
"Udaranya enak banget di sini." Ucap Kinara dengan senyuman manisnya.
"Ngapain kau di sana?! Tidakkah kau menyambut ku ketika aku kembali?!" Sarkas Gathan pada Kinara.
Kinara kaget dan menoleh, terlihat Gathan yang telah ada di dalam kamar dan menatap tajam ke arah Kinara.
Kinara menghampiri Gathan dengan langkah berat, Perlahan Kinara telah berdiri di hadapan Gathan, namun tatapan dingin Gathan yang Kinara terima hingga membuatnya merasa kesulitan bernafas.
"Mas, kamu udah datang ya." Ujar Kinara hangat.
"Duduk!" Perintah Gathan dingin.
Kinara pun secara spontan bersimpuh di hadapan Gathan karena rasa takutnya. Ia kaget dengan balasan Gathan atas sapaan nya dan ya... Kinara juga bingung dengan itu.
AGHHHH!!!......
Teriak Kinara saat rambutnya dijambak oleh Gathan. Air matanya mengembang, ia mencoba untuk bertahan agar tidak menangis, ia tidak mau terlihat begitu lemah.
"Katakan pada ku! Apa yang keluarga kalian rencanakan hingga menukar pengantin wanitanya hah?!" Sentak Gathan bertanya.
"Aku... Aku tidak tau." Jawab Kinara berat karena menahan sakit.
"Jangan pura-pura! Katakan atau aku tidak akan sungkan padamu!" Bentak Gathan semakin memperkuat jambakannya.
"Aghhh sakit... Aku mohon lepaskan... Aku benar-benar tidak tau.. Hiks." Ucap Kinara terisak karena sudah tidak tahan menahan sakit.
"Hahaha menangis lah! Itu membuatku semakin senang melihatnya, berani main main dengan ku, berarti berani merasakan hidup di neraka." Cercah Gathan menghempaskan tubuh Kinara ke lantai.
Gathan pun pergi meninggalkan Kinara yang tengah menangis, ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara Kinara masih tetap dalam posisi yang sama terkulai di lantai dan menangis meratapi nasibnya.
20 menit kemudian Gathan keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah di ganti, Gathan melihat Kinara duduk di sisi ranjang seperti sedang menunggunya.
"Mas, udah selesai?" Tanya Kinara seperti tak terjadi apa-apa.
"Jangan pura-pura menjadi istri yang baik! Aku tidak akan pernah menerimamu menjadi istriku! PERNIKAHAN INI PALSU!!" Sarkas Gathan menekan kata pernikahan palsu.
JEDAR...........
Jantung Kinara serasa berhenti sejenak saat kata itu terlontar dari mulut Gathan. Butiran bening telah mengembang di kelopak matanya, Kinara menyeka air mata itu sebelum benar-benar mengalir membasahi pipinya.
"A-Aku tau Mas, aku tidak mengharapkan apapun. Tapi izinkan aku melayanimu dengan baik, selama aku masih istrimu aku akan melakukan tugasku dengan baik." Ucap Kinara berusaha tampak tegar.
"Terserah!" Sarkas Gathan tak peduli
__ADS_1
"Sekarang ambil selimut dan bantal baru di lemari." Perintah Gathan dingin.
"Hah???"
"Kau masih tidak mengerti?! Kau tidur di sofa! Aku melarangmu tidur di atas ranjang ku!" Tegas Gathan dingin.
"Baiklah, selama Mas senang." Balas Kinara berat seraya beranjak menuju lemari.
Kinara meraih bantal dan selimut disana lalu pergi ke sofa dan menyesuaikan diri di sana. Sementara Gathan berusaha turun dari kursi rodanya untuk tidur namun sepertinya Gathan kesusahan.
"Mas, aku bantu ya." Tawar Kinara.
"Tidak perlu! Aku bukan benar-benar tidak berguna! Aku bukan orang lemah! Aku bisa melakukan semuanya sendiri!" Tolak Gathan keras.
Kinara pun memilih diam dan melihat Gathan, jika Gathan benar-benar kesulitan maka Kinara akan membantunya walaupun Gathan akan menampar nya atau apalah itu Kinara tak peduli.
*Astaga... Mengapa pria ini sangat keras kepala!* Batin Kinara menggerutu.
Benar yang Gathan katakan, dirinya benar-benar bisa melakukan tanpa di bantu siapapun. Setelah di pastikan Gathan aman, Kinara pun berbaring di sofa kembali. Ia menatap ke arah Gathan yang terlihat telah memejamkan matanya.
"Mas, aku sungguh ingin pernikahan ini harmonis. Tapi aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku, setidaknya biarkan aku menikmati saat saat menjadi istrimu." Ucap Kinara pelan seraya menatap lekat ke arah Gathan.
*Ya Allah... Kuatkan aku. Bismillah... Kinara kamu pasti bisa bertahan.* Batin Kinara berusaha memperkuat hatinya dan keikhlasannya.
