Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Permintaan Maaf


__ADS_3

1 Minggu pun berlalu, Kini Kinara sudah bisa bicara normal namun dokter belum menganjurkan untuk keluar rumah sakit, mengingat lukanya yang amat parah waktu itu.


Namun Kinara saat ini tengah diam membisu, ia tak ingin bicara pada siapapun termasuk Gathan, Gathan ingin menyentuhnya pun Kinara sangat menolak dan menangis, yah... Itu di sebabkan setelah Kinara mengetahui luka bakar di tubuhnya. Walaupun tidak parah tetap saja Kinara merasa dirinya tidak sempurna untuk bersanding dengan suaminya.


"Nara, Ada apa denganmu?" Tanya Gathan khawatir.


"Hiks... Kamu pasti jijik dengan tubuhku, kan?" Ujar Kinara terisak.


"Siapa yang bilang Hem? Lihat aku." Ucap Gathan ingin menyentuh tangan Kinara namun Kinara menolak.


Gathan menghembuskan nafas panjang. "Dengarkan aku Kinara, aku sama sekali tidak merasa jijik padamu, jangan berfikir sembarangan." Lanjut Gathan tersenyum.


"Hiks mas bohong! Waktu aku baik-baik saja mas Gathan gak mau sama aku, apa lagi sekarang! Hiks... Aku benar-benar tidak pantas untuk mengharapkan cinta dari kamu mas... Sekarang aku rela... Aku rela diceraikan." Tukas Kinara sesenggukan.


Gathan kaget bukan kepalang mendengar penuturan Kinara itu, Ia pun duduk di sisi Kinara lalu tanpa aba-aba langsung mencium bibir ranum istrinya itu.


Kinara terbelalak kaget mendapatkan serangan mendadak tersebut. air matanya mengalir deras, ini adalah ciuman pertamanya dan akhirnya suaminya yang pertama menciumnya, Kinara sangat bahagia dengan itu.


Gathan sibuk menciumi bibir istrinya, sementara Kinara diam saja, ia tak menolak ataupun membalas ciuman suaminya itu hingga beberapa saat kemudian Gathan menyudahi aksinya.


"Ma-Maafkan aku." Ucap Gathan membuang muka dan mengelap bibirnya.


Kinara tak mengatakan apapun, ia hanya menunduk diam yang membuat Gathan cemas, ia takut Kinara tidak suka dengan perilakunya barusan, walaupun Gathan tau itu adalah hak nya namun tetap saja Gathan tak enak hati, secara hubungan mereka awalnya sangat tidak baik dan sekarang dirinya malah mencium Kinara tanpa izin.


"Ka-Kau marah?" Tanya Gathan takut-takut.


"...... Tidak, itu hak mas di saat aku masih berstatus istrimu." Jawab Kinara setelah terdiam sejenak.


"Kinara, kamu akan selalu menjadi istriku, jangan bicara seolah-olah kita akan pisah." Tukas Gathan tak suka dengan penuturan dari Kinara.


"Mas, Kamu juga udah bilang pernikahan kita akan berakhir bulan depan, lantas apa itu tidak menandakan kita akan berpisah? Apa lagi dengan kondisiku saat ini." Pungkas Kinara membuat hati Gathan terasa tercubit.


Gathan lantas memeluk erat Kinara, Ia sadar akan kesalahannya dan sangat menyesalinya, sekarang ia benar-benar tak ingin kehilangan Kinara, Kinara adalah wanita terbaik yang pernah hadir dalam hidup nya.


"Maaf, Maafkan aku... Ini salah ku hingga membuatmu seperti ini, aku tidak akan menceraikan mu Nara." Ucap Gathan.

__ADS_1


Kinara lantas melepaskan pelukan suaminya dan menangis tersedu-sedu. "Jika kamu hanya kasihan padaku maka lebih baik jangan mas! Aku tidak berharap pernikahan kita bertahan karena rasa kasihan mu, aku mau cinta mu mas! Aku mau pernikahan ini bertahan karena cinta! hiks...." Pungkas Kinara terisak.


"....... Tapi sekarang aku sadar diri. Maka-, maka sekarang jatuhkan talak padaku mas! CERAIKAN AKU!" Sambung Kinara tegas.


"Tidak! Aku tidak akan pernah melakukan itu!" Sentak Gathan tak kalah tegas.


"Kenapa?! Kasihan?! Kamu tidak perlu merasa bersalah, ini kesalahan ku sendiri hingga aku jadi begini, aku tidak menyalahkan kamu mas, kamu tidak perlu mengasihani kondisi ku." Sarkas Kinara.


"Aku lelah mas! aku tidak bisa berjuang lebih lama lagi untuk mendapatkan cinta mu, lebih baik kita pisah dari pada aku harus memulai dari awal untuk berjuang, Aku lelah mas! Lelah!! Aku tidak bisa berjuang sendirian! Cinta yang aku harapkan tidak akan pernah kamu berikan! Untuk apa aku bertahan?! Akhhh hiks hiks." Sambung Kinara hilang kendali.


