
"Adit langsung pergi ke kediaman keluarga Digta." Perintah Gathan Tampa menatap Adit.
Adit mengangguk mematuhi perintah tuan mudanya itu. Sementara Bella merasa cemas karena telah menerima perjodohan itu.
*Tidak, Dia sudah menegaskan dia cacat. Aku tidak mau punya suami cacat! Tidak bisa, aku harus mencari cara agar aku tidak jadi menikah dengan nya.* Batin Bella cemas seraya memikirkan niat jahatnya.
Setelah sampai di rumah keluarga Digta, Gathan membiarkan Bella keluar sendiri. Dan segera memerintahkan Adit untuk tancap gas menuju mansion besar Dierga.
"Besok aku harus bicara dengan mamah, aku tidak mau menikah dengan Gathan."
Sementara itu di mobil Gathan, Gathan tertawa menghina dengan sikap Bella yang ia lihat, Sungguh muak Gathan memikirkan hal itu.
"Hahaha kau lihat itu Adit? Wajahnya yang pucat, takut, dan ekspresi keberatan itu jelas sekali. Masih bilang tulus? Hahaha lelucon!!" Cercah Gathan tersenyum dingin.
"Wanita sekarang semuanya munafik!" Sarkas Gathan memukul kakinya yang telah mati ras itu.
"Adit, putar balik! Aku ingin pulang ke Villa." Tukas Gathan memerintah.
"Baik tuan muda." Ucap Adit patuh.
Segera Adit putar balik arah menuju Villa Gathan, sampainya di sana adit membantu Gathan masuk kedalam villa dan kamar nya kemudian ia pergi ke kamar sebelah Kamar gathan untuk istirahat, yah.. itu adalah kamar Adit yang Gathan siapkan untuknya.
*****
Semua keluarga telah pulang ke mansion, namun mereka tak menemukan kendaraan Gathan, mereka pikir awalnya Gathan menghabiskan waktu bersama Bella. Namun telepon dari Adit yang memberitahu keberadaan Gathan membuat Mami Liska kecewa.
"Gathan ini ya! Selalu saja pulang ke Villa!" Sarkas Mami Liska kesal.
"Sabar... Kamu sih terlalu memaksa nya untuk menikah."
"Loh kok aku sih mas?! Dia itu emang udah waktunya membina rumah tangga! Kamu ini gimana sih! Kenapa jadi nyalahin aku?!" Sarkas Mami Liska kesal pada suaminya kemudian berlalu pergi.
"Mami? Astaghfirullah... Sayang dengar dulu, Liska? Liska?" Panggil Papi Hendri namun tak dihiraukan oleh sang istri.
"Yah ngambek deh!" Ucap Papi Hendri membuang nafas panjang.
Gina yang melihat itu turun ke lantai bawah menghampiri Papi Hendri. Melihat kedatangan Gina Papi Hendri tersenyum hangat seolah tak terjadi apa-apa.
"Mami marah lagi ya?" Tanya Gina sendu.
"Yah... Begitulah mami kamu, suka marah, Papi harap akan ada seseorang yang bisa membuat mami kamu lebih sabaran." Jawab Papi Hendri menghembuskan nafas panjang.
"Papi?" Panggil Gina pelan.
"Iya, ada apa?" Tanya Papi Hendri menatap Gina.
"Aku tidak suka calon istri kakak Pi, tatapannya palsu." Ujar Gina terus terang.
"Yah... Awalnya Papi suka dengan gadis itu, tapi entah mengapa di pertemuan tadi tatapannya aneh. Papi sedikit ragu sebenarnya." Balas Papi Hendri pula.
"Mmm tapi ini sudah terlambat sepertinya Pi, ...... ya sudahlah." Tukas Gina pasrah.
__ADS_1
"Oh ya Papi, aku mau cerita pada Papi." Celetuk Gina girang.
Papi Hendri duduk di sofa dan menyuruh Gina duduk di sebelahnya, kemudian Papi Hendri menyuruh Gina memulai ceritanya, Gina bercerita dengan antusias dan senyum yang amat berseri-seri, Ia membahas pertemuannya dengan Kinara yang telah menolongnya dari preman.
Gina bercerita kepada Papi Hendri hingga larut malam, Papi Hendri begitu mendengarkan seksama cerita putrinya itu, dia pun menjadi penasaran dengan Kinara yang tak henti hentinya Gina puji.
"Kak Nara sangat cantik Pi, bahkan sa.....ngat cantik. Aku suka sekali, dia baik, lembut dan berani, andai aja kakak gak ada calon istri, aku pasti bawa Kak Nara ketemu Papi." Ujar Gina bersemangat.
"Hahaha, Ya sudah kenalin sebagai teman kamu aja tidak apa-apa, sekarang kamu istirahatlah, ini sudah sangat larut, bukankah kamu kuliah besok?" Ujar Papi Hendri mengelus rambut Gina lembut.
"Oh ya ampun... Saking senengnya aku jadi lupa, ya udah ya Pi, aku istirahat dulu. Good Night Papi." Celetuk Gina bergegas bangun.
"Night sayang." Balas Papi Hendri tersenyum.
Setelah kepergian Gina, Papi Hendri memutuskan untuk pergi beristirahat juga, ia pergi ke kamarnya dan melihat istrinya yang telah pulas. Mungkin karena masih kesal Mami Liska tidak menyiapkan pakaian ganti untuk Papi Hendri.