*Aku tidak akan pernah percaya dengan wanita! Semua wanita itu sama saja! Munafik! Bermuka dua! Aku benci itu!* Batin Gathan suram.
Setelah beberapa saat kamar elegan nan mewah itu sunyi karena sang pemilik yang sudah terlelap tidur dan mengunjungi dunia mimpi mereka masing-masing.
Adzan subuh berkumandang dan terdengar samar ke kediaman Dierga, Kinara bangun untuk melakukan tugas serta kewajiban nya pada yang kuasa.
"Alhamdulillah waktunya masih cukup untuk aku shalat dan ngaji." Ucap Kinara melihat jam di dinding kamar.
Kinara pun pergi menuju kemar mandi membersihkan dirinya, mengganti pakaian, berwudhu dan akhirnya melaksanakan shalat subuh dan mengaji sebentar untuk menenangkan pikirannya. Namun bukan semata-mata untuk menenangkan pikiran.
Setelah semuanya selesai, Kinara menuju lemari dan mempersiapkan pakaian kerja untuk Gathan, lalu ia turun kebawah untuk memasak sesuatu untuk keluarga barunya.
"Tapi dimana dapurnya?" Celetuk Kinara melihat sekeliling rumah yang amat sangat luas dari tangga tempatnya berdiri.
"Non? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya maid yang melihat Kinara.
"Eng... Itu Bi, Aku mau ke dapur masak sarapan buat semuanya. Boleh tunjukkan dimana dapurnya?" Jawab Kinara Canggung.
"Soal itu nona tenang saja, ada kami yang melakukan semuanya." Balas maid itu tersenyum.
__ADS_1
"Tapi aku ingin memasak di hari pertamaku masuk rumah ini. Bukankah itu semua sudah seperti adat wajib bagi istri yang baru masuk rumah suaminya." Ujar Kinara masih berusaha mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Mmm baiklah kalo gitu Non. Mari ikut saya." Ucap maid itu menuntun jalan.
Keduanya pun beranjak pergi menuju dapur, Kinara melewati berbagai ruangan dan sisi yang entah itu tempat atau ruangan apa, lalu ia melewati ruang makan yang super luas sebelum akhirnya sampai di dapur yang sama luasnya. Bahkan kamar Kinara sebelumnya kalah jauh dengan luasnya dapur itu.
"Bi, Nama Bibi siapa? Biar enak manggilnya." Tanya Kinara seraya membasuh sebuah wortel.
"Saya Bi Ani, itu Bi Sisi, itu Mumun yang biasa bersihin taman. terus itu di luar pak Rudi sama pak Asep. Nanti kalo mau kenal sama semuanya minta aja sama nyonya non, Soalnya pekerjaan disini banyak bibi gak bisa sebutin satu persatu." Jawab Bi Ani panjang lebar.
"Hahaha aku kan nanya nya nama Bibi, Bibi malah nyebut semua yang ada." Ucap Kinara terkekeh.
"Hehehe, iya juga ya Non." Celetuk Bi Ani cengengesan.
Kinara hanya tersenyum manis dengan balasan Bi Ani itu, kemudian ia lanjutkan acara memasaknya di bantu maid yang bertugas masak itu.
Sebelum jam 7 pagi semuanya sudah selesai, dan Kinara segera menyajikan makanan itu ke meja makan dan tentu di bantu para maid itu pula. Di pertengahan pekerjaan nya terlihat Mami Liska dan Papi Hendri menuju meja makan.
"Mami, Papi, selamat pagi." Sapa Kinara tersenyum.
"Pagi." Balas keduanya hangat.
"Astaghfirullah.... Mami, Papi, Nara bangunin Mas Gathan dulu ya? Udah hampir jam 7 atau mas Gathan akan telat ke kantor." Tukas Kinara cemas saat tak sengaja melihat jam di dinding ruangan itu.
"Ohh iya, silahkan sayang." Balas Mami Liska tersenyum sementara Papi Hendri hanya mengangguk.
Kinara pun bergegas menuju lantai atas untuk membangunkan Gathan di kamarnya. Sampainya di sana benar saja Gathan masih tertidur pulas di atas ranjang yang menutur Kinara adalah kesayangannya.
Kinara menuju kamar mandi dan menyiapkan segalanya untuk Gathan mandi sebelum akhirnya membangun Gathan yang masih terlelap.
"Mas, Bangun mas..."
"Hemm"
"Bangun mas, Mandi setelah itu sarapan dan berangkat ke kantor, Jangan sampai telat." Ujar Kinara lembut.
"Hemm" Dahem Gathan malas untuk bangun.
"Ayo mas bangun, aku udah siapin semuanya." Ujar Kinara lagi.
Akhirnya Gathan membuka matanya lalu memposisikan dirinya duduk. "Bantu aku." Tukas Gathan serak ciri khas orang bangun tidur.
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1