Melihat Kinara hilang kendali hingga gemetaran Gathan sigap memeluk erat Kinara dan menenangkannya, Kinara menangis kencang mencurahkan semua rasa sedihnya yang ia tahan selama ini.


"Aku mencintaimu Kinara! Aku bukan kasihan! Tapi aku benar-benar mencintaimu, apa yang aku ungkapkan waktu itu benar adanya, aku mencintaimu Kinara, benar-benar mencintaimu." Ungkap Gathan tulus.


"Hiks... Bohong!" Tukas Kinara.


"Kinara tenanglah, jangan seperti ini, aku minta maaf... Aku minta maaf telat menyadari perasaan ini dan menyakitimu, aku minta maaf karena menyiksamu sebelumnya, aku minta maaf atas perilaku kasar yang pernah aku lakukan padamu, aku minta maaf telah banyak menyakitimu, tolong maafkan aku, Jangan meminta pergi..." Lirih Gathan tanpa sadar mengalirkan buliran bening dari sudut matanya.


Gathan melepaskan pelukannya kemudian meraih tangan Kinara dan menggenggamnya erat, tak tertinggal permintaan maaf yang terlintas dari mulut Gathan, ia menunduk dan gemetar memohon maaf pada istrinya itu.


Kinara diam, ia tak menyangka Gathan akan meminta maaf seperti itu, sepertinya Gathan benar-benar menyesalinya dan ia sungguh-sungguh ingin memperbaiki semuanya.


"Aku jujur. Aku mencintaimu Kinara, Maafkan aku, ayo kita mulai semuanya dari awal, jangan tinggalkan aku, aku tidak ingin kau pergi." Ungkap Gathan tulus.


Kinara kaget, ia merasakan basah di tangannya, ada air yang baru saja jatuh mengenai tangannya, dan itu adalah air mata Gathan, Kinara tak menyangka bahwa Gathan akan menangis karenanya.


"Mas, kamu nangis?" Tanya Kinara berat.


"...... Tidak." Jawab Gathan mengelak.


Kinara diam dan kemudian memeluk Gathan, ia ungkapkan semua perasaannya yang senantiasa di balas oleh Gathan, keduanya pun sama-sama mengungkapkan perasaan masing-masing yang mereka pendam selama ini.


"Kamu mau kan memulai semuanya dari awal bersama ku? Kali ini kamu tidak akan berjuang sendirian, Aku akan mencintaimu Kinara, please stay with me." Ujar Gathan tulus.


Kinara lantas menangis haru dan mengangguk. "Sure." Jawab Kinara memeluk Gathan.

__ADS_1


Keduanya pun berpelukan hangat, Kinara begitu bahagia saat ini karena berhasil mendapatkan cinta suaminya yang selama ini dirinya perjuangkan. Namun pelukan itu hanya bertahan sebentar ternyata🤣 karena beberapa saat kemudian Kinara mengeluh sakit di perutnya, dan itu disebabkan karena lukanya terbuka.


"Hiks... Sakit mas." Rintih Kinara.


"Nara tahan sebentar, dokter akan segera datang." Tutur Gathan cemas.


Tak berselang lama, Rian pun masuk kedalam ruang rawat Kinara, ia memeriksa luka Kinara dan memperbannya ulang. Walaupun Gathan keberatan Rian yang memperban ulang luka Kinara tapi mau tidak mau Gathan harus bersedia mengingat Kinara yang sudah merintih sakit.


"Baiklah selesai, Jangan banyak bergerak atau lukanya akan terbuka lagi." Tutur Rian menasehati.


"Kamu sih! Ngapain tadi banyak gerak Hem? Kan begini jadinya." Timpal Gathan memarahi Kinara.


"Mas... Kok malah marahin aku sih, aku lagi sakit loh." Ucap Kinara melas.


Gathan lantas mendengus kasar. "Baiklah maaf.... Jangan banyak gerak lagi ya." Ucap Gathan mengelus rambut Kinara lembut dan Kinara hanya mengangguk dan tersenyum.


"Cukup... Kalian membuatku muak." Cetus Rian.


"Pergi." Ucap Gathan singkat dan dingin.


"Hey, aku ini yang nolongin istri mu." Tukas Rian melototi Gathan.


"Oh udah berani melotot ke arah ku ya, Awas saja kau." Ancam Gathan.


"Hey hey aku bercanda, Jangan membuatku panas dingin tuan muda." Celetuk Rian dengan sedikit kekehan kecil.


Gathan geram kemudian menendang Rian menjauh darinya, tapi bukan tendangan kek orang main bola ya guys, Pokoknya tendangannya cukup untuk membuat seseorang mundur😂


"Ya Allah galak banget pak suami." Tukas Rian menyeimbangkan tubuhnya.


"Pergi!" Ketus Gathan.


"Engga." Balas Rian Ngadi-ngadi.


Gathan geram dan siap menendang Rian keluar namun Rian buru-buru langsung berlari keluar dari ruangan tersebut. Ia terkekeh melihat tingkah Gathan, akhirnya gak sedingin yang dulu batin Rian.

__ADS_1


KALIAN MAUNYA RIAN TIPIKAL ORANG YANG DINGIN ATAU HUMORIS NIH? 🥵🤗


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2