
2 orang gadis cantik tengah asik dengan sebuah laporan di tangannya, semester akhir menuntut tugas yang menumpuk bagi keduanya, meliputi pembuatan skripsi dan juga kerja magang di tempat tertentu jurusan mereka.
"Aku dengar CEO di sini mengalami kelumpuhan 3 tahun lalu." Ucap Kania memulai gosipnya.
"Shutt gak boleh membicarakan orang." Cicit Kinara takut temannya akan menjadi sorotan orang.
"Ihh tapi kan bener, Kasian banget pak Gathan, di usia muda harus mengalami kelumpuhan, tapi aku juga kagum padanya, walaupun keadaannya seperti sekarang tapi dia tetap mengendalikan berbagai perputaran saham dunia bisnis." Jelas Kania penuh rasa kagum.
Deg....
Kinara terdiam, Gathan? Begitulah dirinya bertanya tanya, ia menyadari Nama Gathan sama dengan calon suami kakak tirinya, Kinara belum pernah bertemu dengan calon suami kakak tirinya karena itu dia tidak tahu bahwa calon kakak iparnya adalah boss nya selama 1 bulan ke depan.
"Gathan?" Tanya Kinara memperjelas.
"Iya, Gathan Dierga, Tuan Muda keluarga besar Dierga, Pewaris seluruh aset triliunan dari keluarga Dierga." Jawab Kania memperjelas identitas Gathan.
"Apa?! Jadi... Calon kakak ipar gue boss gue dong." Gumam Kinara terkejut.
"Lo ngomong apaan sih? Ngomong tuh yang jelas!" Sentak Kania yang mendengar sedikit gumaman Kinara.
"Bukan apa-apa kok, udah yuk. Kita harus lapor dulu." Ujar Kinara mempercepat langkahnya menuju ruangan asisten sekertaris.
Kania mengikuti langkah kinara dengan menggeleng gelengkan kepalanya, beberapa saat kemudian mereka berdua sampai di ruangan dengan template nama Asisten sekretaris Hana Elina.
Kinara mengetok pintu ruangan tersebut, terdengar suara dari dalam langsung mengizinkan Kinara masuk, Kinara masuk di ikuti Kania, terlihat wanita muda tengah menunduk mengamati sebuah berkas yang menurut Kinara sangat banyak.
"Kinara dan Kania ya?" Tanya Hana beranjak dari duduknya.
"Benar Bu, Kami datang untuk melapor." Jawab Kinara mewakili Kania juga.
"Iya iya, Dosen kalian sudah mengatakan semuanya, emm kalian ini saudara ya?" Tanya Hana lagi dengan mata yang menyipit.
"Bukan Bu, dia sahabat saya tapi juga sudah seperti saudara sendiri." Jawab Kinara tersenyum melirik Kania.
"Eh... Saya kira saudara, soalnya nama kalian hampir sama." Tukas Hana terkejut.
"Baiklah sudah, ayo silahkan duduk." Sambung nya mempersilahkan Kinara dan Kania untuk duduk.
Kinara dan Kania pun duduk, lalu wanita itu mulai bertanya tanya tentang prihal kerja magang mereka. Dalam tahap ini Kinara yang sangat aktif menjawab, karena Kinara lebih bijak dalam menjawab dari pada Kania.
__ADS_1
"Baiklah... Kalian bisa mulai besok, bagaimana, siap?" Ujarnya mempertanyakan.
"Siap Bu." Jawab Kinara dan Kania serempak.
"Kalau begitu kami permisi ya Bu Hana." Ucap Kania pamit mewakili Kinara.
Hana mengangguk dan berdiri di ikuti Kinara dan Kania, Hana pun mempersilahkan dan mengantar keduanya ke pintu, kemudian Kinara dan Kania mulai beranjak pergi dan menjauh dari wilayah ruangan asisten sekertaris.
Selama perjalanan menuju lift mereka membicarakan persiapan untuk magang besok, juga berencana untuk menemui dosen pembimbing mereka yang tak lain adalah Dika.
Kinara menghembuskan nafas kasar, dirinya benar benar malas untuk bertemu dosen nya itu, Kinara sadar bahwa perlakuan Dika padanya sedikit aneh, dan itu membuat Kinara tak nyaman.
"Tadi kata Bu Hana siapa yang akan membimbing kita di hari pertama magang?" Tanya Kania yang melupakan nama orang yang akan membimbing mereka.
"Pak Aldo." Jawab Kinara singkat.
"Kita belum ketemu dia, gimana mau tau yang mana Pak Aldo!" Gerutu Kania manyun.
"Iya Saya." Ucap seorang pria yang baru keluar dari dalam lift di sebelah mereka.
