Istri Palsu CEO Dingin

Istri Palsu CEO Dingin
Asap Apaan?!


__ADS_3

"Jangan-jangan Lo udah mulai suka sama suami Lo." Celetuk Kania menebak.


"Ma-masa sih? Gak mungkinlah Nia, gue sama mas Gathan baru nikah terus kami gak dekat, mana mungkin gue bisa langsung suka." Pungkas Kinara tak percaya.


"Ya mungkin aja cinta pada pandangan pertama." Ucap Kania mengangkat bahu.


*Apa benar hati aku tergerak oleh mas Gathan? Tapi... yang aku terima dari mas Gathan hanya sakit! Lantas kapan perasaan ini ada?* Batin Kinara bertanya tanya.


*****


"Tuan Muda, Ini makan siang anda." Ujar Adit menyodorkan makanan yang biasa Gathan makan.


"Hemm, Taruh saja di meja sana, aku sibuk." Tukas Gathan tetap fokus dengan laptopnya.


"Tuan Muda, tadi saya bertemu dengan nona muda." Celetuk Adit yang membuat jari jemari Gathan yang sedang mengetik berhenti seketika.


"Apa wanita rendahan itu keluyuran?" Tanya Gathan sinis.


"Nona muda bekerja di perusahaan ini tuan muda." Jawab Adit canggung.


Gathan terdiam, ia hanya menatap nyalang laptop di depannya kemudian ia menggerakkan kursi rodanya menuju meja santai di santai di ruangannya untuk makan siang, Adit menatap bingung ke arah Gathan karena Gathan yang tiba tiba membisu.


*Ada apa dengan tuan muda?* Batin Adit bingung.


*Ternyata dia magang disini? Mengapa aku tak pernah tau?* Batin Gathan heran.


~ Author: Emang Lo pernah peduli?!πŸ˜’


Gathan yang tak mau ambil alih dalam hal kecil tentu tak tahu dengan sangkut paut pekerja magang, semua ia serahkan pada karyawan nya. Ingat bukan karyawan biasa tapi ya... 🀌


🌬️🌬️🌬️🌬️πŸŒͺ️


Jam 16:30 semua karyawan mulai meninggalkan perusahaan, namun biasanya ada beberapa yang masih di perusahaan hingga jam 17:00 baru meninggalkan perusahaan.


Kinara dan Kania sudah meninggalkan wilayah perusahaan 5 menit yang lalu, Kini Kania memutuskan untuk mengantar Kinara pulang ke mansion besar Dierga. selain alasan karena Kinara tak mendapatkan Taxi, juga karena Kania ingin sekali melihat dari dekat mansion Dierga itu.


"Nara, apa keluarga pak Gathan memperlakukan Lo dengan buruk?" Tanya Kania khawatir.


"Enggak, justru mereka baik banget, dan Gina itu ternyata adiknya mas Gathan, adik ipar gue." Jawab Kinara senang.


"Hah?? Dua sempit banget, bisa bisanya gadis itu jadi adik ipar Lo." Tukas Kania tak menyangka.


"Walaupun antara gua sama mas Gathan gak cinta, namun gue tetep bahagia bisa masuk ke keluarga hangat itu." Ujar Kinara tersenyum hangat.


"Alhamdulillah, dan sekarang mamah tiri Lo sama Bella ada dimana?" Tanya Kania.


"Gue gak tau, mereka gak ada hubungi gue, gue kadang khawatir mereka bakal nyakiti papah." Jawab Kinara sendu.


"Kalo mereka berani bakal gue Lindes!!" Sarkas Kania geram.


Kinara dan kania berbincang bincang selama di perjalanan, sementara Gathan juga telah dalam perjalanan pulang, beda dengan Kinara dan Kania yang aktif bicara, disini malah hening tak ada sedikit percakapan apapun, hanya suara mesin mobil dan suasana jalanan yang terdengar.


"Adit?" Panggil Gathan dari bangku belakang.


"Ya tuan muda." Saut Adit sopan.


"Menurutmu apa wanita itu bisa dipercaya?" Tanya Gathan.


"Saya tidak tau tuan muda, tapi saya hanya bisa memberikan satu kalimat untuk tuan muda." Jawab Adit sopan.

__ADS_1


"Apa itu?" Tanya Gathan mengernyit.


"Cobalah." Jawab Adit mantap.


Gathan terdiam, ia ingin mencoba namun ia takut Kinara sama saja dengan gadis yang gathan kenal dulu. Melihat gathan terdiam, adit menceritakan pada gathan bagiamana perhatian Kinara untuknya.


Perlahan gathan membenarkan perkataan Adit, ia membayangkan Kinara yang mengurusnya tampa mengeluh, bagaimana sabarnya Kinara terhadapnya yang selalu merendahkan Kinara, bahkan saat pertengkaran malam itu keesokan harinya Kinara tetap mengurus Gathan seperti tak terjadi apa apa.


"Setidaknya cobalah tuan muda sering bicara dengan nona muda, mungkin dengan itu perlahan tuan muda akan lebih mengenal nona." Ujar Adit memberikan saran.


"Hemm." Belas gathan hanya dengan daheman singkat saja.


"Tuan muda?" Panggil Adit.


"Ya." Saut Gathan singkat dan dingin.


"Itu nona muda dan temannya."


"Apa yang dia lakukan di jalanan begini?!" Tanya Gathan sewot.


"Sepertinya mobil temannya mogok tuan muda." Jawab Adit menatap Kinara dan Kania yang sedang melihat mesin mobil.


"Ohh."


"Apa perlu kita hampiri?" Tanya Adit dengan hati-hati.


