Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Tak Bisa Di Selamatkan?


__ADS_3

Kinara di masukkan kedalam ruangan hijau itu, Sementara Gathan tetap menunggu dalam keadaan berdiri di depan pintu ruangan tersebut. Tangannya gemetar, hatinya gusar memikirkan keadaan istrinya.


Gathan menatap lampu yang menyala dengan gundah, Istrinya sedang di operasi dan entah bagaimana perkembangannya sekarang, Gathan amat takut mengingat dirinya yang juga pernah merasakan yang namanya operasi.


"Tuan muda." Seru Adit menatap Gathan.


"Jangan ganggu aku!" Sentak Gathan suram.


".... Sa- Saya cuma mau bilang bahwa anda bisa berjalan sekarang." Ungkap Adit canggung.


Gathan lantas menatap kakinya, Ia bahkan lupa bahwa ia sudah tidak membutuhkan kursi rodanya lagi sejak tadi. Karena rasa cemasnya itu ia melupakan semua hal termasuk kakinya yang sudah berfungsi.


Gathan lantas terduduk di bangku tunggu dengan tubuhnya yang lemas dan air mata yang tak dapat ia tahan, ternyata benar hanya butuh dorongan dan itu berfungsi karena Kinara, ia bisa berdiri karena Kinara Istrinya.


"Ini semua terjadi karena Kinara, Dorongan itu berfungsi karena Kinara... Aku bodoh Adit, aku bodoh!" Lirih Gathan dan mengumpat dirinya sendiri.


"Tuan muda tenanglah... Nona muda pasti baik-baik saja, dia akan bertahan untuk anda." Ujar Adit menenangkan.


"Hiks... Adit aku harus bagaimana? Jika terjadi sesuatu padanya aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Aku baru sadar dia sangat berarti, dan itu terlambat..." Lirih Gathan refleks memeluk Adit.


Adit kaget bukan kepalang menerima perlakuan itu dari tuan mudanya, Namun ia berusaha tenang dan menghiburnya dengan mengelus punggung Gathan.


"Terkadang seseorang yang sangat berarti baru akan terasa di saat terakhir. Tapi nona muda adalah gadis yang kuat, dia akan sembuh dan tersenyum lagi pada anda. Dan tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki semuanya." Ujar Adit panjang lebar.


Gathan pun merasa lebih baik, Ia melepaskan pelukannya dan kembali menunggu dengan perasaan berkecamuk. Ia tak henti hentinya berdo'a pada yang kuasa untuk kesembuhan istrinya, istri yang baru ia sadari bahwa dia adalah orang yang sangat berarti bagi dirinya.


Hampir satu jam Kinara di dalam ruangan hijau itu dengan dokter yang menangani, Namun masih belum ada tanda-tanda bahwa operasinya telah selesai. Gathan semakin khawatir dengan itu, jika saja bisa ia pasti sudah menerobos masuk kedalam ruangan hijau itu dan melihat kondisi istrinya secara langsung.


"Apa yang sebenarnya Rian lakukan disana?! Kenapa lama sekali!" Sarkas Gathan tak sabaran.


"Adit, Kinara akan baik-baik saja kan? Lukanya tidak parah, kan? Dia tidak akan meninggalkan aku, kan?" Tanya Gathan hilang kendali karena ke khawatirannya.


"Tuan muda tenang, Tunggulah sebentar lagi, aku yakin dokter akan membawa berita baik." Ujar Adit menenangkan.


Gathan mengangguk dengan berat, ia setuju untuk tenang namun hatinya tidak, perasaannya bagaikan terombang ambing! Ia tak bisa untuk tenang.


15 menit kemudian lampu di atas pintu ruang operasi pun padam, Gathan sontak berdiri dan menunggu pintu itu terbuka. Mungkin hanya dalam hitungan 10 detik pintu itupun terbuka dan memperlihatkan gadis cantik yang tengah terbaring pucat di atas brangkar berjalan.


"Kinara?" Seru Gathan gemetaran.


"Rian! Istriku baik-baik saja, kan?!" Tanya Gathan panik karena melihat raut wajah pasrah milik Rian.


Rian tetap saja diam dan tak menjawab, ia malah semakin menunjukkan ekspresi tak berdayanya hingga membuat Gathan semakin geram dan mencengkeram kerah kemeja Rian.

__ADS_1


"Jawab Aku! Mengapa kau diam?! Dan apa maksud eskpresi mu ini hah?!" Sentak Gathan hilang kesabaran.


"Tuan muda tenang, tuan muda." Tukas Adit berusaha menjauhkan Gathan dan Rian.


"Jangan hentikan aku!" Sentak Gathan menepis Adit.


Gathan pun kembali menatap Rian yang masih diam. "Jangan main-main dengan kesabaran ku Rian!" Tekan Gathan menatap suram Rian.


"Gathan tenang, Kinara harus di pindahkan ke ruang ICU lebih dulu, nanti kita bicara detailnya." Ujar Rian tenang.


Gathan menurut, mereka pun membawa Kinara ke ruang ICU setelah itu Gathan dan Rian bicara secara pribadi empat mata. Sementara Adit menunggu di luar ruang ICU menjaga Kinara.


"Katakan!" Ujar Gathan dingin.


"Gathan, Operasinya memang berjalan dengan lancar, Tapi dia sudah mengalami luka fatal sebelum akhirnya terluka oleh tusukan itu dan kau tau sendiri itu sangat membahayakan nyawa." Jelas Rian berat.


