Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
MENCOBA


__ADS_3

"Apa yang kau pikirkan! Kau kira kau akan mati?!" Cercah Gathan dingin.


"Iya.... Hiks... Aku kira aku akan mati dan tidak bisa berjuang lagi untuk mas hiks." Balas Kinara tanpa sadar dan terisak.


Gathan lagi-lagi membeku mendengar penuturan Kinara, entah mengapa hatinya merasa tercubit dengan kata-kata Kinara itu.


*Tuhan... Tunjukkan jalan untuk ku, jalan apa yang harus aku pilih? Aku sangat bimbang.* Batin Gathan tak sanggup lagi dengan perasaannya yang kacau.


"Mas?" Panggil Kinara setengah terisak.


"Hemmn." Saut Gathan menatap Kinara.


"Kamu baik-baik aja kan? Gak ada yang luka kan? Atau ada yang sakit?" Tanya Kinara bertubi-tubi.


"Kau ini masih bisa menanyai kondisi orang lain? Lihat kamu ini! Kau terluka apa kau sadar itu?!" Cercah Gathan tak habis pikir.


"Mas aku kan khawatir sama kamu." Lirih Kinara tak berani menatap mata Gathan.


"Lebih baik kau khawatirkan dirimu sendiri!" Ketus Gathan seraya meninggal Kinara.


Kinara diam tak membalas ataupun menghentikan Gathan pergi, Sebenarnya kepalanya memang sangat sakit, namun semua itu terlupakan saat Kinara memikirkan keadaan gathan yang habis di tendang jatuh tadi sore.


🌬️🌬️🌬️🌬️πŸŒͺ️


β€’ 3 HARI KEMUDIAN ✌️


Hari ini Kinara sudah boleh pulang dari rumah sakit. Ia hanya di temani Gathan seperti hari pertama ia masuk rumah sakit, Kedua mertuanya melakukan penerbangan dadakan ke London karena masalah mendesak, sedangkan adik iparnya sedang pergi kuliah.


"Cepat sedikit!" Ketus Gathan.


"Mas... Aku ini lagi sakit loh." Balas Kinara tetap sabar.


"Kan kepalamu yang sakit bukan kaki mu!" Ucap Gathan tak habis-habisnya berbicara ketus.


Akhirnya Kinara memilih diam, Menurutnya percuma saja jika membalas Gathan karena gathan tidak pernah mau kalah. Jika Kinara masih lanjut maka mereka tak akan ada hentinya berdebat walaupun sudah sampai ke mansion Dierga.


_________________


_____


1 jam mereka habiskan di perjalanan menuju mansion Dierga, Cukup lama juga ternyata karena memang Gathan tidak mengizinkan Adit untuk menyetir dengan kecepatan yang biasa ia gunakan.


"Selamat datang tuan muda dan nona muda." Sambut para maid di depan pintu.


Kinara memberikan senyum termanisnya membalas sambutan hangat para maid itu. Sementara Gathan hanya menunjukkan muka datarnya seperti biasa.


_


_


"Mas aku mau mandi dulu ya, badan aku rasanya lengket." Celetuk Kinara seraya membuka lemari baju.


"Terserah!" Ketus Gathan.


"....... Ingat lukamu jangan sampai terkena air." Sambung Gathan berpesan seraya membuang muka.


"Mas? Kamu khawatir sama aku?" Tanya kinara menggoda.

__ADS_1


"Tidak!! Aku hanya tidak mau kau merepotkan ku!" Ketus Gathan mengelak.


Kinara tersenyum dan kemudian mangut mangut seraya pergi ke kamar mandi membawa pakaian gantinya.


Sementara Gathan pergi ke ruang bacanya dan mengontrol beberapa pekerjaannya yang ia tinggalkan, ia memutuskan untuk tidak ke perusahaan karena Kinara sendirian di rumah.


10:30 WIB πŸ•₯✨


Tok tok tok!!!.......


"Masuk." Ucap gathan mempersilahkan.


Seseorang diluar itupun membuka pintu ruangan gathan dan masuk kedalam menemui Gathan. "Tuan muda." Ucap Adit yang sudah berada di handapan Gathan.


"Hemmn." Dahem Gathan menyahuti.


"Ini semua informasi nona muda, Saya sudah berhasil mendapatkan informasi nya secara lengkap termasuk kisah hidup nona muda." Ucap Adit menyerahkan sebuah Flashdisk dan berkas yang berisi catatan kehidupan Kinara.


"Hem kerja bagus, kau boleh pergi." Tukas Gathan meraih 2 benda itu.


Adit pun keluar dari ruangan itu dan membiarkan Gathan melihat sendiri hasil penyelidikan nya. Sungguh perjuangan Adit mendapatkan kisah hidup Kinara. Karena apa? Karena ia harus menggali informasi itu dari gadis yang sangat menyebalkan bagi Adit.


"Aku harap tuan muda puas dengan hasilnya, aku harus melewati medan pertempuran untuk mendapatkan itu." Celetuk Adit mengembuskan nafas panjang.


Flashback On ⏳✨


Setelah mengantar Gathan dan Kinara ke mansion, Adit bergegas pergi lagi ke perusahaan untuk menyelidiki informasi kehidupan Kinara. Demi kepuasan sang atasan Adit terpaksa ingin menemui gadis menyebalkan yang di kenalnya.


Adit menghampiri Kania yang baru saja sampai. "Hey Gadis ceroboh! Bisa diskusi sebentar." Tukas Adit malas.


"Ok fine, Nona bisa kita diskusi sebentar?" Ucap Adit mengulangi pertanyaannya dan menahan emosinya namun giginya tetap menggertak geram.


"Dasar manusia tidak ikhlas!" Umpat Kania sebal.


"Kau!!" Sentak Adit kesal.


"Kau ini maunya apa sih?!" Ketus Adit mempertanyakan.


"Aku cuma mau kau itu tau sopan santun dan kata maaf! Kau ini terlalu seenaknya tau gak?! Dasar menyebalkan." Sarkas Kania kesal.


"Ok fine, Sorry, aku minta maaf. Sekarang bisakah kita diskusi sebentar? Ini tentang nona muda." Tukas Adit patuh dan akhirnya beralih ke topik utama.


"Maksudmu Kinara?" Tanya Kania yang di angguki oleh Adit.


Dengan nama Kinara akhirnya Kania tanpa basa-basi langsung menarik Adit pergi menjauh dimana tidak terdapat terlalu banyak orang.


Dan akhirnya mereka berdua berdiskusi tentang Kinara setelah sampai di tempat yang sesuai dan cukup aman dari penguping.


*Jadi begini hidup nona di keluarganya? Sungguh malang.* Batin Adit setelah mendengar cerita dari Kania.


Flashback Off βŒ›πŸ‘Œ


"Tapi ngomong-ngomong Kania si ceroboh itu lumayan asik juga ternyata." Ucap Adit saat mengingat dirinya dan Kania mulai normal dan tidak ribut lagi.


*****


β€’ RUANGAN GATHAN πŸ‘Œ

__ADS_1


"Ini..... Jadi dia bukan anak kandung keluarga Digta? Ibunya ternyata menikah dengan Arya saat kinara masih bayi. Lalu.... Siapa ayah kandungnya?" Ujar Gathan penasaran.


"Lahir di Amerika? Ini.... Bagaimana caranya aku bisa menemukan jejak ayah kandungnya? Sedangkan ibunya sudah meninggal." Sambung Gathan bertanya tanya.


Gathan membaca informasi Kinara di layar laptopnya, setelah habis ia baca semua, Gathan beralih ke berkas yang berisikan kisah hidup Kinara yang berhasil Adit dapatkan dengan banyak perjuangan 😜


"Ini, apa apaan ini?!" Tukas Gathan mengernyit.


"Jadi begini kehidupan Kinara di keluarganya? Pantas... Pantas saja waktu itu dia bicara begitu." Ucap Gathan mengingat dimana kinara berkata keluarganya tak layak disebut keluarga.


🌬️🌬️🌬️🌬️πŸŒͺ️


🌜🌜🌜✨


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Gathan yang melihat Kinara di dapur.


"Aku lagi masak buat makan malam mas." Jawab Kinara.


"Kau lupa kata dokter?! Jangan banyak beraktivitas dulu, bisa-bisa kau merepotkan ku lagi!!" Sarkas Gathan dingin.


"Gak apa-apa mas."


"Kau ini kalo dibilangin ngeyel... Aja! Apa gunanya mereka kerja jika kau masih membantu mereka hah?! Kalo gitu aku pecat saja para maid ini dari pada buang-buang uang ku!" Cercah Gathan diselingi ancaman.


"Mas jangan, Ok aku gak masak lagi."


"Huh! Dasar gadis bodoh pembangkang!" Umpat gathan langsung pergi.


"Mas, tunggu mas." Panggil Kinara menyusul gathan.


Gathan tak mengidahkan panggilan Kinara, ia bahkan tak memiliki niat untuk menghentikan kursi rodanya untuk sedikit merespon Kinara.


"Mas ih.... Kan aku udah setuju gak masak, kok masih marah sih?" Tanya Kinara melas dan gathan sama sekali tidak menghiraukannya.


Gathan masuk kedalam lift dan meninggalkan Kinara sendiri, Kinara menggeleng gelengkan kepalanya kemudian menuju tangga dan menyusul Gathan ke lantai atas.


"Mas, aku minta maaf ya, jangan marah dong." Mohon Kinara melas.


"Kau ini bisa tidak menurut sedikit sama suami mu?! Gimana aku mau nyoba kalau kau saja tidak mendengarkan perkataan ku?!" Sarkas Gathan tanpa sadar jujur.


"Ha? Mas.... Mas mau nyoba? Maksud mas Gathan mau nyoba nerima aku, iya kan?" Tanya Kinara girang.


"Tidak, kau salah dengar!" Elak Gathan ketus.


"Mas, aku mohon jangan tarik kembali, cobalah mas, cobalah... Aku akan melakukan yang terbaik untuk membuat mas percaya padaku."


"Kenapa kau mau menggantikan Bella menikah dengan ku?" Tanya Gathan.


"Mas... Kamu belum tau kehidupan ku seperti apa, makanya bisa selalu curiga dengan ku kan?" Ujar Kinara sendu.


"Mas, Aku tidak bisa mengatakannya padamu, Mas pasti akan mengetahuinya sendiri nantinya. Ku mohon percaya padaku Kali... Saja. Berikan aku kesempatan mas." Sambung Kinara memohon dengan tulus.


"....... Baik, Aku berikan kau satu kesempatan." Ucap Gathan setuju.


WAH..... SELAMAT MBA KINARA, SEMOGA BERHASIL MENDAPATKAN SEPENUHNYA CINTA NYA SANG SUAMI ☺️ SEMANGAT BUAT MBA NARA. πŸ™ŒπŸŒΉ


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2