
Sudah 3 hari semenjak kejadian pengusiran Kinara, Gina yang tau hal itu segera memberitahu Mami dan Papinya, semua orang kecewa pada Gathan dan Gathan tidak peduli, tidak yang bisa mengatur hidupnya.
Adit pun juga sama kecewanya, Adit sudah berusaha untuk menyelesaikan kesalahpahaman antara Gathan dan Kinara melalui rekaman waktu itu, namun keras kepala gathan menghancurkan semua usaha Adit.
"Kak! Tidakkah kakak khawatir pada kak Kinara?!Keluarganya licik, dia harus tinggal dimana?" Sarkas Gina tak terima kakak iparnya di usir.
"Berhenti mengoceh! Aku tau kau itu sudah mencari wanita itu selama 3 hari ini! Jika kau berani mencari wanita itu lagi! Aku akan mengirim kau keluar negeri." Sarkas Gathan mengancam.
"Kak! Kenapa kamu setega ini! Aku akan tetap mencari kak Kinara! Aku tak peduli kamu mau mengirim aku ke luar negeri aku tidak peduli!" Teriak Gina pada Gathan yang sudah pergi menjauh.
*****
Hari ini Gathan tidak sarapan dirumah, sebenarnya bukan hanya hari ini, 2 hari belakangan gathan tidak pernah sarapan di rumah, ia selalu sarapan di luar bersama Adit. Seperti saat ini, Keduanya tengah ada di ruang VIP sebuah restoran ternama.
"Tuan muda, Silahkan." Ucap Adit menyiapkan sumpit khusus di piring Gathan.
"Kau duduk dan sarapan juga, aku memesan sebanyak ini bukan untuk aku habiskan sendiri!" Tukas Gathan dingin.
"..... Baik." Ucap Adit patuh dan duduk di bangku satunya.
Keduanya pun mulai sarapan bersama, hanya keheningan yang di rasa saat mereka mulai menyantap makanan mereka. Hanya suara dentingan sendok ataupun garpu dengan piring yang terdengar di dalam keheningan itu.
*Aku coba lagi sekarang atau nanti saja ya? Tapi tuan muda selalu mengancam akan memecat ku jika aku membahas soal Nona muda.* Batin Adit bimbang.
*Aghh bagaimana ini? Jika aku tidak menjelaskan semuanya maka kesalahpahaman ini tidak akan usai, dan nona muda benar-benar akan di ceraikan!* Batin Adit gusar memikirkan tuan muda dan nona mudanya akan bercerai.
Sementara di tempat lain, seorang gadis tengah menemui sang dosen dan Aldo untuk meminta cuti setidaknya 1 Minggu. Ia ingin menenangkan dirinya setelah masalah rumah tangganya yang ia hadapi saat ini.
"Nar, Lo yakin?" Tanya Kania sendu.
"Iya Ni, Gue yakin, gue mau nenangin diri."
"Saya di izinkan, kan pak?" Sambung Kinara bertanya pada Aldo.
"Saya tidak bisa apa-apa jika benar kamu sangat ingin cuti." Jawab Aldo di selingi anggukan.
"Terimakasih pak, Kalau begitu saya permisi." Ujar Kinara bersiap untuk pergi.
"Dan pak Andika, maaf karena saya sudah sering cuti, bapak bisa potong nilai saya nanti." Sambung Kinara menatap Dika dengan senyum yang ia paksakan untuk ada.
__ADS_1
Kinara pun pergi meninggalkan ketiga yang tengah menatap prihatin padatnya, dengan perasaan hancur Kinara menatap setiap lorong perusahaan dan mengingat setiap momen yang ia habiskan di perusahaan itu.
Yang paling Kinara ingat adalah saat suaminya ' Gathan pertama kali menyebutkan namanya di perusahaan itu, dan itu adalah kenangan indah yang Kinara miliki di hari kepergiannya saat ini.
"Nara!" Teriak Kania memanggil Kinara.
Kinara lantas menoleh ke arah suara yang tak asing baginya itu. "Ada apa Nia?" Tanya Kinara.
"Lo mau pergi kemana Nar?" Tanya Kania balik.
"Ke Bandung Ni, Gue mau tinggal di rumah mamah dulu." Jawab Kinara.
"Gue antar ya Nar, gue gak enak kalo Lo pergi sendiri." Ujar Kania khawatir.
Kinara lantas tersenyum dan mengangguk, Ia bahagia masih ada Kania sahabatnya yang selalu ada saat dirinya memang membutuhkan teman dan pikiran yang jernih.
Kinara dan Kania pun beranjak pergi meninggalkan perusahaan. Dalam perjalanan, Kania kembali bertanya pada Kinara apakah ia sudah yakin atau tidak untuk pergi apalagi meninggalkan suaminya.
"Nar, Lo udah nyerah nih? Udah gak mau berjuang lagi?" Tanya Kania melirik Kinara sesaat dan kembali fokus pada jalanan ramai.
"Gue gak mau nyerah Nia, Tapi gue udah berusaha selama tiga hari ini, dan mas Gathan gak pernah mau mendengarkan penjelasan gue." Jawab Kinara yang tiba-tiba ingin menangis.
