Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Salah Paham Lagi


__ADS_3

"Kenapa kau mau menggantikan Bella menikah dengan ku?" Tanya Gathan.


"Mas... Kamu belum tau kehidupan ku seperti apa, makanya bisa selalu curiga dengan ku kan?" Ujar Kinara bertanya dengan sendu.


"Mas, maaf karena aku tidak bisa mengatakannya padamu, Tapi mas pasti akan mengetahuinya sendiri nanti. Ku mohon percaya padaku kali ini.. Saja. Berikan aku kesempatan mas." Sambung Kinara memohon dengan tulus.


"....... Baik, Aku berikan kau satu kesempatan." Ucap Gathan setuju.


Kinara membeku seketika, ia merasa dirinya sedang berhalusinasi hingga salah mendengar apa yang suaminya katakan.


"Apa?! Mas kamu tadi bilang apa? Jangan-jangan aku lagi halusinasi ya?" Tanya Kinara bingung.


"Kau ini! .... Tidak jadi! Aku tidak mengatakan apapun." Sentak Gathan muram seraya berbaik pergi.


"Mas ih! Kalo marah suka main pergi pergi aja." Tukas Kinara manyun.


"Mas, kamu serius bersedia ngasih aku kesempatan?" Sambung Kinara bertanya.


"....... Jika kau mau!" Ketus Gathan buang muka.


"Hahaha tentu saja aku mau! Terimakasih mas... Aku seneng banget." Balas Kinara bahagia yang sigap memeluk suaminya itu.


Gathan diam, Ia membiarkan Kinara melakukan apa yang dia inginkan. tanpa sadar dirinya menikmati pelukan itu dan bahkan terlukis senyum di antara bibirnya, walaupun hanya senyuman tipis, tetap saja itu adalah senyuman seorang gathan yang sangat langka untuk di jumpai. YEH UDAH KAYAK BENDA ANTIK AJA YE KAN 🥴🥱😂


🌬️🌬️🌬️🌬️🌪️


🌄🌄🌄🌳


"Mas, Tadi subuh Bi Sita telephone aku, Katanya Papah, Mamah dan Kak Bella gak ada pulang kerumah..." Ucap Kinara yang belum selesai bicara langsung dipotong oleh gathan.


"Lalu?!" Tanya gathan tak suka jika mendengar keluarga kinara.


"Aku boleh gak pergi kerumah nanti pulang kerja?" Jawab Kinara diselingi pertanyaan pula.


"Mau apa kau ke sana?" Tanya Gathan sinis.


"Aku mau mengambil pakaian aku yang ada dirumah mas." Jawab Kinara.


"Buat apa? Kau ini menantu keluarga Dierga, bukan hal sulit untuk mendapatkan 20 helai pakaian permenit nya." Tukas Gathan jengkel.


"Mas, Aku mohon Izinkan aku pergi, Itu adalah pakaian pemberian mendiang Mamah, Baju-baju aku itu emang udah ketinggalan zaman dan lusuh, tapi tetap saja itu adalah pakaian yang Mamah belikan untuk aku pas Mamah masih ada. Jadi...." Jawab Kinara panjang lebar yang lagi-lagi di potong oleh gathan.


"Aku temani kau pergi." Ucap Gathan dingin namun perhatian.


Kinara tersentak, ia benar-benar tak menyangka bahwa gathan berinisiatif untuk mengantarnya pergi ke rumahnya. Bisa dibilang gathan benar-benar telah mencoba untuk menerima kinara walaupun masih kaku.


"Mas serius?" Tanya Kinara memastikan.


"Jika kau lagi-lagi banyak nanya, aku akan mengurung mu dirumah! Tak ada kesempatan untukmu keluar lagi." Ancam gathan kesal.


"Iya Mas maaf deh... Aku gak berani lagi." Ucap Kinara manyun + takut.


*****

__ADS_1


• DINNING ROOM 🍽️


"Kau yakin sudah mau masuk kerja?" Tanya gathan yang diam-diam khawatir.


"Iya mas, jika aku libur terus aku gak bakal dapat apa-apa di magang kali ini." Jawab Kinara mengangguk.


"Baiklah, aku sudah bilang akan mencoba, dan aku akan menuruti keinginan mu." Balas Gathan masih fokus dengan makanan nya.


*Dan aku harap keputusan ku ini tidak salah. Atau aku akan...* Batin Gathan menggantung Kalimatnya.


Kinara lantas tersenyum mendengar penuturan dari suami dinginnya itu, ia benar-benar bahagia Gathan sungguh telah mencoba menerimanya.


Setelah sarapan, mereka berdua pun mulai beranjak dari tempat duduk mereka untuk pergi ke perusahaan. Tapi seperti biasa pergi masing-masing tidak barengan.


_


_


"Gini nih gak enaknya kuliah siang, Di rumah sendirian gak ada temen." Tukas Gina yang baru turun.


"Eh non Gina? Mau sarapan apa non?" Tanya Bi Ina yang kebetulan lewat.


"Roti panggang Bi." Jawab Gina lanjut menuruni anak tangga yang tadinya sudah tersisa 7 anak tangga lagi untuk Gina turuni.


