
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Luka Kinara sudah hampir sembuh total, Namun Kinara belum di perbolehkan untuk menkonsumsi makanan kasar, untuk beberapa hari kedepan Kinara hanya boleh makan makanan halus seperti bubur.
"Dulu aku selalu penasaran gimana rasanya ditikam? Dan ternyata aku benar-benar merasakannya haha." Celetuk Kinara terkekeh yang seketika membuat langkah Gathan berhenti.
"Mas ada apa?" Tanya Kinara bingung melihat suaminya menatapnya serius.
"Jangan lakukan lagi. Itu bukan permainan!" Tukas Gathan.
"Maksudnya?" Tanya Kinara masih belum mengerti.
"Jangan melakukan hal berbahaya seperti itu, Itu bukan permainan! Banyak orang yang langsung meninggal sekali tikam." Ucap Gathan dengan suara gemetar.
Kinara menunduk dan tersenyum tipis, kemudian ia memeluk suaminya dengan perasaan senang. Kali ini ia merasa di pedulikan, di sayangi, dan di hargai, tidak seperti sebelumnya dimana ia harus menahan sakit tiap kali bicara dengan suaminya itu.
"Mas, Apa aku penting untuk mas?" Tanya Kinara.
Gathan lantas mengeratkan pelukannya. "Hemm, Aku sadar kau berharga Nara, jangan menghianati ku." Jawab Gathan di akhiri permintaan.
"Ehem, Tentu. Maaf udah buat kamu khawatir." Ucap Kinara seraya melepaskan pelukannya.
"Ya sudah ayo pulang." Ajak Gathan tersenyum dan Kinara hanya mengangguk setuju.
Kinara dan Gathan pun pulang ke mansion Dierga, Sampainya di mansion Kinara di sambut hangat oleh para maid dan pelayanan lainnya disana, sungguh Kinara sangat merindukan mereka beberapa hari terakhir.
"Aku harus keperusahaan sebentar, Eng.... Tidak apa-apa kan?" Ucap Gathan menatap Kinara.
"Iya, Mas kerja aja, aku gak apa-apa kok, banyak orang juga." Balas Kinara mengangguk.
"Baiklah, aku akan menyuruh seseorang untuk mendampingi kamu disini. Kamu istirahat yang tenang di kamar, jangan banyak gerak, aku pergi dulu." Ucap Gathan bersiap untuk pergi.
"Mas tunggu!" Cegah Kinara.
Gathan lantas menoleh dan menatap Kinara heran. "Ada apa?" Tanya Gathan.
"Bisakah terus memanggilku begitu?" Tanya Kinara.
"Akan ku usahakan." Jawab Gathan yang mengerti maksud perkataan istrinya.
Kinara tersenyum senang, kemudian ia mencium punggung tangan suaminya dan beberapa pesan agar hati-hati dalam perjalanan.
Gathan mengangguk dan kemudian pergi meninggalkan Kinara, tak lupa sebelum benar-benar meninggalkan mansion Gathan menyuruh Bi Ani untuk menemani Kinara di kamar, Gathan sengaja menunjuk Bi Ani karena yang Gathan ketahui Kinara paling dekat dengan Bi Ani di banding maid lainnya.
🏢🏢🏢
__ADS_1
"Adit, apa yang terjadi sampai kita harus bicara di perusahaan?" Tanya Gathan.
"Maafkan saya tuan muda, Ini penting, Lihatlah." Ujar Adit menyodorkan iPad kepada Gathan.
Gathan lantas menerima iPad tersebut lalu melihat apa yang sebenarnya ingin Adit laporkan, Seberapa pentingkah itu sampai-sampai harus bicara di perusahaan?
"Masih hidup? Hebat juga dia!" Cetus Gathan setelah melihat sebuah rekaman di iPad tersebut.
"Tapi itu laut lepas, apakah dia akan selamat? Menurut saya tidak, secara wanita itu memiliki luka tembak dan harus berenang di tengah lautan." Jelas Adit ragu.
"Banyak kemungkinan yang akan terjadi, Bisa saja seseorang melihatnya dan membantunya." Ucap Gathan penuh pertimbangan.
"Sebarkan orang-orang dan pastikan posisi wanita itu, Jangan sampai dia kembali dan menyakiti istriku lagi." Perintah Gathan tegas.
"Baik tuan muda." Ucap Adit membungkuk hormat.
Setelah itu Adit pun pergi melaksanakan tugasnya, sementara Gathan menyelesaikan pekerjaannya. Selagi di perusahaan lebih baik selesaikan saja sekarang kata Gathan, karena pekerjaannya juga sedikit dan bisa pulang awal seperti yang ia janjikan pada Kinara.
DLING DLING DLING ~
"Ya ada apa? Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Gathan setelah menjawab telepon yang ternyata dari Kinara.
"Mas... Aku bisa repotin kamu engga?" Tanya Kinara balik.