Bukannya memberikan jawaban Gathan justru diam seribu bahasa, namun sesaat Kinara dan Kania di datangi seorang pria. Aldo, itu adalah Aldo, suatu kebetulan Aldo melewati jalan itu dan melihat Kinara Serta Kania yang sedang pusing memikirkan mobilnya yang mogok.


Adit melapor pada gathan bawa Aldo datang menghampiri Kinara, gathan yang awalnya fokus pada ponselnya sekarang ikut menatap kedepan mencari kebenaran perkataan Adit.


"Hentikan mobilnya." Perintah Gathan dingin.


"Ingin ke sana tuan muda?" Tanya Adit.


"Lihat dulu." Jawab Gathan dingin.


_


_


"Mobil kalian mogok ya?" Tanya Aldo menatap mobil Avanza rad colour itu.


"Iya pak." Jawab Kania melas.


*Haha lucu sekali gadis ini.* Batin Aldo terkekeh menatap mimik wajah Kania.


"Bagaimana kalau saya antar pulang, nanti hubungi pihak bengkel untuk jemput mobil kalian ke bengkel. Ini sudah hampir malam bahaya untuk perempuan." Ujar Aldo menawarkan.


"Gak merepotkan nih pak?" Tanya Kania sungkan.


"Enggak kok. Dari pada bawahan saya dalam bahaya mending saya repot aja deh." Celetuk Aldo berselera humor.


"Hahaha bapak bisa aja." Ucap Kania tertawa.


Setelah itu Aldo menawarkan kembali niatnya dan diterima oleh Kania, sementara Kinara ragu untuk di antar pulang oleh Aldo, secara Kinara pulang ke mansion Dierga dan Aldo bisa tau jika Aldo mengantar Kinara pulang, disisi lain Kinara takut terjadi salah paham antara dirinya dan Gathan jika Gathan melihatnya keluar dari mobil pria lain.


Dengan langkah berat Kinara mengikuti langkah Kania dan Aldo dari belakang, namun tiba tiba ada tangan yang menahannya, Kinara memekik kaget yang membuat Kania menoleh kebelakang karena khawatir, Begitupun dengan Aldo.


"Mau kemana?" Tanya gathan dingin.

__ADS_1


"Ma- Mas Gathan?!" Kejut Kinara terbelalak.


"Pak gathan?!" Kejut Kania dan Aldo pula.


"Kau mau ikut Aldo pulang iya?!" Tanya Gathan sewot.


"Mas... Aku bukan sengaja mau tapi..." Ucapan Kinara terpotong karena Gathan.


"Masuk!" Potong Gathan dingin.


*Ada apa ini? Mengapa Kinara memanggil pak Gathan dengan sebutan mas?* Batin Aldo bertanya tanya.


"Kinara ini...." Ucapan Aldo yang ingin bertanya namun terpotong oleh Gathan.


"Mau apa kau! Kau ingin mencegahku mengantarnya pulang?! Apa kau sebegitu inginnya bersama istriku?!" Sarkas Gathan sewot.


Kinara terdiam, ia tak menyangka Gathan akan mengakui dirinya sebagai istri di depan orang lain. Sementara Aldo menegang karena terkejut, ternyata bawahannya itu adalah istri bos nya.


*Ohh bau gosong dari mana ini?!* Batin Adit terkekeh.


"Kau antar dia saja! Jangan Kinara!" Sarkas Gathan masih saja sewot yang membuat pikiran Aldo tertawa terbahak-bahak karena menyadari bahwa bos nya itu sedang cemburu.


"Maaf tuan, saya tidak tau, lain kali saya tidak akan lancang." Ucap Aldo takut jika Gathan memecatnya.


Gathan tak menghiraukan Aldo. Ia membelokkan kursi rodanya dan menekan tombol yang berfungsi untuk maju lalu menarik Kinara pergi.


Kinara diam dan bingung, namun ia juga tak henti hentinya tersenyum melihat gathan yang sewot karena dirinya ingin di antar pulang pria lain. Karena itupun tekat Kinara untuk mendapatkan cinta Gathan menjadi semakin besar.


"Masuk!" Perintah Gathan setelah sampai di mobilnya.


"Iya mas." Ucap Kinara menahan senyumnya agar tak terlukis.


"Adit bantu aku." Ucap Gathan pada Adit di belakangnya.


Segera Adit pun membantu Gathan untuk masuk kedalam mobil, Adit melipat kursi roda Gathan dan menaruhnya di bagasi mobil. Setelah itu Adit masuk kedalam mobil dan duduk di bangku kemudi untuk menjalankan mobil menuju mansion besar Dierga.


Untuk pertama kalinya Kinara duduk bersebelahan dengan Gathan. tanpa alasan jantung Kinara berdebar kencang, ia sangat gugup dengan posisinya yang sedekat itu dengan gathan.


"Jika kau berani macam-macam di belakang ku, Aku akan membuatmu memilih mati dari pada hidup." Tekan Gathan emosi.


"Mas apa yang kau pikirkan? Aku gak akan melakukan itu." Pungkas Kinara tegas.


"Heh pura-pura!!" Sarkas Gathan tersenyum miring.


*Oh ayolah..... Asap ini semakin tebal saja.* Batin Adit terkekeh.


"Mas, tidak bisakah kau percaya padaku?" Tanya Kinara berhati-hati.


"Percaya dengan wanita hanya akan membawa sial!" Sarkas Gathan dingin.


"Tapi gak semua wanita sama seperti yang ada di pikiran mas."


ASAP APA? ASAP KECEMBURUAN KAH? HAHA EMANG DI GATHAN TAU CEMBURU JUGA? πŸ˜…


Bye bye guys πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


Happy reading🌹


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2