"Nar..." Cicit Kania kasihan pada sahabatnya itu.
Setelah berjam-jam di perjalanan, akhirnya Kinara sampai di Bandung, Kania juga sudah kembali dan meninggalkan Kinara untuk mengatasi hal selanjutnya.
Kinara sampai di depan rumah yang sudah sangat tua, ia dorong pintu kayu di depannya itu dan terlihatlah isi ruangan rumah yang mini Malis itu. Sudah bertahun-tahun tidak di kunjungi rumah itupun sudah sangat kotor dan berdebu.
"Nenek, Mamah. Maaf Kinara baru datang melihat rumah." Ucap Kinara seraya menatap sekeliling rumah tua itu dengan perasaan sedih.
"Hemm aku akan mulai bersih-bersih dulu." Lanjut Kinara melepaskan tas selempang yang ia pakai.
Kinara pun mulai membersihkan rumah itu, mulai dari membuka semua kain yang menutupi perabotan rumah dan menyapu. Setelah bersih semua Kinara lanjut membersihkan kamar-kamar dan dapur sebelum ia mengepel lantai.
Setelah 1 jam lebih ia habiskan membersihkan rumah, perut Kinara pun mulai memanggil untuk diisi. Kinara pun memutuskan untuk belanja bahan makanan untuk memasak.
Untung ia memiliki uang tabungan juga ATM Kania yang Kania serahkan tadi, bila tidak Kinara pasti tak bisa hidup saat menghadapi hidup sendirian seperti sekarang.
"Mas... Baru setengah hari aku pergi, aku udah kangen pengen liat wajah galak kamu." Ucap Kinara pelan dengan kekehan kecil di akhir Kalimatnya.
__ADS_1
"Neng bukan orang sini ya?" Tanya seorang ibu-ibu menatap Kinara.
"Iya Bu, saya baru datang mengunjungi rumah lama." Jawab Kinara ramah.
"Maaf sebelumnya, Saya dengar tadi neng ini lagi ada masalah sama suaminya, iya?" Ujar Ibu itu hati-hati.
Kinara hanya tersenyum berat dan mengangguk, kemudian ibu-ibu itu mengajak Kinara duduk di sebuah bangku yang terlihat ada laki-laki paruh baya disana.
Ibu-ibu Itu memberikan sebuah jeruk pada Kinara untuk dimakan, Kinara pun mengikuti kemauan ibu-ibu itu dan memakan jeruk tersebut, Kedua orang paruh baya itupun tersenyum ketika Kinara menyantap buah jeruk itu.
"Gimana rasanya?" Tanya Ibu itu tersenyum ramah.
"Enak Bu, manis tapi ada sedikit rasa asamnya." Jawab Kinara tersenyum pula.
"Dan sama seperti rumah tangga." Celetuk pria paruh baya yang merupakan suami ibu tersebut.
Kinara lantas terdiam, ia menelan perkataan bapak-bapak itu dengan cermat, sesaat kemudian tampaklah wajah murung Kinara yang membuat ibu-ibu itu menghembuskan nafas panjang.
"Ibu bukan bermaksud apa-apa, hanya ingin membantu menenangkan pikiran neng." Ujar ibu itu hati-hati.
"Ibu benar, Saya di usir oleh suami saya karena kesalahpahaman. Saya sudah mencoba menjelaskan semuanya Bu, tapi suami saya tidak mau mendengarkannya." Balas Kinara mulai mengeluarkan unek-unek nya.
"Nak, Apa yang suami kamu lakukan itu memang salah, tapi sebagai laki-laki bapak tau kalau kalian ini pasti baru membina rasa, iya kan?" Timpal Bapaknya.
Kinara mengangguk. "Iya pak." Jawab Kinara.
"Nak, Suami kamu itu sudah punya rasa untuk kamu. Apa yang ia lakukan karena kecemburuan dan kekecewaan dikhianati. Bapak dulu juga begitu, bapak sama ibu dulu hampir berpisah juga karena salah paham, dan bapak tidak pernah mau mendengarkan apa yang ibu katakan." Ujar bapak itu menatap istrinya dengan senyuman hangat.
Suami istri itupun mulai menceritakan kisah mereka, berharap permasalahan Kinara dapat terbantu dengan cerita pengalaman rumah tangga keduanya. Kinara pun tersenyum serasa mendapatkan pencerahan dari cerita suami-istri itu.
"Pak, Bu. Terimakasih banyak atas nasehatnya." Ucap Kinara tersenyum.
"Sama-sama, rumah tangga itu ibaratkan jeruk, neng jangan sampai kalah dengan asamnya jeruk." Ucap keduanya di akhiri ibu sepihak.
Kinara pun dan tersenyum kemudian pergi, ia sangat senang setelah mendengar cerita dari pasangan harmonis itu, Kinara berharap dapat seperti itu dengan Gathan suatu saat, dan semoga saja.
UDAH PERGI... GATHAN KAPAN LU CARI ISTRI LU?! KEBURU DI SREPET ORANG HOY! 😂
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1