Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Jangan-jangan Suka


__ADS_3

"Berarti mas ngizinin kan?" Tanya Kinara senang.


"Terserah!" Ketus Gathan lagi.


"Hahaha terimakasih mas. Aku seneng banget." Tukas Kinara sigap memeluk Gathan.


Gathan terdiam karena terkejut atas perlakuan Kinara, namun ia juga tak menolak karena ia merasa nyaman dengan pelukan hangat itu. Dan entah mengapa hatinya merasa kacau dengan perlakuan Kinara itu.


*Rasa apa ini? Apa yang terjadi dengan diriku? Hati ku rasanya kacau sekali!* Batin Gathan mengernyit.


Beberapa saat kemudian kinara tersadar dengan perlakuan anehnya, ia buru-buru melepaskan pelukannya dan berdiri tegak di depan gathan dengan perasaan gugupnya.


"Ma-maaf mas, aku gak sengaja." Ucap Kinara gugup.


"Antar aku turun!" Cetus Gathan tak perduli.


"Baik mas." Ucap Kinara tersenyum.


Kinara pun mendorong kursi roda Gathan keluar kamar dan menuju lift untuk turun kebawah. Keduanya sama-sama senyap dan larut dalam fikiran masing-masing.


*Tidakkah gadis ini menunjukkan sifat aslinya setelah kejadian tadi malam?* Batin Gathan heran.


*Memang tidak ada cinta di pernikahan kita, tapi aku sungguh sudah berusaha untuk mencintai kamu mas. Walaupun ucapan kamu selalu menyakiti hatiku.* Batin Kinara tersenyum menatap Gathan diam-diam.


Ting...........


Kinara mendorong kursi roda Gathan keluar dari lift, kemudian keduanya menuju ruang makan, sampainya disana keduanya di sambut dengan ucapan selamat pagi dari Gina dan Papi Hendri yang baru tiba.


Gathan hanya berdahem membalas sapaan itu, sementara Kinara membalasnya dengan hangat. Kemudian Kinara keduanya duduk di tempatnya masing-masing dan mulailah acara sarapan keluarga Dierga itu.


Usai dengan acara sarapannya, semuanya bergegas keluar rumah untuk pergi bekerja, Papi Hendri dan Gina sudah berangkat lebih dulu. sementara Gathan masih di suguhkan perilaku hangat dari istrinya.


Walaupun Gathan tak membalas apapun tapi Kinara senang melakukan hal yang biasanya seorang istri lakukan saat suaminya akan pergi. Insyallah akan ada dimana hari Kinara mendapat balasan hangat bahkan Cinta dari suaminya itu.


"Mam, Kinara ke kamar mau siap siap juga ya." Ujar Kinara pada mami Liska.


"Mau kemana?" Tanya mami Liska.


"Aku lagi magang mam, dan mas Gathan udah ngizinin jadi aku mau masuk kerja hari ini." Jawab Kinara tersenyum senang.


"Wahh serius?" Tanya mami Liska yang di balas anggukan antusias dari Kinara.


"Ya udah jangan sampai telat, cepetan gih." Ucap mami Liska tersenyum.


"Iya mami, makasih atas kehangatan seorang ibu yang mami berikan pada ku. Aku merasa mamah gak pernah meninggal saat bersama mami." Ucap Kinara tulus.

__ADS_1


Mami Liska sontak Memeluk Kinara erat, ia sungguh prihatin dengan Kinara, ibu kandungnya meninggal dan ia harus hidup dengan keluarga yang bahkan tidak layak untuk disebut keluarga.


Kinara menikmati pelukan itu, rasanya sangat nyaman bagi Kinara, Tampa sadar sebulir bening mengalir dari pelupuk matanya. Ia benar-benar merindukan kehangatan seperti itu.


Setelah puas dengan pelukan itu Kinara pun pamit pergi Karna waktu kerjanya akan segera tiba, Kinara bergegas pergi ke kamarnya dan bersiap siap untuk pergi ke perusahaan.


🌬️🌬️🌬️🌬️🌪️


***


"Ahh Kinara Akhirnya Lo masuk kerja juga." Celetuk Kania girang saat melihat kedatangan Kinara.


"Lo ngomong nya kek gue udah setahun aja gak masuk kerja." Tukas Kinara memutar bola matanya jengah.


"Hehehe abis kangen banget gue." Ucap Kania cengengesan.


Kedua berbincang bincang hangat seraya mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, Ingin sekali rasanya Kinara menceritakan tentang pernikahan nya pada Kania, Namun ia ragu dan merasa ini bukanlah saat yang tepat.


Jam kerja pun berlalu, kini saatnya jam makan siang, seperti biasa 5 menit sebelum jam makan siang tiba, semua karyawan akan di suguhkan dengan teh siang barulah mereka pergi.


"Nara, ke kafe depan yuk." Ajak Kania menggandeng tangan Kinara.


"Terserah Lo." Ucap Kinara tersenyum.


"Nona muda?!" Sapa Adit terkejut.


Panggilan itu membuat Kinara berhenti seketika, Kinara kikuk melihat Adit di hadapannya, sementara Kania menatap heran keduanya, ia bertanya tanya panggilan Nona muda itu apa benar untuk sahabat nya?


