Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Harmonis


__ADS_3

20 menit kemudian Gathan sampai di rumahnya, Saat itu Kinara juga baru saja kembali beberapa menit yang lalu sebelum Gathan, Gathan berpapasan dengan Kinara yang baru saja kembali dari kamar mandi.


Kinara terkejut saat melihat suaminya telah pulang, Kemudian ia menanyai alasan pulang awal suaminya, namun Gathan tak menjawab, ia justru langsung memeluk Kinara yang sontak hal itu membuat Kinara bingung.


"Mas? Ada apa?" Tanya Kinara seraya membalas pelukan suaminya.


"Biarkan aku seperti ini sebentar." Ujar Gathan tampa berniat menjawab pertanyaan istrinya.


Kinara pasrah, Ia tak akan memaksa suaminya untuk mengatakan apa yang tidak ingin ia katakan, Akhirnya Kinara membiarkan Gathan memeluknya seperti yang Gathan inginkan.


"Apa aku munafik?" Tanya Gathan.


"Apa maksudmu mas?" Tanya Kinara balik, Ia di buat bingung oleh suaminya.


"....... Tidak apa-apa, Lupakan." Ucap Gathan seraya melepaskan pelukannya.


Kinara lantas menatap suaminya itu lalu meraih tangannya dan mengembuskan napas panjang. "Mas... Aku tau kamu punya beban pikiran, Tapi aku tidak akan memaksa jika memang kamu tidak mau untuk mengatakannya, Namun aku sangat berharap bisa memikul beban mu juga." Ucap Kinara menatap dalam mata Gathan.


"Aku akan menunggumu mas, Aku akan menunggu hingga kamu bersedia membagi semuanya dengan ku, termasuk beban di hatimu." Sambung Kinara tersenyum ke arah Gathan.


Usai mengatakan itu Kinara pun melepaskan tangan Gathan, Ia berjalan ke meja rias untuk memakai skincare karena Kinara baru saja mencuci muka tadi.


Gathan diam seraya terus memperhatikan istrinya, Ia berpikir haruskan dirinya memberitahu Kinara? Atau tidak perlu? Tapi jika tidak memberitahu akankah Kinara sangat marah dan kecewa pada Gathan? Tentu Gathan tak menginginkan hal itu terjadi.


"Mas, Kamu bersih-bersih gih, aku siapin baju ganti untuk mas, Terus mas mau apa untuk makan siang? Mas jarang banget pulang siang begini, aku gak tau selera mas." Ujar Kinara seraya meraih lip balm untuk ia pakai.


"Oh iya mas, Aku akan kembali ke kampus minggu depan, terus magang aku juga udah di ganti jadi...." Sambung Kinara yang terpotong karena Gathan memeluknya dari belakang.


"Mas?" Seru Kinara penuh pertanyaan.


"Nara, Aku ingin memberitahu mu sesuatu, tapi jangan marah ataupun salah paham, ya?.." Ujar Gathan seraya membalik Kinara menghadapnya.


Kinara lantas menjadi gugup, Ia tiba-tiba merasa takut untuk mendengarkan apa yang akan suaminya katakan, padahal dirinya tak tau apapun, Tapi tetap saja tampa alasan Kinara merasa takut.


Kinara menaruh kembali lip balm nya ke tempat semula lalu menatap suaminya. "Emang ada apa mas? Kenapa terlihat begitu serius?" Tanya Kinara tampak tenang.


Gathan diam sejenak, kemudian ia meraih lip balm Kinara dan memakaikan nya ke bibir ranum istrinya itu, kemudian seraya memakaikan Gathan juga sekaligus menjelaskan, tepatnya menceritakan tentang kembalinya Cindy.


"Dia kembali, Nara." Ucap Gathan berat.


"Maksud Mas itu..... Mantan kamu kan? Cindy?" Ujar Kinara peka.


"Kamu tau dari mana kalo namanya Cindy?" Tanya Gathan terkejut seraya menaruh lip balm Kinara lagi.

__ADS_1


"Gina pernah cerita masalah Cindy padaku." Jawab Kinara.


"Tapi mas, Apa dengan kembalinya dia akan mempengaruhi hubungan kita? Apa perasaan mas padaku akan berubah?" Sambung Kinara bertanya dengan sendu.


"Tidak! Tidak akan pernah berubah, aku mencintaimu Kinara, sungguh, aku tidak berbohong, percayalah." Jawab Gathan spontan, tegas, dan yakin.


Kinara lantas tersenyum lega. "Aku percaya sama kamu mas, Lagian Mas udah bilang bahwa mas mencintaiku, Pada dasarnya mas gak akan berpaling ke wanita lain jika mas benar-benar mencintaiku." Ungkap Kinara menepuk punggung tangan suaminya lembut seraya mendengus kasar dan dan tersenyum tipis.


Gathan lantas tersenyum senang, Ia lega mendengar pernyataan dari Kinara, Ia peluk dengan erat dan penuh cinta tubuh istrinya itu, Gathan merasa bersyukur memiliki istri sebaik Kinara, Yang penuh kesabaran dan pengertian terhadapnya.


"Terimakasih telah mempercayai ku, Percayalah aku benar-benar mencintaimu Nara, Dia hanya sekedar masa lalu, aku tidak akan membiarkan kehadirannya merusak kebahagiaan kita." Ucap Gathan sungguh-sungguh dan tersenyum senang.


