
Episode 38 : Akram sedang dilema.
.
.
.
'Akram, kau berlagak polos dan mau menghargai nya, padahal dia itu milik mu, kalian kan menikah karena memang mau memiliki anak? jadi lakukan saja sekarang, mumpung suasana nya mendukung!'
Bisikan nakal di dalam diri Akram ingin sekali segera menghabisi Anna dengan mambi buta di atas meja kerjanya.
Sungguh, Akram benar-benar dibuat tergoda oleh Anna.
'Benar juga, dia kan istriku ... 19 tahun itu juga sudah dewasa, jadi tidak apa jika aku melakukan nya sekarang, lagian kami harus cepat memiliki anak!'
Akram mulai tergila-gila, dia mengikuti bisikan hasrat yang ada dalam dirinya, sehingga ketika Anna hendak menolak, tangan Akram mencengkeram semakin kuat dan ingin mencium Anna lagi.
"Glek!"
Akram menelan salivanya dengan kasar, dia memeluk Anna dengan mudah dan pasti dengan mudah juga dia pasti bisa melakukan hal nakal itu.
__ADS_1
'Akram, lihatlah mata polosnya, ciuman saja dia baru kali ini, bagaimana mungkin dia akan bisa melayani mu? dia masih terlalu polos, jika kau melakukan ini sekarang maka kau akan membuatnya trauma, sabar saja, pelan-pelan!'
Hati nurani Akram juga berbisik disaat bersamaan, sungguh Akram sedang dalam dilema besar.
Dia merasa jika ini adalah pertama kalinya ada seseorang bisa membuat nya bergairah sebegini hebatnya.
'Benar juga, jika aku melakukan nya sekarang maka dia akan kesakitan dan Trauma, ah sialan! bagaimana ini? aku bingung ...'
"Tuan, lepaskan aku, ada yang besar di bawah sana ... Tuan kenapa melihat aku seperti mau memakan aku hidup-hidup, bukan nya tadi pagi aku sudah memasak makanan untuk mu?" seru Anna merasa dia harus segera melarikan diri.
Dia mencoba menyadarkan Akram dengan menepuk dada Akram berkali-kali.
Akram yang baru saja menyadarkan diri itu entah mengapa merasa sangat malu, kepunyaannya membesar sebegitu hebatnya di bawah sana dan dia tidak bisa melakukan apapun untuk itu.
Akram mencoba menutupi yang dibawah itu yang sudah membesar dan tak bisa dia tenangkan, mungkin sebelum meeting dia harus mandi air dingin dulu di kamar mandi ruangan pribadinya.
"Tuan memang mesum, bagaimana mungkin akan melakukan itu terus, bahkan melihat dada ku sejak tadi!" gerutu Anna hendak pergi duduk di sofa yang sedikit jauh dari Akram.
Dia merasa Akram sudah seperti monster yang akan menghabisi nya kapan pun ada kesempatan.
"Aku mesum? aku tidak mesum, aku seperti ini karena digoda oleh mu! dasar penyihir kecil!" gerutu Akram hendak bangkit dan pergi ke kamar mandi dulu untuk melakukan pelepasan secara pribadi disana.
__ADS_1
"Hah! aku sampai kehabisan kata-kata." balas Anna membalikkan badannya dan dia terkejut melihat wajah suaminya yang sudah merah sekali dan keringat dingin sedang berdiri hendak pergi.
"Tu ... Tuan kenapa wajah mu merah sekali dengan tiba-tiba? apakah Tuan sakit?" seru Anna hendak datang dan menolong suaminya.
"Stop!" Akram dengan tegas meminta Anna untuk berhenti melangkah dan jangan datang ke dekatnya lagi.
Anna tentu saja secara refleks berhenti dan kebingungan, dia merasa Akram terlihat sangat aneh, apalagi gelagatnya yang tidak biasa.
"Jangan mendekat dulu, kau tidak ingin aku habisi sekarang kan? jika kau ingin aku makan sekarang juga kau bisa datang mendekat, tapi jika tidak ingin maka pergilah ke sofa dan duduk dengan baik!" perintah Akram masih menutupi miliknya dengan tangan karena sudah sesak disana.
Anna yang mendengar Akram akan memakannya melebarkan matanya, dia merasa suasana ini tiba-tiba menjadi mengerikan.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
__ADS_1
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy