Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
SkakMat dari Kinara


__ADS_3

Malam harinya Kinara sadarkan diri, Gathan yang cemas langsung menghujani Kinara dengan berbagai pertanyaan, bukannya menjawab Kinara malah mengatakan hal yang membuat Gathan seketika terdiam.


"Kinara ayo jawab, kamu baik-baik saja kan? Kenapa diam saja? Apa ada yang tidak nyaman?" Tanya Gathan khawatir.


"Mas.... Aku sepertinya mengalami mimpi buruk yang mengerikan, Kita bertengkar hebat, Bahkan Mas tampak sangat membenciku." Ujar Kinara menatap Gathan dengan bingung.


Gathan diam sesaat kemudian memeluk Kinara dengan erat, ia lontarkan permintaan maaf berkali-kali atas tindakan yang ia lakukan sebelumnya pada Kinara hingga membuat Kinara tertekan.


"Mas, ada apa?" Tanya Kinara.


"Itu bukan mimpi, Kita benar-benar bertengkar tadi, aku minta maaf udah bentak-bentak kamu ya, maaf Kinara maaf...." Jawab Gathan lirih.


"Gak mungkin!" Cetus Kinara melepaskan pelukan suaminya.


"Gak mungkin itu nyata! Jelas-jelas aku mimpi hamil, lalu mas marah sama aku bahkan nuduh aku pernah berhubungan dengan orang lain! Itu pasti mimpi! Mana mungkin itu nyata! Aku gak hamil!" Sambung Kinara tak terima.


"Hiks... Aku gak mungkin hamil.... Mas kamu percaya sama aku kan? Mas percaya kan? Kumohon percayalah..." Lanjut Kinara lirih.


"Shutt udah tenang, aku percaya padamu, besok kita periksa lagi ya, pasti dokter yang salah periksa." Balas Gathan tak tega.


"Mas aku masih suci dengar? Aku masih pantas untuk mas." Cicit Kinara bagaikan memohon.


"Aku tau.... Sudah ya, kamu butuh istirahat, tidurlah." Tutur Gathan lembut.


"Mas percayakan?" Tanya Kinara memastikan.


"Iya aku percaya, sudah jangan banyak berfikir lagi, kamu harus istirahat." Jawab Gathan sekaligus memerintah.


Gathan membenarkan posisi Kinara dari duduk hingga berbaring, kemudian menyelimuti tubuh istrinya itu, Setelah selesai Gathan ingin pergi untuk menyelidiki masalah mata-mata yang ada di mansion, namun Kinara menahan Gathan untuk tidak pergi.


"Jangan pergi." Ucap Kinara.


Gathan menatap sekilas mata Kinara kemudian menghembuskan nafas panjang. "Baiklah, Aku tidak akan pergi, aku akan menemani kamu." Ujar Gathan duduk bersandar ke ranjang di sisi Kinara.


*Sudahlah, Masalah mata-mata bisa nanti, yang terpenting menenangkan pikiran Kinara dulu.* Batin Gathan mengelus rambut Kinara lembut.


Gathan pun menemani Kinara tidur, Tengah malam Gathan terbangun, Ia pergi ke balkon untuk mengamati lingkungan mansion, ia harus secepatnya menemukan mata-mata itu agar masalahnya bisa cepat-cepat selesai.


Gathan memperhitungkan segalanya lewat wilayah mansion, Gathan memprediksi bagian-bagian yang menurutnya tersembunyi yang bisa di gunakan mata-mata itu untuk memata-matai orang-orang di mansion.

__ADS_1


"Selama ini tidak ada yang mencurigakan dengan orang-orang ku, Jadi siapa yang mempunyai nyali memata-matai keluarga Dierga?" Ujar Gathan bertanya-tanya.


DLING DLING DLING........


Rian Is Calling🧑🏻‍⚕️


"Jika bukan hal penting sebaiknya jangan menggangguku!" Ketus Gathan menjawab panggilan telepon itu.


"Ck! Bisakah kau tidak sedingin itu? Aku tidak akan menelepon jika tidak penting." Balas Ria berdecak kecil.


"...... Ada urusan apa?" Tanya Gathan.


"Mengingat masalah tadi, Aku mencoba mencari dokter Kamila untuk bertanya tentang masalah pemeriksaan istrimu." Jawab Rian.


"Lalu?" Tanya Gathan serius.


"Alasan kenapa muncul hasil pemeriksaan seperti itu karena.... Dia sudah menukar hasil pemeriksaan istrimu dengan pasien lain, dan baru aku ketahui lewat CCTV bahwa pasien itu adalah pasien yang aku tangani pagi ini." Jelas Rian serius.


"Aku tidak tau bagaimana dia bisa mendapatkan laporan itu. tapi Gathan, Kamu sebaiknya waspada mulai sekarang, dia penuh tipu muslihat, dia pandai menyamar sulit untuk memastikan dia tidak mengawasi mu dari dekat." Sambung Rian memperingati.


Mendengar kata-kata Rian itu menyadarkan Gathan akan suatu hal. "Pintar!" Tukas Gathan tersadar.


"Maksudmu apa Gathan? Kau membuatku bingung." Tanya Rian bingung karena Gathan keluar dari pembahasan.


*Mengapa aku bisa lupa bahwa dia mantan mata-mata militer? Gathan.... Kau ini membawa masalah untuk dirimu sendiri.* Batin Gathan seraya terus mengotak atik laptopnya.


"Dapat!" Ucap Gathan mengunci suatu titik dalam rekaman.


Ternyata Gathan mengecek seluruh rekanan CCTV yang ada di mansion, dengan itu mungkin Gathan dapat menemukan hal mencurigakan yang tidak pernah ia hiraukan.


Berkali-kali Gathan mengeceknya namun tidak ada yang mencurigakan, apa lagi sebuah penyamaran, orang-orangnya tampak alami, jadi tak mungkin Cindy menyamar dan menyelinap masuk kedalam mansion Dierga.


"Apa benar orang dalam? Tapi bagaimana mungkin? Orang-orang disini semuanya adalah orang-orang kepercayaan kami." Ucap Gathan nampak sangat bingung seraya terus berusaha mencari celah.


"........ Tidak mungkin, Sebaik apapun tipu muslihat pasti ada celah di tengah-tengah, aku harus menemukan hal itu, ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama." Sambung Gathan seraya fokus kembali ke berbagai rekaman CCTV itu.


Waktu sudah sangat larut, namun Gathan tak kunjung menemukan celah itu, apa dia harus membiarkan ini beberapa hari lagi? Tapi bagaimana dengan istrinya Kinara? Yang Gathan khawatirkan adalah Kinara, ia tak mau Kinara tersulitkan hanya karena masa lalunya.


"Mas...." Seru Kinara lirih.

__ADS_1


Gathan sontak menoleh lalu beranjak menghampiri istrinya. "Ada apa? Apa ada yang tidak nyaman?" Tanya Gathan khawatir.


Kinara hanya menggeleng. "Emm kenapa kamu belum tidur Mas?" Tanya Kinara.


"Aku udah tidur tadi, tapi kebangun mengingat pekerjaan." Jawab Gathan lembut.


"Kan bisa besok mas, Ini sudah sangat larut loh, udah dini hari, Masa mas gak istirahat." Ujar Kinara menatap jam sekilas.


"Baiklah aku akan berhenti, Ayo tidur lagi." Balas Gathan seraya berbaring.


Kemudian Kinara menyusul Gathan berbaring, Setiap sakit Kinara sangat manja, dan itu sudah sangat Gathan pahami, Seperti sekarang tidurpun Kinara harus dipeluk oleh suaminya.


Keesokan harinya, Kinara dan Gathan kerumah sakit lagi menemui Rian, Mereka mendiskusikan hasil laporan yang tertukar, Namun siapa sangka lagi lagi Cindy muncul kembali di rumah sakit, dan itu berpapasan dengan Kinara.


"Oh Hay Gathan, Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Cindy menyapa Gathan.


"Bukan urusanmu!" Ketus Gathan.


"Kamu bisa berdiri kenapa tidak memberitahuku?" Tanya Cindy lagi.


"Ini juga bukan urusanmu!" Ketus Gathan lagi.


*Siapa ini? Kenalan mas Gathan? Tapi Mas Gathan tampak tidak suka, padahal dia sangat cantik.* Batin Kinara memperhatikan Gathan dan Cindy.


"Emmm dia istrimu ya?" Tanya Cindy seraya berusaha mendekati Kinara, namun dengan sigap Gathan menarik Kinara ke belakangnya.


"Jangan berani-berani menyentuhnya." Ancam Gathan suram.


*Sialan! Gathan benar-benar telah menyukainya! Tidak bisa dibiarkan!* Batin Cindy mulai berfikiran licik.


Cindy pun dengan basa-basi memperkenalkan dirinya pada Kinara. Kinara amat terkejut saat Cindy menyebutkan namanya, seketika Kinara tegang, namun juga teguh untuk melawan Cindy, ia tak akan membiarkan Cindy berhasil merayu suaminya lagi.


"Gathan itu milikku, Kau tidak tau betapa Gathan mencintaiku dulu kan? Mau mencoba?" Bisik Cindy berdiri di samping Kinara.


"Kau itu masa lalu, suamiku mencintaimu itu dulu, bukan sekarang, jangan bermimpi, aku adalah masa depannya." Bisik Kinara tajam.


"Taukah kau alasan aku kembali ke Indonesia? Aku kembali karena....." Ucap Cindy licik.


"Hemm awalnya aku ingin memberikan kejutan pada Gathan, tapi kau menghancurkan segalanya, aku beberapa kali kerumah sakit untuk pemeriksaan itu. Pikirkan baik-baik, kau tidak akan bisa mendapatkannya." Sambung Cindy kemudian pergi.

__ADS_1


KIRA KIRA APA YANG DI BISIKAN CINDY PADA KINARA?


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2