Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
HATI BATU!!!


__ADS_3

"Assalamualaikum." Salam Papi Hendri.


"Waalaikumsalam." Saut Kinara lembut.


"Ayo Pi salahkan masuk." Sambut Kinara hangat yang di balas senyuman lembut oleh Papi Hendri.


Papi Hendri pun masuk kedalam rumah, Saat Adit akan akan ikut membawa Gathan masuk, Kinara langsung mencegah Adit membantu Gathan masuk kedalam.


"Maaf, Tapi biar aku saja." Ucap Kinara.


Adit menatap Gathan yang hanya diam tak menunjukkan ekspresi apapun, entah dia mau atau menolak sama sama tidak dapat Adit ketahui. Namun sesaat kemudian Adit membiarkan Kinara membawa Gathan masuk karena Gathan tak kunjung berkomentar.


Kinara mendorong kursi roda Gathan menuju lift dengan lembut, ia juga mencoba berbicara pada Gathan yang tentu seperti biasa hanya dibalas dengan kebungkaman nya.


"Mas? Tidak bisakah kau membalas pembicaraan ku?" Tanya Kinara.


"Jangan banyak omong kosong atau aku lempar kau kebawah!" Ketus Gathan melirik pagar besi pembatas lantai atas.


"Jika kau melakukan itu maka kau tidak akan memiliki istri lagi." Balas Kinara santai.


"Itu lebih baik! Aku tak sudi memiliki istri seperti mu!" Sarkas Gathan tak perduli.


"Kau yakin? Kalau aku tiada maka tidak ada lagi yang mengurus mu mas." Balas Kinara berusaha menahan sakit hatinya.


"Heh!! Aku bisa melakukan semuanya sendiri." Tukas Gathan tajam.


Perdebatan itu terhenti ketika sampai di dalam kamar, Kinara mengantar Gathan ke kamar mandi lalu meninggalkan nya untuk mandi. Semua sudah siap air, dan handuk pun sudah tersedia di sana.


"Mas, kalau udah selesai panggil aku."


"Pergi saja! Aku bisa melakukannya sendiri!" Sarkas Gathan dingin.


Kinara diam dan kemudian pergi, ia menyiapkan pakaian ganti untuk Gathan sebelum akhirnya dia turun lagi ke bawah untuk membantu ibu mertuanya menyiapkan makan malam yang sempat ia tinggal tadi.


20 menit kemudian Gathan keluar dengan lilitan handuk di pinggangnya, ia melihat sekeliling kamar yang tak nampak batang hidung Kinara. Kemudian pandangan Gathan beralih pada pakaian ganti yang sudah Kinara siapkan untuk nya.


"Aku mau lihat sampai kapan kamu berpura-pura sabar!" Ucap Gathan menatap suram pakaian ganti tersebut.


*Aku akan membuatmu menunjukkan sifat asli mu!* Batin Gathan suram.


-


-

__ADS_1


Kini semua orang tengah fokus pada makanan mereka, seperti biasa saat makan tidak ada pembicaraan yang terjadi. Setelah makan malam barulah mereka mulai berbincang di tempat yang sama sebelum benar benar pergi setelah itu.


10 menit lamanya keluarga itu berbincang, setelahnya semuanya pamit pergi ke kamar masing masing, tentu Gathan yang menjadi yang pertama pergi dari ruang makan itu di ikuti Kinara yang memang membantu Gathan pergi.


"Apa kau tidak lelah terus mengurusku?" Tanya Gathan setelah mereka ada di dalam lift.


"Enggak kok mas, aku ini istri kamu mas, dan sudah tugas ku mengurus mas." Jawab Kinara tersenyum.


Ting......


Gathan diam setelah pintu lift terbuka, Kinara membawa Gathan masuk kedalam kamar kemudian membantu Gathan duduk di ranjangnya. Saat ingin pergi Kinara terhenti karena sebuah ucapan aneh Gathan.


"Jangan terus sembunyi." Ucap Gathan membuat Kinara bingung.


"Maksudnya?" Tanya Kinara tak paham.


"Jangan terus berpura-pura, wanita mana yang mau hidup susah dengan pria cacat seperti ku!" Cercah Gathan diselingi senyum miris.


"Apa yang kau katakan mas?" Tanya Kinara tak habis pikir dengan pikiran Gathan.


"Katakan! Berapa uang yang keluargamu inginkan? Aku akan memberikannya 2 kali lipat!" Sarkas Gathan dingin.


"Mas, aku sudah bilang sebelumnya aku bukan karena uangmu!" Sentak Kinara kesal.


"GATHAN!!!" Bentak Kinara emosi atas apa yang Gathan katakan.


"Tutup mulut kotor mu itu! Aku sudah berusaha yang terbaik untuk mu! Aku tidak pernah menginginkan harta mu! Jika kau benar-benar tidak menyukai kehadiran ku maka ceraikan aku!" Sambung Kinara dengan air mata yang tak dapat ia tahan.


