Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Pernyataan Menyakitkan


__ADS_3

Berjam-jam pun berlalu, Kinara sudah pulang dari perusahaan sementara Gathan tidak. Gathan masih diluar, ia sedang bertemu klien penting dari USA dan entah dia akan pulang kapan, mungkin akan sangat larut.


Sementara Kinara kini sedang memindahkan barang-barang nya ke kamar lain, Bahkan Kinara di tempatkan di kamar pembantu oleh Gathan. Proses pindahan itu di awasi oleh anak buah kepercayaan gathan yang lain.


"Nona muda, Anda baik-baik saja kan?" Tanya Bi ani khawatir.


"Tidak apa-apa Bi, Aku ikhlas kok Bi. Aku yakin mas Gathan akan segera mencabut hukuman ini." Jawab Kinara seraya mengusap buliran bening yang siap mengalir dari sudut matanya.


"Yang sabar ya non, insyallah tuan muda akan segera mengetahui yang sebenarnya." Ujar Bi Ani menghibur.


"Iya Bi." Balas Kinara berusaha tersenyum walaupun sulit.


Mereka berdua pun lanjut membereskan barang-barang Kinara yang baru ingin di taruh ke lemari. Anak buah gathan juga sudah pergi jadi Kinara dan Bi Ani bisa leluasa berbincang bincang di sela-sela aktivitas mereka.


Setelah semuanya selesai, Kinara membantu Bi Ani memasak lagi. Awalnya Bi Ani melarang karena ingat gathan pernah melarang Kinara untuk beraktivitas sebelum benar-benar pulih, namun Kinara bersih keras yang membuat Bi Ani tak bisa apa-apa.


"Kak Nara!!" Panggil Gina nyaring karena kakak, Mami dan Papinya sedang tidak ada.


"Adu non Gina kenapa mulai teriak-teriak lagi?" Tanya salah satu maid yang ada di sana.


"Kan gak ada orang juga, Cuma kalian ini ya gak apa-apa lah sekali-kali." Jawab Gina cengengesan dan para maid itu hanya bisa geleng kepala.


"Oh ya dimana Kak Kinara?" Sambung Gina Bertanya keberadaan Kinara.


"Di dapur sama Bi Ani Non." Jawabnya menunjuk sopan ke arah dapur.


Tanpa basa-basi Gina bergegas ke arah dapur untuk menemui Kinara, Sampainya di sana terlihat kakak iparnya itu tengah fokus menumis bumbu balado.


Gina menghampiri Kinara dan menyapanya, kemudian membantu Kinara dengan bahan-bahan yang akan ia masak, sementara Bi Ani memotong sayuran lainnya dan yang lain mencucinya sebelum di potong ataupun di iris-iris oleh Bi Ani.


"Oh ya Kak, Kak Gathan kok belum pulang sih? Tumben banget." Tukas Kinara bertanya seraya menatap Kinara.


Kinara kaget dengan penuturan dari adik iparnya itu, ia bahkan berhenti mengaduk bumbu yang ia tumis dan larut dalam lamunannya, Sebuh tepukan bahu dari Gina barulah membuatnya tersadar.


"Kakak ipar ada apa?" Tanya Gina.


"Tidak apa-apa. Mmm Mas Gathan lagi ada pertemuan dengan klien nya. Adit bilang mungkin akan pulang larut."


"Ohh gitu ya." Ucap Gina manggut-manggut.


_


_


Setelah selesai memasak, Para maid pun menyajikan makanan itu kemeja makan yang sudah Gina nantikan dari tadi. Sungguh perutnya tidak henti hentinya berceloteh minta di asupi makanan.


"Kak Nara, Kakak mau kemana? Gak makan malam dulu?" Tanya Gina melihat Kinara pergi ke arah tangga.

__ADS_1


"Engga Gin, Aku tunggu mas Gathan pulang baru makan malam. Aku mau ke kamar dulu istirahat." Jawab Kinara berbohong. Nyatanya ia tidak lagi tinggal di kamar yang sama dengan Gathan.


"Kalau Kakak pulangnya larut gimana? Bisa-bisa Kak Nara ketiduran, mending makan malam dulu aja." Tutur Gina membujuk.


"Engga Gin, makasih ya." Balas Kinara tersenyum kemudian beranjak pergi.


Selesai dengan makan malamnya, Gina pun pergi ke kamarnya karena ada tugas kuliah yang harus ia kerjakan. Saat itu juga Kinara turun dan menuju kamar pelayan, namun langkahnya terhenti dan malah berbelok arah ke arah ruang makan dan menunggu kedatangan suaminya disana.


Jam sudah menunjuk jam 21:15 namun Gathan tak kunjung pulang, Kinara bahkan sudah tertidur pulas dengan menyandarkan kepalanya di atas meja.


Mansion pun sudah sepi karena para maid sudah istirahat, Walaupun masih ada beberapa pelayan seperti Bi Ani dan para maid yang bertugas bagian dapur. Dan tentu saja di luar mansion lah yang masih ramai karena para petugas keamanan di mansion Dierga itu.


*****


"Selamat datang kembali tuan muda." Sambut penjaga membungkuk hormat setelah membukakan gerbang untuk mobil gathan.


Mobil Gathan pun memasuki pekarangan mansion Dierga luasnya sangat membuka mata. Adit membantu Gathan turun dan mendudukkan nya di kursi roda kemudian membantu Gathan masuk, sementara pekerja lainnya memarkirkan mobil Gathan pada tempat yang seharusnya.