"Nona muda mengapa disini?" Tanya Adit.


"...... Aku-aku magang bersama sahabat aku, Kania." Jawab Kinara gelagapan.


Adit lantas menatap gadis di samping Kinara yang tak lain adalah Kania. "Kau lagi?!" Sarkas Adit terkejut.


"Ternyata kau kerja disini?! Benar-benar dunia yang sempit! Mengapa perusahaan ini bisa masuk gadis ceroboh seperti kau." Cercah Adit sinis.


"Apa kau bilang!! Dasar Beruang kutub! Brengsek! Mulut Cabai!" Umpat Kania kesal.


"Ei ei ei, Udah udah kok malah ribut sih?! Adit maaf atas perilaku teman ku ini." Ucap Kinara menengahi.


"Buat apa Lo minta maaf Nara?! Dia itu emang pantes gue sebut begitu!" Sarkas Kania emosi.


"Dasar Bocil!" Umpat Adit sebal.


"Sudah stop! Nia udah dong ini perusahaan, dan kamu Adit Jika kamu masih menghormati ku sebagai nona muda mu tolong sudahi ini, dan segeralah temui mas Gathan, ingat jangan sampai mas Gathan melewati makan siangnya." Tukas Kinara panjang lebar.

__ADS_1


"Maafkan saya Nona, kalau begitu saya pamit dulu. Permisi." Ucap Adit di akhiri pamitan.


"Iya." Balas Kinara singkat.


Adit pun berlalu pergi menuju ruangan Gathan yang berada di lantas belasan itu. Ia bergumam sedikit tentang Kinara yang tentu itu adalah pendapat yang baik, Adit merasa Kinara tidak seperti wanita lainnya yang sombong dan angkuh itu.


Sementara Kinara dan Kania juga baru saja sampai di kafe yang mereka maksud sebelumnya, mereka memesan espresso coffee dan beberapa pengganjal perut seperti seperti cupcake atau semacam itu.


"Nara? Apa maksudnya si nyebelin itu panggil Lo Nona muda? Bukannya dia itu asisten Pak Gathan? Dan juga apa maksud Lo manggil pak Gathan dengan sebutan Mas?" Tanya Kania bertubi-tubi.


"Eng..... Gue mau ke toilet bentar, nanti aja nanyanya ya?" Celetuk Kinara gugup.


"Jangan coba-coba cari alasan untuk menghindari pertanyaan gue!" Sarkas Kania sebal.


"Apa gue masih Lo anggap sahabat? Kenapa Lo menyimpan rahasia dari gue Nar?" Sambung Kania bertanya dengan nada sendu.


"Nia, Gue... Gue minta maaf. Sebenarnya... Sebenarnya gue udah nikah." Ucap Kinara jujur.


"Apa?!" Sentak Kania berdiri karena terkejut yang membuat pengunjung lain menatap ke arahnya.


Mengetahui dirinya mejadi tontonan publik Kania pun duduk kembali dan bertanya apa yang terjadi hingga membuat Kinara tiba-tiba sudah menikah.


Kinara pun menceritakan bagaimana dirinya yang di ancam keluarganya sendiri dan akhirnya berakhir menikah dengan CEO perusahaan tempatnya magang.


Kania benar-benar terkejut dengan cerita sahabat nya itu, Ia tak menyangka saat dirinya sedang ada di Bandung ternyata Kinara telah mengalami hal tak terduga itu, yang tentu adalah hal berat bagi Kinara.


"Benar-benar bikin emosi! Bella itu mesti di hajar tau gak sih Nar?! Dia sama ibunya yang jahat itu benar-benar udah kelewatan!" Sarkas Kania geram.


"Udahlah Nia, Gue gak mau masalah ini berlanjut, sekarang misi yang gue punya adalah untuk menjadi istri yang baik untuk mas Gathan. Gue pengen pernikahan ini berakhir dengan cinta yang bahagia." Ucap Kinara penuh harap.


"Nara, Pasti sulit banget hadapi suami Lo itu kan?" Tanya Kania kasihan.


"Memang sulit, tapi tidak begitu sulit juga. Bahkan rasanya aneh sekali, setiap mas Gathan mau bicara sama gue, gue ngerasa seneng banget." Tukas Kinara tersenyum.


"Jangan-jangan Lo udah mulai suka sama suami Lo." Celetuk Kania menebak.


"Ma-masa sih? Gak mungkinlah Nia, gue sama mas Gathan baru nikah terus kami gak dekat, mana mungkin gue bisa langsung suka." Pungkas Kinara tak percaya.


"Ya mungkin aja cinta pada pandangan pertama." Ucap Kania mengangkat bahu.


*Apa benar hati aku tergerak oleh mas Gathan? Tapi... yang aku terima dari mas Gathan hanya sakit! Lantas kapan perasaan ini ada?* Batin Kinara bertanya tanya.


BAGAIMANA MENURUT KALIAN? APA BENAR HATI KINARA MULAI TERGERAK OLEH GATHAN??? 🧐😯


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2