Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Perjalanan Bisnis


__ADS_3

1 minggu pun berlalu, Kini Kinara sedang membantu suaminya berkemas untuk perjalanan bisnisnya besok. Kinara merasa berat untuk berpisah dari suaminya, secara Kinara belum pernah berpisah dengan suaminya, tentu saja ini sulit bagi Kinara, pertama kalinya dirinya ditinggal pergi oleh sang suami.


"Nara.... Kenapa?" Tanya Gathan melihat istrinya yang murung.


"Mas.... Aku gak pernah jauh dari mas sebelumnya, aku bakal sendirian dong~" Jawab Kinara melas.


"Aku sebenarnya juga gak mau jauh-jauh dari kamu loh, tapi yang namanya pekerjaan aku harus bertanggung jawab atas tugas ku."


"Bukannya ada Gina, Dan aku memperbolehkan Kania masuk ke dalam mansion, jadi kamu bisa mengundang Kania datang untuk menemani kamu." Sambung Gathan tersenyum.g.


"Mas serius?" Tanya Kinara kaget.


"Iya, nanti aku sampaikan kepada para penjaga agar membukakan pintu jika Kania datang." Jawab Gathan sungguh-sungguh.


"Makasih ya Mas, Kalau aku ngajak Kanita nginap boleh, kan?" Tanya Kinara berharap.


"Iya, apapun yang kamu mau, Tapi jangan dikamar kita ok?" Jawab Gathan mengajukan syarat.


"Iya mas, Makasih ya atas kasih sayang yang mas berikan." Ujar Kinara merona.


"Kamu istriku, menyayangi kamu itu hal wajar bagiku." Ucap Gathan tulus.


Kinara tampak sangat tersipu atas kata-kata Gathan, walaupun hubungan mereka belum benar-benar berlanjut ke tahap akhir namun Kinara bahagia, ia bahagia memiliki Gathan sebagai suaminya, suami yang ia perjuangkan selama ini kini benar-benar telah membalas perasaan Kinara.


"Mas, Maaf aku lancang." Celetuk Kinara yang secara spontan mengecup bibir suaminya.


Gathan kaget dengan aksi tiba-tiba dari istrinya, setelah Kinara berpaling karena malu Gathan memegangi bibirnya lagi, kali ini Kinara yang inisiatif untuk menciumnya.


"Nara kamu...." Ujar Gathan menggantung kalimatnya.


"Emm aku.... Aku akan tidur sekarang." Ucap Kinara salah tingkah.


"Nara, Kamu tidak boleh menghindar, emmm bisakah aku mendapatkannya lagi?" Tanya Gathan berharap.


"Mas! Kenapa kamu begitu terus terang!" Teriak Kinara malu-malu.


"Aku memang begini." Balas Gathan santai.


"Udah ah tidur! Besok mas harus berangkat pagi." Ujar Kinara mengalihkan topik.


"Kamu tidak bisa menghindar Kinara." Tukas Gathan yang secara tiba-tiba mengunci posisi Kinara.


Kinara amat sangat gugup sekarang, secara posisi mereka sekarang jika terlihat oleh orang lain pasti akan sangat mudah disalah pahami. Kinara menatap mata sang suami yang juga menatapnya dengan begitu dalam, Tatapan mata yang Kinara impikan sejak awal pernikahan mereka.


"Nara, Aku tidak akan meminta lebih, tapi.... Aku bisa meminta ini kan?" Tanya Gathan mengusap bibir Kinara dengan ibu jarinya.


Kinara diam sesaat karena malu dan kaget, kemudian Kinara mengangguk seraya membuang mukanya, Gathan amat senang dengan jawaban istrinya, Ia berterimakasih sebelum akhirnya benar-benar ******* bibir ranum istrinya itu.


"Ahhh mas aku~" Ucap Kinara gemetaran.

__ADS_1


"Haha sesusah itukan mengatur nafas saat berciuman?" Tanya Gathan menggoda.


"Ih mas.... Aku baru dalam hal beginian." Desis Kinara manyun.


"Aku tau, Dan aku akan membuatmu terbiasa." Ucap Gathan tersenyum.


"Mas kamu mau apa? Haha mas geli, Jangan macam-macam ya." Tukas Kinara menahan tawa dengan sedikit nada mengancam.


"Aku tidak macam-macam kok, Hanya satu macam, yaitu.... Cup~" Balas Gathan kemudian mencium Kinara dengan dalam.


🌄🌄🌳🐦


"Sayang bangun hey~" Seru Gathan lembut.


"Udah sampai ya mas?" Tanya Kinara.


"Iya." Jawab Gathan.


"Maaf ya mas, Aku capek banget jadi ketiduran." Ucap Kinara tak enak hati.


"Iya aku ngerti, Udah yuk turun." Ajak Gathan lembut.


Kinara dan Gathan pun keluar dari mobil dan masuk kedalam bandara, sebelum benar-benar berpisah Gathan dan Kinara mengumbar kasih sayang terlebih dulu🤣, Berat bagi mereka berdua untuk berpisah satu sama lain.


