
Episode 8 : Anna ingin berterimakasih.
***
Malam itu akhirnya berakhir, baik Akram dan Anna bisa tidur setelah melakukan beberapa hal.
Akram mengerjakan beberapa pekerjaan kantornya sebelum akhirnya tidur, sedangkan Anna sudah mendapatkan lokasi ujian yang akan terlaksana dua hari lagi di sekitarnya untuk memasuki universitas favorit.
Lalu setelah itu Anna bisa tidur.
🦋
🦋
Keesokan paginya,
Anna bangun sekitar jam 4 pagi, dia terbiasa bangun pagi sekali karena biasanya dia harus merawat Neneknya yang telah tiada.
Anna meregangkan tubuhnya, dia hendak memasak pagi ini.
"Sebagai ungkapan terimakasih setidaknya aku harus melakukan sesuatu, saat ini aku hanya bisa memberikan rasa terimakasih berupa makanan yang akan aku masak!"
"Walaupun di sini ada koki tapi di desa ku aku pernah menang Juara satu perlombaan memasak satu desa!"
Seru Anna berdiri depan cermin dan menggenggam tangannya menunjukkan semangat nya yang menggebu-gebu.
Pertama-tama, Anna membersihkan dirinya, dia selalu saja merasa syok melihat kamar mandi yang sangat modern dan mewah ini.
__ADS_1
Setelah Anna membersihkan dirinya, dia mengambil ikat rambut, dia mengikat rambutnya dan memeriksa giginya di kaca.
"Hmmm, selain lomba memasak aku juga pernah lomba kecantikan di desa dan aku juara satunya! ha ha ha! di sini pasti aku akan mendapatkan banyak teman dan mungkin pacar pertama? aaaaa!"
Anna sudah berpikir banyak hal, dia memegang pipinya yang tiba-tiba memerah.
Mimpi gadis biasa yang datang dari desa, dalam bayangannya pasti ada lelaki yang sangat keren di luaran sana akan menjadi pacar pertamanya.
Anna melangkahkan kakinya menuju luar kamar, rumah ini terlalu besar, untung saja sudah ada beberapa pelayan yang membersihkan kediaman itu pagi pagi sekali.
"Nona ... pagi sekali anda bangun? apakah ada hal yang anda butuhkan?" pelayan wanita yang kelihatan rajin sekali itu melihat Anna keluar dari kamarnya dengan pakaian yang terlihat cantik sekali dan wajahnya bersinar cerah.
"Jangan panggil aku Nona, panggil Anna saja, hehe ..."
"Oh ya Kak, dapur di sini dimana ya? aku ingin sekali memasak untuk Nenek dan Tuan Akram, setidaknya sebagai rasa terimakasih ..."
"Gadis yang sangat baik, kebetulan aku juga mau kesana, ayo aku antar kan," seru pelayan itu tersenyum lembut.
Anna segera menganggukkan wajahnya dan mengikuti Kakak pelayan itu.
"Oh ya, tadi malam Madam Deanny mengalami sesak nafas, jadi jika ingin memasak sarapan untuk nya sebaiknya berikan makanan yang mudah di kunyah ya ..."
"Sepertinya Tuan muda dengan Madam tadi malam bertengkar, jadi Madam kelihatan dalam suasana hati yang buruk, hati-hati ya Nona ..." seru Kakak pelayan itu memberitahu Anna jika tadi malam ada kericuhan yang terjadi.
"Nenek sakit? astaga ... aku harus segera merawat Nenek kalau begitu, aku harus cepat-cepat," seru Anna hendak berjalan dengan cepat.
Dia sedikit takut mendengar Nenek Deanny sakit, karena hal itu akan mengingatkan Anna dengan neneknya yang telah tiada.
__ADS_1
.
.
Sesampainya di dapur,
"Pak ... kali ini bisakah berikan Anna kesempatan untuk memasak sarapan, aku tahu jika makanan buatan Bapak dan yang lain lebih enak ... tapi aku ingin sekali memberikan sesuatu kepada Nenek yang sudah baik padaku ..."
Anna sedang membujuk kepala koki dan pelayan yang lain yang bertugas menyiapkan makanan pagi di kediaman ini.
"Hmmm ..." kepala koki itu menghela nafasnya dan sedikit khawatir.
Jika saja makanan buatan Anna gagal, maka bisa saja mereka semua akan dimaki habis-habisan oleh Akram Dominic.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy
__ADS_1