Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Cinta Yang Rumit


__ADS_3

Beberapa hari pun berlalu, Selama beberapa hari ini Kinara membantu Gina dengan permasalahannya dengan sang sahabat yang bernama Natasya.


Dan semuanya sudah jelas sekarang bagi keduanya, Natasya juga merasa sangat bersalah telah menyalah pahami Gina tentang hubungannya dengan sang pacar.


"Gin, Aku minta maaf ya udah marah-marah sama kamu." Ujar Natasya tak enak hati.


"Engga apa-apa, Aku sama Rendra udah bertahun-tahun gak saling kontak, wajar kamu salah paham pas kami ketemu." Ucap Gina memaklumi.


"Nah semuanya udah jelas sekarang, Lain kali cobalah bicarakan baik-baik ya, Kakak juga punya sahabat, Tapi tiap kali memiliki masalah kami selalu membicarakannya empat mata, Jadi persahabatan kami tetap terjaga." Celetuk Kinara tersenyum kearah Gina dan Natasya.


"Dengar Natasya, jangan biarkan kesalahpahaman menghancurkan persahabatan kalian, dan aku juga tidak mau adik kakak ini sedih." Sambung Kinara mengusap puncak kepala Gina.


"Baik kak, Makasih ya kak untuk beberapa hari ini, dan juga maaf udah ngerepotin kakak." Ucap Natasya merasa tak enak.


"Engga apa-apa, ya udah ya kakak pergi duluan, Kakak ada kelas siang ini." Ujar Kinara menatap jam di pergelangan tangannya.


"Iya kak, Hati-hati." Balas Gina dan Natasya hampir bersamaan.


"Iya, Gina nanti pulangnya jangan kemana-mana lagi, Langsung pulang, Kalo mau ke suatu tempat sama Natasya izin dulu padaku, Jangan buat kakak khawatir, Bisa?" Pesan Kinara diselingi pertanyaan.


"Bisa kak, Aku pasti izin dulu nanti." Jawab Gina mengangguk setuju.


Mendapati jawaban itupun Kinara beranjak pergi, Dan tentu saja dia di antar supir kemanapun Kinara pergi. Setelah Kinara menghilang dari pandangan keduanya, Gina dan Natasya pun masuk kedalam universitas mereka.


"Gin, Kakak ipar kamu baik banget ya, Aku jadi iri deh." Celetuk Natasya terbayang-bayang.


"Emm, Kak Kinara emang baik banget, Untung aja si rubah itu di ganti Kak Kinara." Balas Gina tanpa sadar.


"Maksudnya?" Tanya Natasya bingung.


"Emm bukan apa-apa, Lupakan saja." Jawab Gina mengalihkan.


"Hey Kalian udah baikan?" Tanya seorang pria tampan menghampiri kedua gadis itu.


Kedua gadis itupun menoleh ke arah suara itu yang ternyata itu adalah Rendra, Rendra dengan senyum sumringah menghampiri pacar dan teman masa kecilnya itu, Iya bahagia melihat Gina dan Natasya sudah bersama lagi.


"Cepat jawab, Udah baikan kan?" Tanya Rendra lagi tak sabaran.


"Emm iya." Jawab Natasya.


"Nah gitu dong, Kamu ini apa-apa langsung ngambek, gak dengerin penjelasan kita, lain kali jangan begitu." Tukas Rendra mencubit hidung Natasya.


"Iya iya aku tau~ udah ah sakit nih." Balas Natasya berdesis kecil.


"Ishhh kalian ini! Aku masih disini loh, Nanti aja mesra-mesraan nya, Kasian jiwa jomblo aku tau!" Cetus Gina sebal.


"Haha makanya jadi cewe jangan judes judes Lo, kan gak ada yang mau jadinya." Ledek Rendra.

__ADS_1


"Ihhh Rendra!! Lo minta tabok ya!" Teriak Gina kesal.


"Ampun Nona Dierga." Celetuk Rendra yang seketika membuat Gina membuang mukanya kesal.


"Hemp! Gua gak mau bicara sama Lo lagi, Ayo Nat tinggalin aja cowo nyebelin ini." Tukas Gina menarik Natasya pergi.


"Hey nona besar, Dia itu cewe gue anjir." Teriak Rendra dengan ekspresi khasnya.


"Bacot!" Ketus Gina tak memedulikan Rendra.


"Kamu masih sama Gin, Setidaknya pertemuan kita kali ini cukup bagus, mungkin waktu itu memanglah takdir, sebagai teman sudah cukup diantara kita." Ucap Rendra seraya memandangi Gina yang sudah jauh didepan.


Rendra lantas menggelengkan kepalanya, Ia menghembuskan nafas panjang menenangkan pikirannya, Sebenarnya Rendra pernah punya rasa kepada Gina.


Waktu SMP mereka berdua masih di sekolah yang sama, mereka berpisah waktu Rendra lulus SMP dan pindah keluar negeri sebelum sempat mengutarakan perasaannya pada Gina, Dan kontak keduanya juga terputus saat itu juga.


Di sisi lain Kinara juga hampir sampai di kampusnya, ia mampir ke toko roti untuk membeli roti keju kesukaannya untuk ia makan sebagai penunda lapar.


🌬️🌬️🌬️🌪️


"Kania." Seru seseorang menghampiri Kania.


