran yang bisa aku coba! aku harus berkuliah ... mulai dari hari ini aku harus mulai memikirkan masa depan ku!" seru Anna menggenggam tangannya dan membakar semangat nya.


Dia akan mencari tempat ujian untuk memasuki universitas, jika bisa dia akan mencari jalur beasiswa.


Jika tidak bisa maka dia akan mencari pekerjaan untuk bisa membiayai kuliahnya sendiri.


Anna sungguh tidak ingin merepotkan siapapun.


.


.


.


.


Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.


Jangan lupa follow Instagram author juga di :

__ADS_1


@Anak_Kost_Joy


__ADS_2