
Gathan dan Kinara sudah kembali ke mansion Dierga, mereka berdua di sambut oleh Bi Ani di depan pintu, terlihat Kinara yang tertidur di pelukan Gathan, Gathan tak tega untuk membangunkan Kinara, akhirnya ia memilih untuk menggendong Kinara untuk masuk.
"Tuan Muda, Ap...apa tidak perlu membangunkan Nona muda? Anda seperti ini...." Ujar Bi Ani ragu-ragu.
"Engga Bi, Dia istriku, apa ada yang salah dengan ini? Mengapa aku merasa Bibi ini sedang...." Balas Gathan menggantung kalimatnya.
"Tidak, Bukan begitu, saya gak bermaksud apa-apa tuan muda, Maaf atas omong kosong yang saya ucapkan." Ucap Bi Ani cepat.
Gathan diam dan mengabaikan Bi Ani, Ia berjalan menuju lift untuk membawa Kinara kembali ke kamar agar Kinara bisa tidur dengan nyaman, Namun baru saja masuk kedalam kamar Kinara sudah terbangun, Ia mual dan muntah di kamar mandi, dan itu membuat Gathan sangat khawatir.
Gathan takut terjadi apa-apa pada Kinara, barang kali ia salah makan ataupun keracunan makanan kan bisa saja, akhirnya Gathan mengajak Kinara kerumah sakit, namun Kinara menolak dengan mengatakan ia baik-baik saja.
"Nara... Kamu yakin baik-baik saja? Kamu muntah-muntah begini masa iya baik-baik aja?" Tanya Gathan cemas.
"Iya mas, aku baik-baik aja kok, udah mas jangan khawatir, mungkin capek doang." Jawab Kinara.
"Tapi Nara, Kita harus tetap ke dokter buat mastiin ya? Jangan menolak, aku tidak akan berhenti khawatir jika belum memastikan kamu baik-baik aja." Ujar Gathan memaksa.
"Cieee mas khawatir sama aku?" Tanya Kinara menggoda.
"Ck, Ini serius Kinara, jangan bercanda! Yakali istri aku sakit aku bahagia sampai party sana sini? Kan gak mungkin! Ada ada aja." Tukas Gathan berdecak kecil.
"Haha iya iya maaf... Udah jangan masam gitu ah, Ok aku setuju periksa ke dokter." Timpal Kinara memeluk lengan Gathan.
Akhirnya Gathan dan Kinara turun kembali untuk pergi ke Dierga Hospital, Biasanya Gathan di kawal, Namun sekarang tidak, Gathan mengurangi penjagaan di sisinya karena tidak ingin Kinara terganggu dengan suasana asing baginya.
Sekitar 20 menit kemudian Gathan dan Kinara sudah sampai di Dierga Hospital, Kinara kali ini tidak di periksa oleh Rian lagi, karena Gathan yang suka cemburu jika Rian dekat dengan istrinya.
"Bagaimana dokter Kamila?" Tanya Gathan cemas.
"Tidak apa-apa pak, istri anda baik-baik saja, namun jika Pak Gathan masih khawatir, kita bisa melakukan pemeriksaan di laboratorium, hanya butuh satu jam untuk menunggu hasilnya keluar." Jawab Dokter yang kerap disebut Dr. Kamila.
Gathan terdiam sejenak kemudian langsung setuju untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Gathan khawatir istrinya kenapa-kenapa, Dengan hasil ronsen dapat membuat Gathan lebih tenang.
"Mas, Aku tidak apa-apa, sungguh..." Cicit Kinara.
"Sudah diam, Jangan rewel." Tukas Gathan tegas.
__ADS_1
"Maaf...." Cicit Kinara lagi menunduk dalam.
Gathan diam menatap Kinara, Kemudian mengusap puncak kepala Kinara dengan sayang dan menghembuskan nafas panjang lalu tersenyum tulus ke arah istrinya yang tengah menunduk sedih.
"Aku gak marah... Nurut ya, Ini demi kesehatan kamu." Ujar Gathan lembut.
"Emm Maaf ya mas." Ucap Kinara pelan.
"Iya gak apa-apa." Balas Gathan.
Setelah itu Kinara segera pergi bersama dokter untuk uji lab darahnya, Barang kali Kinara punya penyakit tersembunyi, 20 menit kemudian Kinara keluar bersama dokter dan menemui suaminya untuk menunggu hasil pemeriksaannya.
Satu jam lamanya Kinara dan Gathan menunggu, Akhirnya dokter Kamila kembali menemui pasutri itu yang tengah menunggu di ruangannya.
"Pak Istri anda baik-baik saja, Muntah-muntah itu sudah biasa untuk ibu hamil." Jelas dokter Kamila tersenyum.
"Apa?!" Tukas Gathan dan Kinara bersamaan.
"Bu Kinara, anda sedang hamil, ini hasil nya, Saya juga tidak menyangka karena kehamilan anda tidak saya ketahui di awal pemeriksaan." Ujar dokter Kamila menyodorkan map yang langsung di ambil dengan kasar oleh Gathan.
"Dokter hasil ini pasti salah, Dokter yakin ini hasil pemeriksaan saya?" Tanya Kinara tak percaya.
