Istri Muda Tuan Arogan

Istri Muda Tuan Arogan
Episode 9 : Dia terlalu cantik!


__ADS_3

Episode 9 : Dia terlalu cantik!


.


.


.


"Begini saja Nona, kami akan memberikan ruang untuk Nona memasak makanan untuk Madam dan Tuan muda, akan tetapi saya dan yang lain juga akan memasak makanan seperti biasanya sebagai cadangan, siapa tahu nanti masakan buatan Nona tidak sesuai dengan lidah Madam dan Tuan muda ..."


Kepala pelayan itu memberikan saran yang sangat bijak, membuat Anna segera bersemangat dan berbinar-binar.


"Baik Pak, terimakasih banyak sudah memberikan aku kesempatan." seru Anna bersemangat sekali.


Dia segera mencari bahan makanan untuk ia masak, pastinya makanan yang ia masak akan sangat sederhana tapi ia yakin jika hatinya yang tulus memasak makanan ini akan membuat rasanya luar biasa.


"Ayo kita buat hari Nenek menjadi baik kembali karena masakan, seperti pepatah jika perut kenyang maka hati juga senang!"


"SEMANGAT!"


Anna bersemangat memasak dengan sepenuh hati.


Saat ini Anna dan para koki seperti sedang berlomba memasak, mereka kelihatan serius dan sibuk sekali.


.


.


.


Setelah beberapa saat ...

__ADS_1


Tak terasa sudah jam setengah enam, dimana Deanny sudah turun ke bawah untuk mengurangi suntuknya di kamar semalaman.


Ketika ia melihat Anna sedang merapihkan makanan di atas meja makan, Deanny segera terperanjat.


Deanny masih berada di kursi roda, ada pelayan yang mendorong kursi roda itu.


"Anna? apa yang kau lakukan Nak? kenapa kau menyiapkan makanan?" tanya Deanny kebingungan.


Anna yang melihat Nenek Deanny sudah ada di dekatnya langsung berlari memeluk Deanny.


"Nek, aku dengar tadi malam Nenek sakit ya? maafkan Anna ya, karena Anna sama sekali tidak tahu ..."


"Apakah Nenek sudah baikan?"


Anna khawatir sekali, dia bertanya pertanyaan bertubi-tubi kepada Nenek Deanny.


Deanny yang mendengar perhatian tulus itu tersenyum lalu mengusap rambut Anna.


"Nenek baik-baik saja Nak, sekarang Nenek mau bertanya apa yang kau lakukan menyiapkan makanan di atas meja, apakah ada pelayan di rumah ini yang berani menyuruh mu? katakan pada Nenek!"


"Nek, aku tidak di suruh siapapun, semua pelayan di rumah ini sangat baik pada Anna,"


"Anna ingin menyiapkan masakan untuk Nenek dan Tuan Akram, sebagai bentuk terimakasih karena sudah menerima Anna di rumah ini,"


Seru Anna bahagia sekali, dia bangkit hendak mengajak Nenek Deanny untuk segera sarapan.


Tetapi ketika ia berdiri, Anna terkejut ketika melihat Akram sudah berdiri di sana sembari membenarkan dasinya.


"Pa ... pagi Tuan Akram," Anna segera menunduk hormat dan menyapa Akram.


"Hmmm!" Akram hanya membalas dengan kata 'hmmm' saja ketika Anna sudah sangat sopan menyapa nya.

__ADS_1


Akram yang memang memiliki pekerjaan penting di perusahaan memutuskan untuk ke kantor pagi sekali.


Ketika Akram berlalu hendak duduk di kursi makan, pipi dan telinga Akram sudah merah sekali.


'Sialan! dia terlalu cantik! kenapa dia tersenyum segala padaku? dia mau memamerkan senyum manis nya atau mata dalam nya?'


'Sialan! sialan! aku pasti sudah gila!'


Akram berdebat dalam dirinya sendiri, dia menjadi sangat gugup dan lagi tak lagi mau menatap ke arah Anna.


'Sebenarnya aku salah apa pada lelaki ini! kenapa dia memiliki tempramen yang sangat buruk?'


Anna tidak memiliki pilihan selain duduk di kursi dekat Nenek Deanny.


Dan di samping Deanny sudah ada Akram.


Mereka akan menyantap makanan yang dibuatkan oleh Anna, karena makanan yang disiapkan para koki belum disajikan, makanan itu hanyalah sebagai jaga-jaga.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Anna berdegup kencang sekali ketika Nenek Deanny dan Akram hendak memakan masakan buatannya.


.


.


.


.


Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.

__ADS_1


Jangan lupa follow Instagram author juga di :


@Anak_Kost_Joy


__ADS_2