"Ada apa?" Tanya Gathan lagi.
"Mas beneran gak keberatan aku minta belikan sesuatu?" Tanya Kinara memastikan.
"Iya, Katakan saja." Jawab Gathan.
"Aku mau bubur ayam mas, tapi belinya di pengkolan ya." Ucap Kinara ragu-ragu, ia takut suaminya tak setuju.
Gathan terdiam ketika mendengar kata pengkolan, masa iya dirinya harus kesana? Padahal Gathan tidak pernah ke jalanan seperti itu, Ia tidak suka dengan kehidupan rakyat biasa.
"Mas gak perlu belikan kalo gak mau, beli di tempat yang mas mau gak apa-apa kok." Ucap Kinara.
"Kamu sangat ingin?" Tanya Gathan.
"Eng... I-iya mas." Jawab Kinara.
Bukannya menjawab Gathan justru langsung memutuskan panggilan teleponnya, Kinara terdiam dengan apa yang terjadi, ia pikir suaminya marah padanya karena dirinya yang sudah berani minta-minta pada Gathan.
Kinara juga mengerutuki dirinya sendiri karena kelancangannya, Hubungannya dengan Gathan baru dibina dan ia sudah mulai berulah, hal itu membuat Kinara takut sekaligus sedih.
__ADS_1
"Bagaimana ini? Bagaimana jika mas Gathan marah padaku?"
"Akhh Kinara dasar bodoh! Kenapa kau ini begitu berani?! Lagian kenapa aku seperti orang ngidam begini?!" Sarkas Kinara mengumpat dirinya sendiri.
🌞🌞🌥️
"Selamat datang tuan muda." Sambut Bi Ani membungkuk hormat.
"Dimana Nara Bi?" Tanya Gathan.
"Di kamar tuan muda, tadi saya cek seperti sedang tidur." Jawab Bi Ani sopan.
Tanpa mengatakan apapun Gathan langsung pergi, Ia menuju ke kamarnya untuk menemui istri yang sekarang begitu ia cintai.
Gathan membuka pintu kamar perlahan, Terlihat seorang gadis cantik tengah berbaring pulas di atas ranjang. Gathan menghampiri Kinara dan duduk di sisi ranjang dekat Kinara, ia singkirkan anak rambut Kinara guna memperlihatkan wajah cantik istrinya itu.
"Belum sampai 1 jam dia habis menelepon, dan sekarang sudah pulas tertidur." Ucap Gathan tersenyum tipis.
Kinara yang merasakan pergerakan lembut di kepalanya lantas terbangun, Ia kaget dengan keberadaan suaminya. Kinara bangun dan menatap suaminya nanar yang membuat Gathan heran seketika.
"Ada apa hem?" Tanya Gathan lembut.
"Mas jangan marah sama aku, aku minta maaf udah berani minta-minta sama kamu, aku minta maaf udah nyuruh-nyuruh kamu. Maafin aku mas." Ucap Kinara gemetaran.
"Hey, kamu ini kenapa sih? Kita sedang memulai semuanya dari awal. Aku suami kamu, bukan orang asing, kamu bebas minta-minta pada ku, bahkan memerintah juga boleh." Ucap Gathan serius.
"Mas langsung mutusin panggilan teleponnya, jadi aku takut kamu marah... Mas belum pernah diperintah orang dan aku malah lancang!" Tukas Kinara dengan air mata yang mengembang di pelupuk matanya.
Gathan lantas terdiam, ia sadar bahwa dirinya salah. Sudah terbiasa memutuskan panggilan telepon sepihak membuatnya lupa bahwa yang menelponnya tadi adalah istrinya, seseorang yang berarti untuknya.
"Nara... Maaf, ini salahku karena langsung mutusin panggilan telepon darimu." Ucap Gathan memeluk Kinara dengan sayang.
Setelah beberapa saat Gathan melepaskan pelukannya dan menyodorkan bubur ayam yang Kinara inginkan.
"Mas beneran pergi beli bubur pengkolan?" Tanya Kinara terkejut.
"Iya, kamu bilang sangat menginginkannya, jadi aku membelinya. Maaf lama, soalnya nunggu sedikit sepi tadi." Jelas Gathan merasa tak enak.
Kinara lantas memeluk suaminya erat, ia terharu atas perlakuan yang Gathan berikan padanya, pertama kalinya bagi Kinara merasakan di perhatikan setulus itu dalam hidupnya setelah kepergian kedua orangtuanya.
"Mas, Makasih udah menyayangiku." Lirih Kinara dalam.
Gathan tak mengatakan apapun, Ia hanya tersenyum senang karena berhasil menyenangkan istrinya, Dan Gathan berjanji akan terus membahagiakan Kinara istrinya.
__ADS_1
BERUBAH 180° 😆🤭
BERSAMBUNG..........................................