Kinara lantas termangu, Bagaikan di sambar petir dirinya mendapati jawaban itu dari dokter Kamila, ia benar-benar tak menyangka. Kinara ingin berkomentar lagi barang kali alatnya rusak hingga menghasilkan laporan yang salah, Namun Gathan langsung memutuskan niat Kinara dan pamit pergi seraya menarik Kinara pergi.
Sampainya di luar di tempat yang sedikit orangnya Gathan langsung menatap Kinara tajam, Ia ingin sekali berbuat kasar pada Kinara, namun dirinya tak ingin melakukan kesalahan yang sama sebelum tau kebenarannya.
"Jelaskan padaku!" Tukas Gathan rada ketus.
"Mas, Hasilnya pasti keliru, aku tidak pernah berbuat hal itu, jadi aku gak mungkin hamil mas, tolong percaya aku." Jelas Kinara cemas.
"Lalu mengapa bisa keluar hasil seperti itu?! Jangan bohong Kinara! Jujur padaku, Anak siapa itu?!" Sentak Gathan bertanya dengan tatapan tajam.
Mendengar pertanyaan itu Kinara seketika menangis, Ia tak menyangka suaminya itu akan bertanya seperti itu, itu membuktikan bahwa Gathan tidak mempercayainya sama sekali.
"Apa maksudmu mas?" Tanya Kinara.
"Kamu tidak percaya padaku?! Kamu anggap aku udah gak perawan?! Kamu anggap aku punya laki-laki lain begitu?! Kenapa sih mas?! Tidak bisakah kamu mempercayaiku sedikit saja?! Apakah sesuai itu?!" Sambung Kinara berteriak histeris.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa percaya dengan hasil yang ada di tanganmu itu?!" Balas Gathan tak kalah menyentak.
"Itu pasti salah mas.... Pasti salah... Aku mohon percayalah..." Lirih Kinara memohon dan Gathan hanya diam.
"Aku bisa membuktikan bahwa aku masih suci mas." Lanjut Kinara.
"Oh, Bagaimana kamu membuktikannya?" Tanya Gathan ketus.
Kinara diam sejenak dan menelan salivanya dengan susah. "... Malam ini aku bersedia." Jawab Kinara.
"Apa maksudmu?" Tanya Gathan lagi.
"Ak-, Aku... Aku akan memberikan hak yang harusnya udah mas dapatkan dari awal, aku... Aku akan melakukan kewajibanku sebagai istrinya, baik lahir maupun... maupun batin." Jawab Kinara berkali-kali mengusap air matanya yang tak henti-hentinya mengalir.
Gathan kaget, padahal semua itu memang hak nya, tapi dirinya merasa berat mendengar jawaban Kinara, Ia tahu bahwa istrinya itu belum siap untuk menyerahkan semuanya.
Tetapi.... Bukankah harusnya Gathan langsung setuju? Dengan itu dirinya bisa membuktikan apakah Kinara istrinya benar-benar masih suci atau benar-benar hamil kan? namun.... Entah Kenapa Gathan malah merasa sakit mendapati jawaban itu.
Kinara masih saja menahan isak tangisnya, Dan Gathan tidak mengucapkan sepatah katapun untuk membalas perkataan Kinara, Hal itu seketika membuat suasana menjadi hening untuk sesaat sebelum akhirnya Gathan menarik Kinara pergi.
"Mas, Kamu mau bawa aku kemana?" Tanya Kinara.
"Pulang." Jawab Gathan to the point singkat dan dingin.
"Kenapa? Takut?" Sambung Gathan bertanya dengan angkuh.
Yang ditanya bukannya menjawab tetapi malah dian membisu dan larut dalam lamunannya sendiri. Gathan tak peduli, ia hanya fokus menyetir dan dalam sekejap mata Gathan menaikkan kecepatan mobilnya yang membuat Kinara kaget dan takut, namun dirinya menahannya, ia tahu Gathan sedang dalam suasana hati yang buruk.
15 menit kemudian Gathan dan Kinara sampai di mansion, Sampai dalam mansion Gathan langsung berteriak menurunkan perintah agar semua orang keluar dan membiarkan Dirinya dan Kinara berdua saja di mansion.
"Ada apa dengan tuan muda? Dia tampak suram." Tanya Adit yang juga ikut terlibat harus berada di luar mansion.
"...... Apa jangan-jangan tuan muda dan nona muda sedang bertengkar ya? Lihat aja tadi wajah nona muda, dia tampak murung dan sayu." Jawab Bi Ani menebak-nebak setelah diam beberapa saat.
*Bertengkar? Ada masalah apa lagi antara mereka berdua, aku harap tuan muda bisa mengontrol emosinya, jangan sampai dia berbuat hal-hal yang akan membuatnya menyesal.* Batin Adit khawatir.
MAAF YA READERS AKU LAMA BANGET BARU UP,🥺🙏 SEBENARNYA INI JUGA AKU MAKSAIN BANGET UP NYA, WAKTU AKU SEDIKIT BANGET SEKARANG, KARENA SIBUK DENGAN URUSAN SEKOLAH, SEKALI LAGI MAAF GUYSS😭🙏
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................