"Ohh, baik non. Bibi akan panggang kan sekarang juga untuk non." Balas Bi Ani mangut mangut.


"Iya Bi." Ucap Gina mengekori Bi Ani menuju dapur untuk mengambil air minum.


🌬️🌬️🌬️🌬️🌪️


"Ada apa?" Tanya Gathan.


Bukannya menjawab, Kinara malah menoleh sana sini melihat sekeliling. Sesaat kemudian barulah ia mendekati suaminya itu dan meraih tangannya lalu menciumnya, hal itu sontak membuat Gathan kaget.


"Aku tidak akan melupakan kewajiban ku sebagai istrimu." Ucap Kinara tersenyum tulus.


"Assalamualaikum, Mas." Sambung Kinara seraya beranjak pergi.


Gathan masih diam terpaku karena kaget dengan apa yang Kinara lakukan, ia tak menyangka Kinara masih melakukan kebiasaannya saat akan berpisah dengan nya di tempat umum seperti sekarang ini.


Sementara itu Kinara yang sudah masuk duluan kedalam perusahaan berpapasan dengan dosennya yang datang mengecek kerja Kinara dan Kania.


"Pak Andika?" Seru kinara menyapa dosennya itu.


"Oh Kinara, Dimana Kania?" Tanya Andika yang tak melihat Kania di sisi Kinara. Wajar saja biasanya kan mereka berdua selalu menempel.


"Masih di belakang pak membeli teh susu." Jawab Kinara agak canggung.


"Haha, teh susu? Pasti buat kamu tuh." Celetuk Andika terkekeh.


"Eh bukan buat saya seorang kok pak, buat Anisa juga kok." Balas Kinara.


Mereka asik berbincang sebelum sesaat kemudian kania datang dengan 3 kotak teh susu. Kemudian barulah Andika membahas perihal magang mereka yang terbilang tinggal 2 Minggu lagi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Kania pun datang dan ikut berbincang sebentar lalu pergi lagi menemui Anisa, Kinara ingin menyusul Kania namun Andika mencegah Kinara untuk pergi.


"Maaf pak, Saya mohon jangan sembarang menyentuh saya, saya dan anda bukanlah muhrim." Tegur Kinara sopan.


"Maafkan saya. Saya hanya ingin bicara sebentar dengan mu." Ucap Andika canggung.


"Hem? Apa itu pak?" Tanya Kinara langsung.


*Jika masih berlama-lama disini bisa ketahuan mas Gathan, jangan sampai mas Gathan marah lagi.* Batin Kinara takut.


"Mmm bisakah kita bicara berdua saja di tempat yang sepi?" Ujar Andika.


"Disini juga tidak banyak orang." Balas Kinara acuh.


"Saya mohon kali ini saja. Ini masalah serius." Mohon Andika tetap berusaha.


Kinara diam dan melirik Andika sejenak, kemudian ia berfikir sangat lama sebelum akhirnya mengangguk, toh dosennya itu juga gak akan macam-macam padanya.


Andhika pun berbalik berniat menuntun jalan untuk Kinara ketempat yang sesuai untuk mengatakan hal penting yang ia maksudkan.


"Mau kemana kalian?!" Tanya Gathan ketus.


Suara bariton itu lantas membuat langkah kedua terhenti, Kinara membelalakkan matanya melihat gathan yang sudah sangat suram sedang menatap tajam kearah nya.


"Pak Gathan?" Seru Andika menunduk hormat.


"Mau kau bawa kemana dia?" Tanya Gathan melirik Kinara sesaat.


"Hanya untuk bicara masalah pribadi saja Tuan." Jawab Andika berat karena takut jawabannya sopan atau tidak.


"Oh masalah pribadi ya. Bagus...." Ucap Gathan dengan suara pelan diakhir kalimatnya seraya melirik Kinara dengan sinis.


*Aduh perang lagi nih kayaknya.* Batin Adit takut-takut.


Tanpa mengatakan apapun Gathan langsung pergi meninggalkan Kinara dan Andika berdua saja. Adit sempat menoleh kebelakang dengan raut wajah tak berdaya nya.


*Huh masalah pribadi? Bagus sekali! Masih sok sok-an polos ternyata begini ya, Masih punya laki-laki lain ternyata kau!* Batin Gathan kesal+cemburu buta.


"Pak Gathan?" Panggil Kinara namun tak di gubris oleh Gathan.


Kinara berniat mengejar Gathan namun lagi-lagi Andika menahan Kinara dengan cara yang sama. Diam diam Kinara berdecak sebal dengan perlakuan menjengkelkan Dosennya itu.


"Pak, Saya mohon hormati saya." Ujar Kinara masih berusaha untuk sopan.


"Maaf, Tapi kita sudah sepakat untuk bicara." Ucap Andika melepaskan genggaman tangannya.


"Maaf pak, Lain kali saja ya, saya tidak bisa untuk sekarang." Balas Kinara berat.


"Kenapa? Hanya sebentar saja kok." Tanya Andika.


"Sebentar bagi anda itu akan berakibat fatal bagi saya pak." Jawab Kinara.


HAYO HAYO..... MARAH LAGI SI GATHAN 🥵 CEMBURUAN TERNYATA BURUK JUGA YA 😅

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2