"Jangan bertele-tele! Ada apa dengannya?!" Tukas Gathan panas dingin.


"Dia selamat sekarang, tapi aku tidak tau dia bisa bertahan sampai kapan."


Gathan lantas menggebrak meja dengan amarah yang memuncak. "Apa maksud perkataan buruk mu itu?! Kinara akan baik-baik saja! Dia gadis yang kuat!" Sentak Gathan tak terima.


Rian tercengang, Ternyata ada juga seorang gadis yang mampu membuat Gathan hilang kendali, Bahkan saat Gathan masih bersama Cindy dia tak sampai seperti sekarang yang sangat tidak bisa di kendalikan untuk tenang.


"Gathan..... Istrimu kristis, jika ia bertekad untuk bertahan, Mungkin dia hanya akan koma. masih ada kemungkinan untuk selamat, Jangan putus asa, tenangkan dirimu." Ujar Rian menepuk bahu Gathan pelan.


"Gathan, Gunakan kursi rodamu sebelum kakimu benar-benar pulih, Jangan terlalu banyak berjalan atau itu akan memacu komplikasi lagi." Pesan Rian Sebelum Gathan benar-benar menghilang dari pandangannya.


_


_


Sudah 15 menit lamanya Gathan terus berdiri menatap Kinara lewat kaca ruangan itu, ia bahkan tak perduli dengan nasehat Rian yang mengingatkan untuk tidak berlebihan menggunakan kakinya.


"Tuan muda, Ini kursi roda anda, silahkan." Ujar Adit sopan.


Gathan mengangguk dan duduk di kursi roda tersebut, namun ia masih tetap di posisi sama. "Adit, Jika Kinara sadar, apakah dia akan membenciku?" Tanya Gathan sendu seraya menatap Kinara.


"Saya yakin tidak akan. Nona sangat mencintai anda." Jawab Adit tersenyum.


"..........." Gathan hanya diam tak membalas.


"Tuan muda, Apa tidak perlu mengabari tuan dan nyonya atau nona Regina?" Tanya Adit hati-hati.

__ADS_1


"Jangan beritahukan Mami dan Papi dulu, mereka bisa khawatir." Jawab Gathan melarang.


"Dan perketat lagi penjagaan di mansion, Gina sendirian sekarang." Sambung Gathan.


"Baik" Ucap Adit menunduk. Ia kemudian pergi untuk menghubungi penjaga di mansion Dierga.


Sudah satu jam lamanya Gathan menunggu dan Kinara masih tidak menunjukkan tanda-tanda kesadarannya. Gathan semakin khawatir, Ia bahkan lupa untuk menyantap makanannya, Sudah seharian ia tak mengkonsumsi makanan dan membuat Adit khawatir.


"Tuan muda, setidaknya makanlah sedikit." Tutur Adit.


"Nanti saja." Balas Gathan acuh dan Adit hanya bisa pasrah.


🌬️🌬️🌬️🌬️🌪️



Dokter keluar dari ruangan Kinara, Yah Itu adalah Rian yang baru saja melihat perkembangan kondisi Kinara Karena dia sama sekali tidak ada menunjukkan tanda-tanda membaik yang membuat semuanya cemas terutama Gathan.


"Rian, Bagaimana?" Tanya Gathan tergesa-gesa.


"Gathan.... Maafkan aku." Cicit Adit sendu.


"Apa maksudmu?!" Tanya Gathan dengan nada tinggi dan mencengkram kerah baju Rian.


"Istrimu mengalami cedera serius di organ fitalnya. Di tambah luka bakar dan kondisinya yang memang buruk dari awal, Dengan berat hati...." Ucap Rian yang di potong oleh Gathan.


"Apa?!!! Jangan bicara omong kosong!!" Sentak Gathan yang sesungguhnya tau Rian akan mengatakan apa.


"Aku turut berduka-cita atas meninggalnya istrimu, Yang tabah Gathan." Tutur Rian prihatin.


Gathan tak terima, ia lantas menerobos masuk kedalam ruangan dan tak henti-hentinya mengatakan tidak mungkin. Ia menepuk pipi Kinara berusaha membangunkannya, namun nihil usahanya sia-sia.


"Tidak! Kau tidak mungkin meninggalkanku! Kinara bangun!" Sentak Gathan histeris seraya menggenggam erat tangan Kinara yang sudah dingin itu.


"Kinara bangun! Jangan tinggalkan aku! Kau harus bangun! KINARA BANGUN!!!" Pinta Gathan histeris.


"Tidak mungkin! KINARA!!!" Teriak Gathan dengan tangis yang pecah.


🌬️🌪️


"Tuan muda, anda baik-baik saja?" Tanya Adit.


Gathan menatap Adit dengan bingung, Ia ingin bicara namun susah karena nafasnya yang tercekal. Gathan lantas berdiri dari duduknya dan menatap kedalam ruang ICU dimana Kinara berada. Ia menghembuskan nafas lega karena kejadian itu hanyalah mimpinya saja, Istrinya masih disana dan baik-baik saja. Setidaknya untuk sekarang.

__ADS_1


CIE... YANG KENA PRANK JUDUL 🤣🤭 JANGAN ESMOSI YA SAYANG TAKUTNYA MELEDAK 🥵😌


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2