
Setelah kembali Kinara segera memasak untuk segera mengisi perutnya yang dari tadi tak henti hentinya memanggil untuk di asupi makanan.
_
_
"Alhamdulillah..." Seru Kinara setelah makanan yang ia santap telah habis.
Kinara pun mencuci piring dan gelas yang habis ia gunakan, waktu juga sudah sore, dan Kinara harus buru-buru untuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Begitulah kalau kerja sendiri, perkejaan rumah yang sedikit itupun terasa berat.
Di sisi lain, CEO dingin DRG•GROUP yang baru pulang dari perusahaan tengah termenung dengan suatu ingatan. Yah... Gathan teringat pada waktu biasanya dimana Kinara akan menyambutnya dan melayaninya hingga makan malam.
"Tidak! Aku tidak boleh jatuh hati pada penghianat itu! Tidak boleh!" Sarkas Gathan memegangi dadanya.
"Aku tidak tau sejak kapan perasaan ini ada, aku benar-benar marah saat mendengar kata masalah Pribadi antara kau dan laki-laki itu! Kinara.... Sebenarnya apa tujuanmu masuk kedalam hidup ku?!" Sambung Gathan frustasi.
Tok tok tok!
"Siapa?" Tanya Gathan dingin.
"Kak ini aku." Jawab Gina gugup.
Gathan pun keluar dari kamarnya dan menemui Gina yang tengah berdiri gugup di depan kamarnya. Sungguh sakit rasanya bagi Gathan, wajah sang adik yang dulu selalu memenangkan hatinya kini malah membuatnya mengingat kejadian suram yang amat menyakitkan.
"Jangan ganggu aku! Tidak cukupkah kau membuatku kehilangan kaki ku?!" Sentak Gathan suram.
Gina pun tersentak dengan pernyataan kakak nya itu. "Kak... Aku tidak bersalah! Waktu itu aku tidak tau apapun! Aku tidak tau kalau kak Cindy...." Sarkas Gina yang seketika di potong oleh gathan.
"Jangan sebut nama itu!!" Teriak gathan membentak.
"Dulu kau membawa wanita licik itu padaku! Sekarang juga kau membuatku mengenal wanita yang sama! Kau itu memang berniat menyingkirkan aku hah?!" Sambung Gathan menyentak.
"Hiks... Kakak maafkan aku... Aku tidak tau kalau kak Cindy itu jahat.. tapi kali ini aku tidak salah menilai orang, bahkan mami sama papi juga suka pada kak Nara. Hiks... Kakak aku mohon cari kak Kinara." Mohon Gina terisak seraya berlutut di depan sang kakak.
"Pergi!" Teriak Gathan mengusir.
"Enggak! Aku mohon cari Kak Nara, Dia mau tinggal dimana? Aku juga udah nyari kemana-mana tapi Kak Nara gak ada! Apa kakak gak khawatir?!" Sarkas Gina kekeh.
Gathan terdiam, sesungguhnya ia cemas mendengar penuturan adiknya itu, namun mengingat penghianat membuat Gathan kembali menelan kekhawatirannya.
Gina pun lelah terus membujuk kakaknya yang keras kepala itu, akhirnya Gina memilih pergi setelah beberapa kata terakhir yang ingin ia sampaikan pada Gathan.
"Kak, Aku harap kakak gak akan menyesal." Ucap Gina sebelum akhirnya benar-benar pergi.
🌄🌤️🌤️
__ADS_1
"Selamat pagi tuan muda." Ucap Adit menunduk hormat pada Gathan.
"Langsung ke perusahaan Dit." Ujar Gathan dingin.
"Baik tuan muda." Balas Adit mengangguk.
Adit pun membantu Gathan masuk kedalam mobil dan tancap gas menuju perusahaan. Selama di perjalanan gathan tak mengatakan apapun, namun Adit sudah berperang dengan pikirannya sendiri.
25 menit kemudian Gathan dan Adit pun sampai di perusahaan. Gathan hari ini lebih banyak diam bahkan sangat suram yang membuat para karyawan sangat takut bahkan hanya sekedar untuk mengucapkan selamat pagi.
"Tuan muda?" Panggil Adit berat saat keduanya telah ada di dalam ruangan Gathan.
"Hemm." Saut Gathan hanya dengan daheman saja.
".... Eng... Tuan muda benar-benar tidak mau mendengar yang sebenarnya? Kesalahpahaman kecil seperti ini jangan sampai membuat...." Ujar Adit yang kemudian di potong tegas oleh Gathan.
"Cukup Adit! Aku sudah berusaha menerimanya tapi lihat yang dia lakukan?! Dia menjalin kasih dengan Dosennya sendiri!" Tukas Gathan kesal.
"Anda salah paham tuan muda!" Sentak Adit hilang kesabaran.
"Cukup! Kau mau di pecat ya?!" Teriak Gathan mengancam.
"Kali ini saya tidak takut! Saya tidak peduli tuan muda mau memecat saya atau tidak, tapi saya benar-benar harus meluruskan kesalahpahaman antara anda dan nona muda, Nona muda tidak bersalah! Dia tidak pernah menghianati anda!" Sarkas Adit panjang lebar.