"Hahaha menceraikan mu? MIMPI!! Aku tidak akan melepaskan mu dengan mudah! Kau harus merasakan rasanya hidup di neraka!" Cercah Gathan suram.


"Kau laki-laki brengsek Gathan! Aku juga tak sudi memiliki suami yang tidak punya hati seperti mu! Hati mu itu batu Gathan! BATU!!!" Sentak Kinara menekan kata BATU.


"Aku bersumpah atas hati yang kau sakiti ini, Saat hati batu mu itu retak kau akan kehilangan Cinta mu! Kau akan merasakan apa rasanya sakit yang sebenarnya!" Sambung Kinara menyumpahi Gathan.


BRAKKK!!!........


Kinara yang siap pergi meninggalkan Gathan kaget dengan suara itu begitu juga dengan Gathan, keduanya menoleh dan melihat apa yang jatuh itu, yang ternyata adalah foto pernikahan Gathan dan Kinara yang Mami Liska pajang.


Seketika perasaan Kinara menjadi gusar, ia menatap Gathan dengan perasaan cemas, ia baru sadar bahwa karena amarah dirinya telah menyumpahi hal buruk pada pria yang berstatus suaminya itu.


"Di saat kau benar-benar menyesali perbuatan buruk mu, kau akan kembali mendapatkan apa yang memang menjadi milikmu." Ucap Kinara sebelum benar benar pergi meninggalkan Gathan yang membatu.


*Ya Allah.... Maafkan hamba yang sudah menyumpahi suami hamba sendiri, jangan biarkan hal buruk menimpanya, hamba bersedia menggantikan nya menerima hukuman apapun itu.* Batin Kinara berdo'a.

__ADS_1


Kinara berlari menuruni anak tangga dengan menutupi mulutnya karena menahan tangis, Bahkan Gina yang menyapanya pun tidak Kinara hiraukan, Hatinya terlanjur sakit, ia tak bisa memikirkan apapun.


Gina pun mengadu pada Mami Liska bahwa ia melihat Kinara berlari terburu-buru bahkan Gina juga mengadu tentang kecurigaan nya bahwa Kinara sedang menangis.


Mami Liska lantas langsung mengejar Kinara yang di tuntun petunjuk dari para maid yang melihat Kinara pergi. Mami Liska mengikuti petunjuk petunjuk itu dan akhirnya menemukan Kinara di tanah kosong 10 meter dari mansion besar Dierga.


"Kinara?" Panggil Mami Liska pelan.


Merasa namanya di sebut Kinara lantas mendongak dan melihat ibu mertuanya berdiri di depannya, dengan cepat Kinara menyeka air matanya.


"Ma-Mami?! Kok mami disini?" Tanya Kinara terkejut.


Bukannya menjawab mami Liska justru bertanya balik. "Justru Mami yang harus hanya sama kamu, kamu ngapain di sini? Apa Gathan menyakiti mu?" Tanya mami Liska balik.


Kinara Diam, ia sungguh tak enak jika harus mengadu pada ibu mertuanya tentang masalah rumah tangganya.


"Katakan saja nak, Tidak usah sembunyikan apapun." Ujar Mami Liska memeluk Kinara tanpa aba-aba.


Perlahan Kinara terisak di pelukan ibu mertuanya, dari kejauhan Gina melihat hal itu dengan dua penjaga yang menemaninya, takut kalau-kalau ada bahaya.


"Hiks... Mami.... Aku minta maaf..." Ucap Kinara terisak.


"Minta maaf untuk apa hemm?" Tanya Mami Liska.


"Aku... Karena emosi aku gak sengaja menyumpahi hal buruk pada Mas Gathan Mam, Hiks... Aku beneran gak sengaja..." Isak Kinara merasa bersalah.


"Apa?!" Kejut Mami Liska.


Kinara sontak melepaskan pelukannya dari ibu mertuanya itu, ia tatap wajah ibu mertuanya dengan penuh penyesalan.


"Aku beneran gak bermaksud gitu... Jika saja Allah mengabulkan sumpah ku itu aku bersedia menerima hukuman Mas Gathan Mi. Bahkan jika aku harus mati aku bersedia menukar nyawaku dengan mas Gathan, aku gak mau suamiku kenapa-kenapa, Hiks..." Ucap Kinara panjang lebar dengan Isak tangis yang semakin menjadi.


"Sudah Nara, jangan bicara hal hal seperti itu lagi, insyaallah semuanya akan baik-baik saja." Hibur Mami Liska berusaha menenangkan Kinara.


"Nara? Boleh Mami tanya sesuatu?" Tanya Mami Liska ragu.


Kinara lantas menyeka air matanya dan berusaha untuk tidak menangis lagi. "Iya, silahkan Mi." Jawab Kinara berusaha tenang.


Lanjut Besok.....


Happy reading All 🌹✨


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2