"Eemm, Aku percaya sama kamu mas." Balas Kinara mengangguk dalam pelukan suaminya.


🍽️☕🍹


Kini Kinara dan Gathan tengah ada di restoran mewah kalangan atas, Setelah pembicaraan tadi Kinara dan Gathan memutuskan untuk makan diluar, sekaligus untuk mengenal lebih baik lagi.


Walaupun hubungan mereka sudah bisa dibilang baik, tapi mereka berdua belum cukup mengenal satu sama lain, Bahkan mereka masih kaku untuk saling mendekat satu sama lain, Gathan pun belum berani untuk meminta hak nya lebih lanjut.


"Sayang kamu mau pesan apa?" Tanya Gathan membolak balik menu.


"Hah?!" Kejut Kinara.


"Ohhh aku paham, Apa aku boleh panggil kamu dengan sebutan itu?" Ucap Gathan mangut-mangut dan diakhiri pertanyaan, dan Kinara hanya mengangguk malu yang sontak membuat Gathan merasa gemas.


Beberapa saat pun keduanya telah selesai menentukan menu yang mereka inginkan, Selama menunggu pesanan keduanya membahas hal-hal yang mereka suka dan tidak suka untuk mulai membangun kedekatan.


"Kopi, Susu, atau teh?" Tanya Kinara.


"Kopi." Jawab Gathan.


"Pedas atau manis?" Tanya Kinara lagi.


"Keduanya, aku suka rasa pedas manis, Tapi jangan terlalu pedas." Jawab Gathan.


"Emmm apa Mas punya menu makanan yang tidak bisa mas makan?" Tanya Kinara.


"Ada, aku alergi ikan dan udang, dan aku juka alergi serbuk sari." Jawab Gathan.


"Emmn aku akan mengingatnya agar tidak melakukan kesalahan. Sekarang giliran mas yang tanya." Ucap Kinara.


Gathan pun mulai melontarkan satu persatu pertanyaan kepada Kinara, mulai dari minuman favoritnya, makanan, dan outfit yang Kinara suka, Juga beberapa hobby Kinara ataupun impiannya.

__ADS_1


Semuanya Kinara jawab dengan lancar dan penuh perasaan senang, Kinara juga memberitahu Gathan mengenai orang-orang terdekatnya, misalnya.... seorang teman.


"......... Apa kamu memiliki cinta pertama?" Tanya Gathan berat.


Kinara terpaku sejenak kemudian tersenyum. "Punya." Jawab Kinara.


"Apa kamu begitu mencintainya?" Tanya Gathan.


"...... Sangat, bahkan sangat-sangat mencintainya, tapi aku tidak tau apa perasaannya sama dengan ku." Jawab Kinara.


BRAKKK


Gathan menggebrak meja kemudian menatap Kinara tajam dan menegaskan bahwa Kinara adalah miliknya, Kinara dilarang untuk memikirkan orang lain.


"Hahaha Mas tenang dulu." Ujar Kinara terkekeh kemudian bangkit dan duduk di paha suaminya itu.


"Mas aku serius punya cinta pertama, dan aku sangat mencintainya, Jika bisa aku ingin terus bersamanya." Ucap Kinara mengusap pipi suaminya.


"...... Lalu mengapa kamu disini? Mengapa tidak mengejarnya?" Tanya Gathan ketus.


"Untuk apa dikejar? Orang nya sudah ada di depan mata, tidak perlu dikejar lagi, tidak tau apakah orang itu mau mencintaiku selamanya." Jawab Kinara menatap dalam mata Gathan.


Gathan bingung dan menoleh sana sini untuk mencari orang yang Kinara maksudkan, hal itu benar-benar sukses membuat Kinara merasa gemas dan terkekeh melihat tingkah suaminya itu.


"Hahaha mas.... Mau dicari kemana sih? Itu kamu loh.... First Love aku itu kamu, Hahaha." Ucap Kinara tertawa gemas.


"....... Aku? Jadi aku.... Aku cinta pertama kamu? Kamu tidak pernah pacaran sebelumnya?" Tanya Gathan terkejut sekaligus senang.


"Iya, Kamu itu laki-laki pertamaku, harusnya mas bangga dong." Tukas Kinara dengan bangganya.


"Kamu ini, Tapi.... Benar sekali, aku memang bangga karena aku adalah yang pertama untuk gadis cantik satu ini." Ucap Gathan mencubit hidung Kinara, dan Kinara hanya tersenyum dan memejamkan matanya.


"Khem Maaf menganggu, pesanan anda sudah sampai tuan." Celetuk pelayan resto tersebut.


Kinara dan Gathan lantas kaget dan segera kembali ke posisi awal mereka, suasana pun canggung karena keduanya yang terciduk orang luar.


"Hubungan tuan dan nyonya harmonis sekali, saya do'akan semoga kalian selalu bersama." Ujar pelayan tersebut merasa iri dengan keharmonisan rumah tangga GARA (Gathan dan Kinara).


"Amin... Terimakasih mba, saya harap bisa seperti yang mba harapkan." Ucap Kinara tersenyum hangat.


HAPPY READING ALL🌹


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2