Kinara dan Kania menoleh dengan tatapan bingung, Pria itu juga tak kalah menyipitkan matanya karena bingung, pria itu mulai memperkenalkan dirinya yang ternyata adalah Aldo. Kinara dan Kania kaget, apalagi Kania yang membicarakan nya tadi, dirinya merasa sangat tidak enak.
Mereka pun mulai berbincang bincang tentang magang yang akan di lakukan Kinara dan Kania, Aldo mengangguk karena dirinya baru saja mendapatkan informasi itu dan ternyata malah bertemu sekarang tampa sengaja.
Kinara dan Kania menjabat tangan Aldo dengan senyuman. "Terimakasih Pak, kami akan berusaha yang terbaik." Tukas Kinara tersenyum.
Kania juga mengatakan hal yang sama, hanya beda di akhir kata, Kania mempersilahkan Aldo untuk pergi mewakili Kinara yang tersenyum pada Aldo.
Ting......
Seseorang keluar dari lift dan di ganti oleh Kinara dan Kania. Selama di lift tidak ada pembicaraan yang terjadi, karena Kinara tidak suka itu dan Kania juga memahami kebiasaan sahabat nya itu.
Ting.....
Tak tak tak
Sepatu yang melingkar di kaki panjang dan putih mulus keduanya menggema di lobby perusahaan. 2 gadis cantik itupun mulai berjalan menjauh dari wilayah lift.
"Nara, Pak Aldo ganteng juga ya hehe." Celetuk Kania nyengir kuda.
__ADS_1
"Cie... Suka nih? Jangan kasih kendor neng." Ujar Kinara menyemangati namun terdengar seperti ledekan.
"Ih Kinara!! Serius dong...." Rengek Kania menekuk wajahnya.
"Iya iya... Tapi bener Nia, kalo pak Aldo gak punya pasangan udah srepettt... " Ujar Kinara melancarkan tangannya ke depan.
"Ih Lo mah gitu! Udah ah ayo cepat kita pergi cari makan." Tukas Kania mempercepat langkahnya.
"Dih... Makan mulu Lo." Decih Kinara melihat tingkah temannya itu.
Kinara dan Kania pun mulai beranjak meninggalkan perusahaan Dierga Group, tapi karena tingkah Kania dirinya hampir menabrak seseorang karena tidak fokus jalan. Kinara berteriak memanggil nama Kania yang sontak membuat Kania sadar bahwa dirinya di ambang kematian.
HAAPPP....
tubuh nya di tahan oleh seseorang dan mencegahnya menimpa laki laki yang sedang duduk di kursi roda. Gathan, itu adalah Gathan dan Adit yang baru saja kembali dari restoran bertemu rekan bisnisnya.
"Bisakah hati hati dalam berjalan? Sungguh gadis ceroboh!" Cercah Adit menyingkirkan tubuh Kania.
"Ap-apa?! Kau--" ucapan nya di potong oleh Kinara.
"Sudah Nia, kamu lihat tuh dia boss kita." Bisik Kinara melirik Gathan yang suram.
*Oh tidak matilah aku...* Batin Kania takut.
"Tolong maafkan teman saya pak. Kami permisi sekali lagi maaf..." Ujar Kinara menunduk hormat.
"Huh! Sangat beda, Satu Sopan yang satunya ceroboh, Dasar bocil." Sarkas Adit seraya mendorong kursi roda Gathan memasuki perusahaan.
Adit dan Gathan meninggalkan 2 gadis itu, tepat nya Adit meninggalkan seorang gadis yang tersulut emosi karena ledekan nya. Kania mendengus kasar, ingin sekali Kania menyumpal mulut Adit dengan Cabe rawit 1 kilo.
"Sudah nanti jodoh Lo bertengkar Mulu." Tukas Kinara menggoda Kania.
"Ih amit amit ya Allah! Ngeselin banget! Ogah gue jodoh sama dia!" Sarkas Kania tak terima.
Kinara pun menarik Kania yang emosi pergi dengan kekehan kecil merasa gemas pada temannya itu. Kemudian mereka berdua mulai mencari makanan ke tempat makan yang sederhana. Di pinggir jalan pun hayu kata Kinara yang memang tidak hidup enak saat ibunya meninggal dunia.
*Jadi itu yang namanya Gathan? Tampan sekali, tapi serem juga sih, galak banget sepertinya.* Batin Kinara tersenyum sekaligus manyun.
WAHHH INI GIMANA NIH? KANIA SAMA ALDO APA SAMA RADIT? ADIT MAKSUDNYA, KAN NAMANYA RADITYA RAMDANA DI PANGGIL ADIT.
__ADS_1
EMM BTW NANTI BAKAL AKU KASIH CP PERKENALAN PEMERAN... jangan lupa like dan komen nya sayang ku... Itu adalah penyemangat ku untuk melanjutkan cerita ini.
BERSAMBUNG..............................................