"Saya mohon kali ini... Saja, dengarkan saya kali ini." Pinta Adit memohon.
"Baiklah, apa?" Balas Gathan diselingi pertanyaan.
"Nona muda tidak pernah menghianati anda." Jawab Adit.
"Kau berkali-kali mengatakan dia tidak menghianati ku, apa kau punya bukti dengan itu?!" Tanya Gathan dengan nada yang sulit di artikan.
Adit lantas mengangguk dan merogoh pena perekam yang ia bawa beberapa hari ini, sungguh sulit, barang itu baru bisa keluar saat ini. Adit pun menyerahkan pena perekam itu yang langsung di terima oleh Gathan.
"Awas jika yang kau bawa hanya benda tak berguna!" Ancam gathan tak main-main.
Adit sedikit bergetar dengan ancaman dari gathan itu, Namun dirinya yakin bahwa benda itu benar-benar sangat berguna untuk menyelesaikan kesalahpahaman antara Kinara dan Gathan.
Gathan mendengarkan rekaman itu, Iya kemudian mengernyit suram mendengar percakapan yang pena perekam itu rekam. Gathan lantas menatap Adit dengan tajam.
"Apa-apaan ini hah?!" Tanya Gathan dengan nada tinggi.
"Tuan muda, Nona muda tidak pernah menghianati anda. Dosennya memang suka pada nona tapi nona jelas menolaknya dengan tegas dan mengatakan dia sudah menikah." Jelas Adit menjawab.
"Aku juga tau saat mendengar ini! Yang aku pertanyakan itu mengapa disini kamu suami istri saya?! Jelas-jelas saya suaminya!" Sarkas Gathan dingin dan jengkel.
__ADS_1
Adit lantas terkejut dan menahan tawanya, Bisa bisa disaat seperti ini tuan mudanya itu masih sempat untuk cemburu. Bukankah mencari Kinara saat ini adalah hal paling penting?
"Maaf tuan muda, Saya tidak berani menjelaskan takut anda tidak setuju, bukankah pernikahan anda di rahasiakan?" Ujar Adit takut-takut.
Bukannya menjawab Gathan malah sibuk dengan ponselnya, entah apa yang dia lakukan, tapi sepertinya menelepon seseorang.
"Adit, Kenapa ponsel Kinara tidak aktif?" Tanya Gathan khawatir.
Gathan memang langsung menghubungi Kinara saat tau bahwa istrinya itu tidak salah dan berencana untuk meminta maaf dan meminta Kinara untuk kembali.
"Mungkin karena sibuk dengan pekerjaannya tuan muda." Jawab Adit mengingat Kinara yang juga bekerja di perusahaan Dierga Group.
"Ayo cari di perusahaan, cepat! Aku mendadak merasa cemas." Tukas Gathan merasa panas dingin.
Adit pun membawa Gathan untuk pergi mencari Kinara di perusahaan, namun nihil! Sudah hampir 30 menitan mereka mencari namun Kinara tak ada di perusahaan. Tepat saat itu juga mereka bertemu dengan Andika yang sedang mengobrol dengan Aldo.
"Aldo?" Panggil Gathan.
Aldo lantas menoleh begitu juga dengan Dika. "Ya tuan muda." Saut Aldo menunduk hormat.
"Dimana Kinara?" Tanya Gathan to the point.
"Kinar..." Ucap Aldo yang belum selesai langsung di kejutkan dengan gebrakan meja yang di perbuat oleh Adit.
Aldo tersentak kaget, ia sadar bahwa perkataannya salah. "Nona muda kemarin sudah resign tuan muda." Jawab Aldo meralat perkataan nya.
"Apa?! Apa dia bilang alasannya? Dan kemana dia?" Tanya Gathan terkejut.
".... Ala-, alasannya karena ingin menenangkan diri, tapi saya tidak tau kemana." Jawab Aldo takut-takut.
Gathan lantas terdiam, ia kemudian menatap Dika yang juga menatapnya heran. "Kau! Kau pasti tau kan?!" Ujar Gathan dingin.
"Ha? Tidak, saya tidak tau." Jawab Dika gelagapan.
"Tidak mungkin kau tidak tau! Jelas kau menyukai istriku! Kau pasti membantunya saat dia harus di luar sana sendirian, kan?!" Sentak Gathan kesal.
Andika, KITA SEBUT SAJA ANDIKA YA GUYSS KALO LAGI MENJELASKAN BIAR ENAK DI BACANYA 😂.
Andika terperanjat kaget, Jadi yang sebenarnya adalah Gathan, Gathan ternyata adalah suami Kinara bukan asistennya Gathan yaitu Adit. Andika mengerutuki kebodohannya sendiri telah salah mengenali suami Kinara.
"Jawab aku!! Kau pasti tau kan?!" Bentak Gathan tak sabaran.
HAYO LO GATHAN... ILANG DAH TUH ISTRI LO 🥱
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1