"Rian? Kok kamu bisa disini?" Tanya Kania terkejut melihat kedatangan Rian.


"Mama mengadakan makan malam keluarga nanti malam, Kamu mau datang kan?" Jawab Rian diselingi pertanyaan.


"Emmm Nia, Aku minta maaf juga ya, Aku jarang punya waktu untuk kita." Ujar Rian merasa bersalah dan murung.


Kania lantas terdiam, Ia tak menyangka Rian akan mengatakan itu, Kania sebenarnya baik-baik saja dengan semuanya, Ia mengerti bahwa Rian sibuk dengan pekerjaannya, dan dirinya sendiri juga sibuk dengan tugas kemahasiswaannya sendiri.


"Apa yang kamu katakan? Aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu, Aku tau kamu sibuk dengan rumah sakit." Ujar Kania berusaha menenangkan Rian.


"Dokter Rian?!" Celetuk Kinara terkejut saat ia tiba di universitas nya dan melihat adanya Rian disana.


Kania dan Rian lantas menoleh ke arah Kinara, Kinara agak terkejut melihat kedatangan sahabatnya itu, Kania belum menceritakan tentang dirinya dan Rian selama ini, Itu Kania lakukan karena dirinya juga tak pernah mempermasalahkan tentang hal pacaran.


"Nona Kinara, Kok kamu disini?" Tanya Rian terkejut.


"Lah? Seharusnya saya yang nanya, Dokter kok bisa disini? Punya urusan apa dengan sahabat saya? Kalian saling kenal?" Tanya Kinara penasaran.


Rian hendak menjawab pertanyaan Kinara, Namun Kania langsung menahan Rian agar tak bicara, Mungkin ia ingin ingin menjelaskannya sendiri pada Kinara agar Kinara tidak mengetahui semuanya dari mulut orang lain.


"Biarkan aku yang menjelaskan sendiri, Rian." Ujar Kania menatap memohon pada Rian.


"Baiklah..." Ucap Rian setuju.


"Kalau begitu kita bicara lagi nanti, Emm sampai jumpa nanti jam 5 ya Nia." Sambung Rian.

__ADS_1


"Baiklah... Sampai jumpa, Hati hati." Pesan Kania diakhir kalimatnya.


Rian mengangguk sebelum akhirnya pergi meninggalkan Kinara dan Kania berdua saja. Setelah kepergian Rian, Kinara dan Kania masuk kedalam universitas bersama dengan Kania yang menjelaskan tentang dirinya dan Rian.


"Sebenarnya selama ini gue punya pacar, Nar." Ungkap Kania sedikit merasa tak enak.


"Kenapa Lo gak pernah bilang Nia? Se asing itukah gue buat Lo?" Tanya Kinara terkesan kecewa.


"Bukan begitu Nar, Maafin gue Nara, gue gak bermaksud menyembunyikan nya dari Lo." Ucap Kania merasa bersalah.


"Tapi kenyataannya begitu! Haishhh baiklah lupakan, setidaknya sekarang gue tau dari mulut Lo langsung." Tukas Kinara mengibaskan tangannya tepat di depan wajahnya sendiri.


"Jadi,,, Pacar Lo itu Dokter Rian?" Sambung Kinara bertanya memastikan.


Kania hanya mengangguk menjawab pertanyaan Kinara itu.


"Loh? Kok gue gak pernah tau sih? Padahal dia yang rawat gue pas gue Koma." Cetus Kinara bingung sendiri.


"Hah?! Jadi yang rawat Lo itu Rian?" Tanya Kania kaget.


"Iya! Emang Lo gak tau? Lo gak pernah ketemu dia setiap Lo kerumah sakit jenguk gue?" Jawab Kinara sekaligus bertanya balik.


Kania menjawab pertanyaan Kinara dengan menggelengkan kepalanya, Tak tertinggal juga ekspresi khasnya dan bibir manyun nya karena tak mengetahui apapun.


"Emang dia gak pernah cerita gitu ke Lo?" Tanya Kinara lagi.


Lagi-lagi Kania menggeleng dengan kecewa menjawab pertanyaan Kinara itu.


"Benar-benar kalian ini! Bagaimana bisa itu terjadi? Padahal udah satu tempat loh! Kalian ini seperti cerita novel saja!" Cetus Kinara menepuk jidatnya sendiri.


"Lah terus Lo sama Pak Gathan apa hah?!" Ketus Kania tak mau kalah.


"Ya elah Nia.... Ok gue ngalah." Ucap Kinara membuang muka.


"Hello si kembar K, Apa kalian sudah tidak niat masuk bagian saya?" Celetuk seorang dosen perempuan dari ambang pintu.


"Eh Mis Siska?,, Maaf-maaf mis, Kami niat kok mis." Ucap Kinara canggung yang di angguki oleh Kania.


"Ya sudah ayo cepat, Mengapa kalian begitu santai?" Cetus dosen Siska.


Keduanya pun berlari menuju pintu masuk ruangan mereka, Dosen Siska hanya menggeleng tak berdaya dengan tingkah Kinara dan Kania itu.


Visual Siska Eriana Bungtasono {Dosen wanita Universitas A.I Jakarta}



HALLO READERS..... NAMA TEMPAT APAPUN YANG TERTERA DI SINI HANYALAH FIKTIF BELAKA, JIKA ANEH MOHON DI MAKLUMI😂🙈

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2