Papi Hendri hanya bisa membuang nafas pasrah akan sikap istrinya. Ia masuk ke kamar mandi lalu berganti pakaian dengan piyama Black colour yang ia ambil dari lemari pakaiannya sebelumnya. Lalu Papi Hendri menyusul istrinya ke alam mimpi.
***
๐๐๐
Tepat seperti rencananya tadi malam, Bella menemui Andin untuk bicara empat mata tentang penolakan yang ia inginkan. Andin amat terkejut dengan apa yang di utarakan Bella, tak mungkin pikir Andin untuk membatalkan pernikahan itu.
"Bella, Mamah gak bisa, pernikahan kalian itu besok." Tukas Andin cemas.
"Apa?! Kok bisa tiba-tiba jadi besok sih mah?!" Tanya Bella dengan nada tinggi.
FLASHBACK ON โจ
Setelah kepergian Bella dan Gathan mereka kembali membahas masalah pernikahan, Mami Liska menyukai Bella dan akhirnya berfikir untuk mempercepat waktu. Ia tak ingin menunda-nunda lagi.
"Tuan Arya, Nyonya Andin, Saya memutuskan mereka akan menikah lusa. Bagaimana?" Tanya Mami Liska senang.
"Lu-lusa?!" Tanya Andin terkejut.
"Iya lusa, apa kalian keberatan?" Tukas Mami Liska mempertanyakan.
"Ohh tentu tidak nyonya." Jawab Andin antusias.
Sementara Papi Hendri hanya bisa diam, ia bingung harus berbuat apa dengan rencana dadakan dari istrinya.
Setelah keputusan itu di buat, akhirnya mami Liska menghubungi Gathan, hal itulah yang membuat Gathan memutuskan pulang ke Villa bukan ke mansion lagi.
FLASHBACK OFF ๐
"Adu Mamah... Sekarang gimana dong?" Tanya Bella frustasi.
"Ya mana mamah tau? Lagian kamu nolak tiba-tiba begini." Jawab Andin kesal.
"Ih! Emang mamah mau aku hidup sama laki-laki lumpuh? Iuhhh menderita banget tau mah, aku harus ngurus dia yang gak bisa apa-apa." Tukas Bella sebal.
__ADS_1
Andin hanya bisa diam, ia bingung harus mengatakan apa, Kali ini mereka benar-benar dalam masalah besar. Keduanya sama-sama berpikir keras namun tak kunjung dapat solusi. hingga........
"Mamah? Kak Bella?" Panggil Kinara dari lantai bawah.
Andin yang mendengar itu langsung menyahuti dengan malas panggilan Kinara. "Kenapa?!" Saut Andin tak ikhlas dengan suara nyaring.
"Sarapan udah siap, ayo turun dan sarapan." Balas Kinara nyaring.
"Iya sebentar." Tukas Andin sama.
Tepat saat itu juga setelah mendengar seksama suara Kinara, Bella telah memutuskan cara agar dapat menghindari pernikahan itu. Yah... Menggunakan Kinara.
"Bella ayo, mamah udah gak kuat dengar suara dia lama-lama!" Tukas Andin mengajak Bella untuk turun.
"Tunggu dulu mah! Aku udah punya ide bangus." Tukas Bella tersenyum puas.
"Apa itu?" Tanya Andin penasaran.
Bella lantas membisikkan rencananya pada Andin, Andin langsung mengangguk senang dengan rencana Bella, ia puas dan setuju dengan perencanaan Bella itu, kemudian mereka pun turun untuk sarapan.
-
-
Setelah selesai sarapan seperti biasa Arya akan pergi bekerja, hal itu di manfaatkan oleh Andin dan Bella untuk mengancam Kinara.
Andin dan Bella mencegah Kinara untuk pergi bekerja, dengan alasan hal penting Kinara pun patuh dan mendengarkan apa yang akan di bicarakan dua orang itu padanya.
"Kamu harus menggantikan Bella menikah dengan Tuan Dierga besok." Tukas Andin tanpa basa basi.
"Apa?! Kenapa? Aku tidak mau." Sarkas Kinara menolak.
"Tidak ada penolakan!!" Tekan Andin.
"Mah, aku gak mau nikah Aku masih kuliah!" Sarkas Kinara menolak keras.
"Kamu masih bisa kuliah kalo udah nikah! Pokoknya besok kamu harus menikah dengan Tuan Dierga!" Desak Andin memaksa.
"Iya! Jangan macam-macam atau Papah akan tiada karena mu!" Ancam Bella menatap tajam Kinara.
Ancaman itu membuat Kinara terdiam, dengan terpaksa Kinara tak menolak untuk menikahi Gathan Dierga, walaupun dirinya tak ingin menikah namun demi keselamatan ayahnya membuat Kinara mau tak mau harus setuju.
"Jika kamu berani macam-macam, aku akan membuat Papah serangan jantung lagi! Paham kamu?!" Ancam Bella menekan.
"Jangan Kak, Aku janji gak macam-macam, Jangan sakiti Papah." Mohon Kinara takut dan cemas.
Bella tak mengatakan apapun, dia hanya tersenyum puas lalu beranjak pergi di ikuti Andin dan meninggalkan Kinara sendiri yang tengah menangis sedih meratapi nasibnya.
KASIAN BAK NARA... ๐ข HWAITING KINARA.. SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA. ๐นโจ
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1