"Nanti sampai di mansion langsung istirahat ya, Kalau leher kamu masih sakit panggil aja Rian untuk datang periksa kamu." Tutur Gathan khawatir.


"Iya mas." Saut Kinara patuh.


"Sampai jumpa mas, Kalau udah sampai hubungi aku ya mas." Ujar Kinara berat.


"Pasti." Balas Gathan perlahan pergi seraya melambaikan tangan pada Kinara.


Setelah mengantar suaminya pergi, Kinara pun kembali ke mansion dengan supirnya. Namun ia mampir kesebuah apoteker untuk membeli vitamin, Karena Kinara benar-benar merasa lemah hari ini, mungkin dengan meminum Vitamin akan membuat tubuhnya lebih segar setelah istirahat.


🌬️🌬️🌬️🌪️


"Nara~." Seru Kania memanggil Kinara yang baru saja turun dari mobil.


"Nia, Belum masuk kan?" Tanya Kinara.


"Belum, BTW katanya Lo izin gak ngampus, kok masuk sih?" Jawab Kania sekaligus bertanya.


"Hadeh Lo tau? Gue sampe rumah tuh sepi banget! Gina juga kuliah jadinya gue sendirian, ya udah gue berangkat aja kesini, dari pada dirumah gue bosen sendirian." Jawab Kinara manyun.


"Hahaha kasian yang ditinggal pergi suami." Ucap Kania cekikikan.


"Ketawa terus, bagus gak usah berhenti sekalian!" Cetus Kinara ilfeel.


"Iya iya gak ketawa lagi deh, Maaf maaf." Bujuk Kania merangkul tangan Kinara.

__ADS_1


Keduanya pun masuk kedalam universitas mereka dan mengikuti kelas. Sorenya setelah selesai kelas Kinara dan Kania akan mampir ke kafe seperti biasanya, mereka hanya akan memesan desert dan jus saja lalu pulang, karena mereka akan makan malam dirumah masing-masing.


"Pisah disini ya, Hati-hati Nia." Ujar Kinara yang sudah dibukakan pintu oleh sang supir.


"Iya." Saut Kania tersenyum.


"Hati-hati pak." Pesan Kania pada supir Kinara setelah Kinara masuk kedalam mobil.


"Baik Non." Saut pak supir.


Sesaat kemudian Kinara dan sang supir perlahan menghilang dengan mobil putih yang di kendarai mereka, Setelah itu Kania juga masuk kedalam mobilnya dan tancap gas menuju rumahnya.


"Iya Mama, Kania udah di perjalanan ini." Ucap Kania yang ditelepon oleh sang Mama.


"........."


"Tadi Kania mampir ke kafe sama Nara, Cuma sebentar kok Ma, Ya udah aku tutup ya Ma, Aku lagi nyetir nih." Ujar Kania menyentuh bluetooth di telinganya.


"............"


"Iya Ma, Dah~." Ucap Kania lagi.


🏠 MANSION DIERGA


"Bi Ani, Gina belum pulang ya?" Tanya Kinara yang tak melihat kedatangan Adik iparnya.


"Non Gina sudah pulang 2 jam yang lalu Nona Muda." Jawab Bi Ani.


"Ohh ya sudah Nara cari Gina dulu ya Bi, Bibi sama yang lain lanjutkan aja nyiapin makan malam, Gak usah buru-buru ya Bi." Ujar Kinara perlahan beranjak pergi.


"Baik Nona Muda." Balas Bi Ani sopan.


Kinara pun mencari keberadaan adik iparnya itu, Iya tak menemukan Gina di dalam kamarnya, Kinara bingung, Awalnya dia ingin bercerita tapi sekarang ia tak tahu dimana adik iparnya.


Kinara melihat sekeliling di halaman dari lantai atas barangkali Gina akan terlihat dari sana, dan benar saja, Gina sedang berada di kolam ikan yang ada di taman.


"Gina, Ngapain disini?" Tanya Kinara menghampiri Gina.


"Eh Kak Kinara, Udah pulang?" Tanya Gina balik.


"Iya, Kamu ngapain disini sendirian sore-sore?" Jawab Kinara sekaligus bertanya balik.


Gina lantas diam sesaat sebelum akhirnya menjawab Kinara. "Kak.... Ikan Koi ini dari Natasya." Ucap Gina.


"Iya Lalu?" Tanya Kinara kurang mengerti.


"Sekarang Natasya dan aku sedang tidak baik-baik saja, Dia salah paham akan sesuatu dan marah padaku, aku harus apa kak? Aku tidak mau kehilangan sahabatku." Ujar Gina lirih.


Kinara lantas menghembuskan nafas panjang lalu mengajak Gina masuk dan membicarakan itu nanti saja, Gina hanya bisa menurut, waktu juga semakin malam dan tak mungkin mereka terus disana sementara makan malam akan segera siap.

__ADS_1


SEE YOU AGAIN Guyss


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2