*Biasanya gadis sialan itu akan menyambut, Dimana dia sekarang?! Huh masih bilang tidak akan melupakan kewajiban!* Batin Gathan menggerutu.


"Bi Ani! Bi Ani!" Panggil Gathan.


Bi Ani yang mendengar namanya di panggil oleh suara yang tak asing baginya itu lantas bergegas keluar dan menemui tuan mudanya dengan perasaan gemetar mengira ia akan di marahi mengenai suatu masalah yang sebenarnya juga tidak ia ketahui.


"Dimana dia?" Tanya Gathan datar.


"Ma-, Maksud anda nona muda?" Tanya Bi Ani gagap.


"Terakhir saya lihat nona muda pergi ke ruang makan tuan muda." Balas Bi Ani menjawab pertanyaan Gathan.


*Dan matanya sudah terlihat bengkak karena menangis.* Batin Bi Ani prihatin.


Gathan lantas pergi ke ruang makan sendirian tanpa di temani Adit. Namun Adit tetap mengikuti dan mengawasi dari kejauhan apa yang akan tuan mudanya itu lakukan dengan menghampiri Kinara di ruang makan.


Terlihat gadis cantik yang tengah pulas tertidur di salah satu kursi ku meja makan itu. Sesekali ia menggeliat menandakan tidak merasakan nyaman dengan posisi tidurnya.


"Dia tertidur disini?" Gumam gathan bertanya-tanya.


Gathan menatap lekat wajah cantik gadis cantik yang berstatus sebagai istrinya itu. Tanpa sadar ia tersenyum dan mengulur tangannya berniat mengelus surai panjang milik Kinara, namun aksinya terhenti ketika pikirannya terlintas lagi ingatan-ingat pahit yang dirasakan.


*Tidak! Apa yang aku lakukan? Tidak mungkin aku tergoda dengan gadis licik ini.* Batin Gathan menggelengkan kepalanya pelan.


BYURR....


"Ah!!" Pekik Kinara terbangun dari tidurnya karena Gathan menyiramnya.


"Ma- Mas, udah pulang?" Ujar Kinara tak peduli dirinya di siram atau apapun.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan disini heh?!" Sentak Gathan galak.


"A-, aku nungguin mas pulang." Jawab Kinara tergagap.


"Heuh!! Aku tidak butuh perhatian penipu seperti kau!" Cercah Gathan suram.


"Ma-, Mas aku tidak pernah menipumu mas sungguh." Ucap Kinara membela diri.


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu! Aku sungguh jijik mendengarnya dari mulut dusta mu itu!" Sentak gathan ketus.


Sementara Gathan dan Kinara yang ribut, Adit yang menjadi penonton merasa kasihan pada Kinara, ia juga sedikit kesal pada tuan mudanya karena sudah seharian ini mencoba bicara pada gathan tapi gathan tetap keras kepala menolak membahas tentang Kinara.


"Ahh andai tuan muda mau mendengarkan aku, kan gak akan jadi seperti ini." Gumam Adit menggerutu.


"Pak Adit, Apa kita gak perlu melerai pertengkaran mereka?" Ujar Bi Ani yang juga ikut menonton.


"Bi Ani ini lancang juga ya nonton pertengkaran majikan." Tukas Adit dengan nada penuh ancaman.


"Loh... Pak Adit kan juga sama." Balas Bi Ani tanpa ragu.


"Ba-baiklah ayo pergi, jangan menonton disini." Ujar Adit sedikit malu.


_


_


"Kau itu ngadu sama mami iya kan?! Ngapain kamu ngadu hah?! Biar terlihat kasihan?!" Bentak Gathan memenuhi ruang makan.


Kinara membeku, Mengadu? Sejak kapan dirinya mengadu? Sedangkan ia hanya bisa menangis di mansion ini menghadapi masalahnya dengan gathan Suaminya.


"Gak bisa bicara kan? Dasar munafik!" Tukas Gathan tersenyum miring.


"Malam ini juga kau pergi dari rumah ini! Pergi!" Sambung gathan mengusir.


Kinara membeku seketika mendengar apa yang suaminya katakan itu, Di usir? Tidak! Kinara tidak menginginkan hal itu, ia ingin bersama Gathan dan berjuang untuknya.


"Engga mas, aku gak mau! Mas pasti bercanda kan?" Ujar Kinara menahan tangisnya dan bersimpuh di hadapan Gathan.


"Bercanda kau bilang?! Dengar baik-baik, AKU TIDAK SUDI SERUMAH DENGAN WANITA ****** SEPERTI MU!" Tekan Gathan suram seraya menekan rahang Kinara kuat.


"Hiks... Mas... Sakit..." Lirih Kinara menahan sakit.


"Kau itu tak pantas ada di rumah ini! Bulan depan hubungan palsu ini akan berakhir di pengadilan agama!" Tukas Gathan seraya berbalik pergi meninggalkan Kinara yang syok.


"Mas! Aku gak mau mas! Jangan ceraikan aku mas!" Teriak Kinara histeris.


"Aghh apa benar ini adalah akhir perjuangan ku?! Tidak! Aku tidak percaya! Takdir mempertemukan aku dengan mas Gathan bukan untuk berakhir seperti ini! Aku tidak akan menyerah mas! Tidak akan!" Gumam Kinara frustasi.

__ADS_1


ADUH GIMANA INI GUYS? GATHAN MAU CERAIKAN KINARA! 😱


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2